Pengaruh Pengasuh terhadap Perkembangan Jiwa Anak, Kisah Kaikeyi Pemantik Kisah Ramayana

Keikayi dipengaruhi Manthara sumber www indianetzone com

Ilustrasi Kaikeyi dipengaruhi oleh Pengasuh Manthara sumber: www indianetzone com

“Bagi siapa pun sebenarnya rayuan datang dari luar dan dari dalam. Dari luar: segala sesuatu yang melencengkan kita dari jalur kesadaran. Dari dalam: segala sesuatu yang membesarkan ego dan akhirnya juga melencengkan kita dari jalur kesadaran. Banyak di antara kita yang bertahan terhadap godaan dari luar. Tetapi, tidak mampu bertahan terhadap godaan dari dalam. Karena itu, kita sangat membutuhkan support-group.” (Krishna, Anand. (2006). Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Kaikeyi dan para permaisuri yang lain hidup harmonis dengan Raja Dasaratha. Akan tetapi Kaikeyi tidak hanya bergaul dengan kedua permaisuri lainnya, dia juga sangat dekat dengan pengasuhnya yang memeliharanya sejak kecil. Dan akhirnya Kaikeyi terpengaruh keburukan pengasuhnya.

 

Putri Raja yang Trauma Terhadap Tindakan Ayahandanya

Kaikeyi adalah putri Ashvapati, Raja Kerajaan Kekaya salah satu negara sekutu Kosala. Kaikeyi menikah sebagai istri ketiga Raja Dasaratha setelah sang raja berjanji pada Raja Ashvapati bahwa anak yang lahir dari rahim Keikayi akan menjadi pengganti Dasaratha sebagai Raja Kosala. Sebagai putri satu-satunya dari tujuh bersaudara, Kaikeyi dibesarkan tanpa ibu sejak kecil.

Ashvapati mampu memahami bahasa burung, akan tetapi dia tidak boleh bercerita kepada siapa pun tentang percakapan burung yang didengarkannya, karena bila dia menceritakannya dia akan meninggal saat itu juga. Pada suatu hari Ashvapati bersama sang permaisuri melihat sepasang angsa baru kawin dan sang raja tertawa terbahak-bahak. Sang permaisuri merajuk dan minta diberitahu apa yang diucapkan oleh sepasang angsa tersebut. Tentu saja sang raja menolaknya. Karena sang permaisuri, ibu Kaikeyi bersikeras ingin mengetahui ucapan angsa, maka Ashvapati menganggap bahwa permaisurinya tidak peduli dengan keselamatan jiwanya dan oleh karena itu sang permaisuri dikembalikan ke rumah orang tuanya. Sejak saat itu Kaikeyi tidak pernah melihat ibunya lagi. Dalam darah Kaikeyi ada genetik keras kepala dari sang ibu. Sejak saat itu dia dibesarkan oleh pengasuh istana bernama Manthara yang selalu mengikuti dan memeliharanya. Sebagai seorang pengasuh maka Manthara memanjakan Kaikeyi yang dianggapnya sebagai putrinya sendiri. Bahkan Manthara ikut mendampingi Kaikeyi setelah dia menjadi permaisuri ketiga Raja Dasaratha. Manthara sendiri selalu menginginkan Kaikeyi berbahagia, akan tetapi kecintaannya pada anak yang diasuhnya membuatnya melakukan segala cara agar Kaikeyi bahagia. Pengembalian ibunya ke rumah orang tuanya membuat trauma pada diri Kaikeyi, sehingga dia tidak percaya kepada laki-laki. Bahkan dia pun kurang mempercayai Dasaratha, karena trauma melihat ibunya dibuang oleh ayahandanya.

 

Pengaruh Pengasuh pada Anak Kecil Masa Kini

Pada masa kini sudah sangat sulit mencari pengasuh bayi yang setia seperti Manthara yang merawat anak asuhnya sampai menjadi dewasa. Kebanyakan ikatan masa kini berdasar profesi dan dengan imbalan upah.

“Kita merasa tidak aman. Kita takut akan apa yang dapat menimpa diri kita besok, sehingga kita mengejar harta tanpa hentinya. Generasi mendatang akan semakin merasakankehampaan semacam ini. Penyakit ini akan semakin menyebar. Apa yang terjadi? Sewaktu masih bayi, kita begitu tak berdaya. Hidup-mati kita sangat tergantung pada belas-kasihan orang lain, termasuk orangtua kita. Sekarang, di mana kedua orangtua biasanya bekerja, seorang bayi akan sangat tergantung pada baby-sitter atau pembantu. Apabila ia lapar, ia hanya dapat menangis dan mungkin sang pembantu sibuk mengerjakan sesuatu atau sedang nonton TV. la harus tahan lapar dan menangis be berapa lama, sebelum mendapatkan makanan. Begitu diberi susu, ia akan minum sebanyak mungkin. la menjadi rakus. Sejak bayi ia mulai belajar menjadi takut, nanti kalau lapar, akan mendapatkan susu lagi atau tidak. Begitu tiba saat diberi susu, la minum sebanyak-banyaknya, sehingga perutnya sering kembung. Rasa takut ini masih terbawa sampai dewasa. Sampai tua pun, la masih mengejar sesuatu, terlibat dalam perlombaan, sibuk menghimpun harta benda. Kenapa? Karena rasa takut yang menyertainya sejak masa bayi.” (Krishna, Anand. (2001). Mengikuti Irama Kehidupan Tao Teh Ching Bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Menyelamatkan Dasaratha dan Menerima Dua Anugerah

