Menaklukkan Nafsu Agresif dengan Seribu Wujud, Kisah Mahishasura dalam Devi Mahatmyam

Durga Mahishasura mardini sumber wikipedia

Relief Durga Mahishasuramardini pada Candi Prambanan sumber Wikipedia

Ego Memiliki Seribu Wujud

“Api keinginan, api keterikatan, api keserakahan, api ketidaktahuan, api ketidaksadaran entah berapa ‘jenis’ api yang tersimpan di dalam diri manusia. Atau mungkin semuanya itu hanyalah ekspresi dari satu jenis api yaitu api ke-‘aku’-an. Ego manusia. Nabi Ibrahim membiarkan ke-‘aku’-annya terbakar habis oleh api itu sendiri. Dia berhasil menaklukkan egonya, sehingga atas perintah Allah dia bersedia mengorbankan anaknya. Dalam kisah ini, anak mewakili ‘keterikatan’. Dan ketika Ibrahim berhasil membebaskan diri dari keterikatan itu, dia menjadi manusia api. Siapa pun yang mendekatinya akan terbakar. Demikianlah para nabi, para wali, para pir, para mursyid, para avatar, para buddha, para mesias, para guru, para master. Bersahabatlah dengan mereka, sehingga anda pun terbebaskan dari keterikatan. (Krishna, Anand. (2001). Masnawi Buku Keempat, Bersama Jalaluddin Rumi Mabuk Kasih Allah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Mahishasura Yang Tak Terkalahkan oleh Manusia maupun Dewa

Mahishmati adalah istri Asura Vipra Chithi. Dia meneror Resi Sindhu Dipa dengan mengambil wujud seekor kerbau. Sang Resi mengutuk dia menjadi kerbau sungguhan. Melihat kesaktian Sang Resi, dia  minum bekas sperma Resi Sindhu Dipa yang tercecer dan melahirkan Mahishasura. Tempat Mahishasura memerintah di masa lalu disebut Mahishur sekarang disebut Kota Mysore yang berada di negara bagian Karnataka, India.

Asura Mahisha adalah seorang raja yang kuat dalam bertapa, dia memiliki power of the will (niat yang kuat), power of action (kerja keras), power of knowlege (ilmu yang dalam), tetapi tidak mempunyai power of wisdom, atau kesadaran). Karena tapanya yang kuat, Brahma menemuinya dan menanyakan apa keinginan sang asura. Mahishasura memohon Brahma agar dia dapat hidup abadi dan Brahma menyampaikan bahwa itu berada di luar kewenangannya. Kemudian Mahishasura meminta bahwa dia tidak bisa dikalahkan oleh seluruh manusia dan dewa, dan dia hanya dapat dikalahkan oleh seorang perempuan. Brahma mengabulkan permohonannya, dan Mahishasura bergembira karena Trimurti yaitu Brahma, Shiva dan Vishnu pun termasuk dewa sehingga Trimurti tidak dapat mengalahkannya. Kalau mereka saja tidak bisa mengalahkannya, apalagi makhluk ciptaan mereka yang berjenis perempuan, maka menurut pikirannya dia tidak akan dapat dikalahkan.

 

Bunda Ilahi Mewujud Sebagai Dewi Durga

Mahishasura kemudian dengan para panglima dan pasukannya mengalahkan para dewa dan menguasai tiga dunia. Di bawah penguasaan Mahishasura yang lalim kondisi masyarakat tiga dunia semakin menderita. Di kala Trimurti kewalahan menghadapi permasalahan, maka Bunda Alam Semesta akan datang membantu.

Mendengar laporan kezaliman Mahishasura dari para dewa, Trimurti murka. Mereka tahu bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Mahishasura, akan tetapi Dharma harus tetap ditegakkan. Kemudian dari muka Vishnu, Shiva dan Brahma keluar bola api yang segera menyatu membentuk bola api yang besar. Dari muka para dewa juga muncul api yang memperbesar bola api. Bola api tersebut berubah menjadi gumpalan sinar yang sangat berkilau dan muncullah seorang dewi naik seekor singa dari gumpalan sinar tersebut disertai suara gemuruh. Bumi berguncang, gunung gemetar dan laut menggelegak.