Kaikeyi merasa tidak aman posisinya sebagai permaisuri ketiga Dasaratha. Dia paham dia dinikahi hanya karena Raja mengharapkan putranya apabila Kausalya dan Sumitra tidak punya putra. Manthara tentu saja ingin Kaikeyi melahirkan putra yang menggantikan Raja Dasaratha sebagai raja. Pada suatu saat Raja Dasartha berhasil diyakinkan Kaikeyi agar dia bisa mendampingi sang raja  berperang melawan Sambarsura, asura musuh Indra dan Dasaratha. Perang tanding antara Raja Dasaratha melawan Sambarasura sangat seru. Pada suatu saat roda kereta Dasaratha pecah dan dadanya luka karena panah Sambarasura menembus baju besi Dasaratha. Dengan sigap Kaikeyi yang terbiasa dilatih perang oleh ayahanda dan saudara-saudaranya menyelamatkan Dasaratha dan melarikannya keluar dari medan peperangan. Kaikeyi merawat luka raja sampai sembuh dan Dasaratha menawarkan dua anugerah kepada Keikayi. Kaikeyi memilih untuk meminta dua anugerah tersebut di kemudian hari saja.

 

Dihasut Pengasuh Manthara

Tahun demi tahun berlalu dan rumah tangga Dasaraatha dengan ketiga permaisurinya berada dalam keadaan yang harmonis.  Rama sebagai putra tertua sangat baik terhadap ketiga ibunya dan Kaikeyi merasa sangat dekat dengan Rama. Bahkan ketika Rama berusia 16 tahun dan akan diangkat sebagai putra mahkota, Kaikeyi merasa bahagia.

Akan tetapi tidak demikian dengan Manthara, dia ingin Kaikeyi dan anak keturunannya menjadi raja Kosala. Manthara menghasut Kaikeyi, bahwa apaabila Rama menjadi Raja, Bharata akan diasingkan dan anak keturunannya tidak akan dapat menjadi raja. Manthara juga mengingatkan bahwa Raja tak bisa dipercaya dan mengingatkan bahwa ayahandanya, Ashvapati pernah mengsingkan ibunya tanpa rasa iba. Manthara mengingatkan janji Dasaratha kepada Ashvapati agar putra Kaikeyi akan menjadi pengganti Dasaratha. Manthara juga mengingatkan bahwa Kaikeyi mempunyai dua anugerah yang harus dipenuhi Dasaratha. Manthara berhasil meyakinkan Kaikeyi agar minta dua anugerah yang dijanjikan Dasaratha yaitu pertama Rama harus diasingkan selama 14 tahun dan selama 14 tahun tersebut Bharata akan menjadi putra mahkota. Menurut perhitungan Manthara waktu 14 tahun adalah masa yang cukup bagi Bharata untuk mengkonsolidasikan posisinya sebagai Raja Kosala. Pada waktu Bharata sedang bepergian, terjadilah peristiwa Kaikeyi meminta anugerah kepada Dasaratha yang menjadi pemantik kisah Ramayana. Pergaulan Kaikeyi dengan Manthara memerosotkan kesadaran Kaikeyi ke titik terendah.

“Jangankan satu malam, sedetik pun cukup untuk memerosotkan kesadaran. Apalagi bila pergaulan kita tidak menunjang kesadaran kita. ‘Pergaulan apa? Begitu rentankah kesadaran kita hingga dapat merosot dalam satu malam saja, karena pergaulan sesaat saja?’ Ya, kesadaran memang rentan, very very fragile! Berapa lama yang kita butuhkan untuk menciptakan sesuatu yang indah? Dan berapa lama yang kita butuhkan untuk merusaknya?” (Krishna, Anand. (2005). Ishq Mohabbat Dari Nafsu Berahi Menuju Cinta Hakiki. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Kematian Dasaratha

Sri Rama sangat menghormati ayahandanya dan demi dharma rela diasingkan selama 14 tahun. Karena kesedihannya, Raja Dasaratha enam hari kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir. Mengapa Raja Dasaratha harus menerima tragedi tersebut? Silakan ikuti kisah selanjutnya tentang karma Raja Dasaratha.

Bharata pulang ke istana setelah mendengar kematian ayahandanya, dan merasa kecewa dengan tindakan Kaikeyi, ibundanya yang membuat geger kerajaan Kosala. Bharata bersumpah tidak akan menduduki tahta kerajaan dan kemudian bersama pasukan istana menemui Sri Rama, Sita dan Lakshmana agar Sri Rama kembali ke istana dan menjadi raja. Rama menolak dengan mengatakan bahwa dia harus menghormati pesan ayahandanya. Bharata kemudia minta sendal Rama untuk ditempatkan pada tahta raja, sebagai simbol bahwa Ramalah yang berhak menjadi raja dan Bharata menjalankan pemerintahan sementara tanpa menduduki tahta raja sampai Sri Rama kembali dari pengasingan.

Saudara-saudara Sri Rama adalah manusia-manusia pilihan yang berpegang teguh pada Kebenaran, sehingga Bharata berani melawan Keikayi, ibundanya yang telah berbuat salah. Tidak demikian dalam kehidupan nyata saat ini, salah seorang istri bisa merusakkan keharmonisan rumah tangga sampai ke anak cucunya.

 

Karakter Para Tokoh Ramayana

Menurut Sai Baba