Mahishasura dan para asura anak buahnya berlari menuju sumber suara. Melihat dewi bersinar naik seekor singa dikelilingi para dewa, Mahishasura dan pasukannya menyerang Sang Dewi.

Panglima Chiksura, Chamara dengan pasukan infanteri, kavaleri berkuda, kereta perang dan pasukan gajah menyerang sang dewi. Sang dewi menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskan nafas yang menjadi jutaan Chandika mengimbangi pasukan asura. Dengan cepat pasukan Sang Dewi mengalahkan pasukan para asura.

Akhirnya Sang Dewi berhadapan dengan Mahishasura. Dewi Durga melemparkan Tali “Pasa” yang menjerat Mahishasura yang mewujud sebagai kerbau. Mahishasura yang terdesak lalu mengubah wujud sebagai singa. Sang Dewi segera menebas kepala Mahishasura, yang segera mengubah wujud sebagai Asura berpedang. Sang Dewi segera memanah Asura tersebut, dan Mahishasura segera mengubah wujud sebagai gajah raksasa dan menyerang Singa yang ditunggangi Sang Dewi. Sang Dewi segera memotong belalai sang gajah.

Menurut Vishnu Purana, dalam pengadukan samudera susu, para daitya menolak Dewi Sura, atau anggur sehingga kemudian dikenal sebagai asura, sedangkan para dewa menerimanya dan kemudian dikenal sebagai sura. Wine, anggur adalah simbol dari kasih spiritual.

Mahishasura kemudian kembali mewujud sebagai kerbau. Sang Dewi sangat marah dan kemudian minum wine, anggur merah dan tertawa. Dan kemudian Sang Dewi menduduki kerbau dan menjerat lehernya serta memegang kakinya. Mahishasura berupaya bergerak tetapi tak bisa. Selanjutnya kepala Mahishasura dipukul dengan pedang dan matilah Mahishasura. Seluruh asura kemudian melarikan diri.

 

Doa Kepada Bunda Alam Semesta

Para dewa kemudian berdoa, “Bunda adalah penyebab dan akar segala sesuatu di dunia. Meskipun Bunda memiliki tiga sifat Sathva (tenang), Rajas (agresif) dan Thamas (lembam), Bunda tidak terpengaruh oleh tiga guna tersebut. Bunda adalah sosok yang bahkan tidak sepenuhnya diketahui oleh Vishnu, Brahma dan Shiva. Bunda adalah tempat semua makhluk bergantung. Seluruh dunia adalah bagian dari Bunda. Energi Bunda menghidupi para dewa.”

“Wahai Dewi, Bunda adalah ‘Svaha’ yang diucapkan yang dalam api pengorbanan. Bunda menerima persembahan, yang dimasukkan ke dalam api yajna dengan kata ‘Svaha’.

“Wahai Dewi, Bunda adalah pembawa pengetahuan yang merupakan penyebab keselamatan. Pengetahuan yang dibutuhkan seseorang yang sedang mencari kebenaran. Bunda dicari oleh orang-orang bijak yang telah melepaskan semua keinginan dan perilaku buruk. Bunda didambakan mereka yang berpikir bahwa mencari Tuhan adalah esensi dari kehidupan mereka.”

 

“Wahai Dewi, Bunda adalah kebijaksanaan yang membuat orang mampu mengetahui semua pengetahuan sejauh yang ingin diketahuinya, Bunda adalah Durga tidak tertandingi yang merupakan perahu yang membantu seseorang untuk menyeberangi lautan kehidupan. Bunda adalah Dewi Lakshmi yang tinggal di dada Vishnu dan Bunda adalah Dewi Gauri yang bersemayam di  Parameshwara yang memakai bulan sabit.”

 

Durga Mahishamardini di Candi Prambanan

Kita bisa melihat bahwa pada Candi Prambanan terdapat relief kisah mulia Ramayana dan di dunia ini hanya di Candi Prambananlah kisah Ramayana dipahat pada dinding candi sebagai relief. Kita perlu mengetahui bahwa Sri Rama yang sering disebut titisan Sri Vishnu pun pada saat perang melawan Rahwana berdoa kepada Bunda Alam Semesta yang berwujud sebagai Durga. Patung yang disebut Roro Jonggrang di Prambanan adalah patung Durga Mahishasuramardini, Durga yang mengalahkan asura Mahisha. Patung yang menggambarkan Dewi bertangan delapan dan menginjak kerbau, mahisha. Kata Prambanan sendiri berasal dari Param Brahman, Kebenaran Mutlak Tertinggi. Silakan baca http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/04/tanpa-seks-dunia-cepat-berakhir-kisah-kama-pralaya-dalam-lalitopakyana-589503.html

 

Kama Krodha dan Lobha

Mahishasura adalah simbol dari obsesi (kama, nafsu) dalam diri yang bertindak penuh kemarahan (krodha) bila obsesinya tidak tercapai. Apabila obsesi tersebut tercapai justru membuatnya menjadi semakin serakah (lobha). Ketiga sifat itu seharusnya dilepaskan karena ketiganya menutupi cermin kesadaran sehingga cerminnya tidak nampak lagi. Kama, krodha dan lobha lebih tangguh daripada musuh yang terlihat mata. Mahishasura selalu berubah wujud, seperti keinginan yang berubah wujud dan berkembang biak sangat cepat. Jika kita memukulnya sebagai kerbau dia akan mewujud sebagai gajah. Bila kita membunuh sebagai gajah dia akan mengambil bentuk yang lain, sehingga manusia sulit mengalahkannya. Energi kita akan habis untuk melawannya. Keinginan satu dipotong akan berubah wujud menjadi keinginan lainnya. Kecuali kita dapat memotong sampai ke akar-akarnya, ke sumbernya, atau menaklukkan esensinya. Dengan bantuan Bunda Alam semesta, keinginan dapat ditaklukkan.

“Bebaskan diri Anda dari perbudakan yang mengecoh ini. Pahamilah, perbudakan ini adalah kreasi Anda sendiri. Itu suatu ilusi, suatu imajinasi. Keterikatan Anda, obsesi Anda – semuanya ini telah menciptakan sangkar, tempat Anda tinggal. Bebaskan Anda dari keterikatan ini. Ini bukan cinta kasih. Lepaskan diri Anda. Selama Anda terikat, Anda terikat dalam sangkar, kebebasan hanya merupakan suatu impian. Jika Anda senang dengan situasi seperti ini, jangan mengeluh lagi. Jangan mengharapkan kebebasan. Lalu, nikmatilah keterikatan Anda. Lalu, jadikan sangkar Anda dunia Anda. Jangan mimpikan dunia luar. Lalu jangan berpikir tentang kebebasan. Lalu cintailah keterikatan. Tetapi ingat, ini bertentangan dengan keadaan alami Anda. Perbudakan tidak ada hubungannya dengan sifat sejati Anda. Setelah beberapa waktu Anda akan mulai mengadu lagi. Suatu hari nanti akan mulai bermimpi tentang kebebasan lagi. Lalu, mengapa menunda kebebasan Anda sendiri? Mengapa Anda tangguhkan? Mulailah perjalanan Anda menuju sesuatu yang baru yang belum Anda ketahui. Bebaskan diri Anda, karena hanya lewat kebebasan Anda dapat mengubah hidup Anda menjadi perayaan. Sekali lagi, saya ulangi, perbudakan, penjajahan hanya merupakan imajinasi Anda. Bebaskan diri Anda. Ini bukan sesuatu yang mustahil. Tidak, jangan membiarkan kebebasan hanya menjadi sebagai suatu kemungkinan Nyatakan kebebasan Anda sekarang juga pada kesempatan ini.” (Krishna, Anand. (2002). Kehidupan Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Situs artikel terkait

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/

http://www.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

September 2013

Advertisements

One Response to “Menaklukkan Nafsu Agresif dengan Seribu Wujud, Kisah Mahishasura dalam Devi Mahatmyam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: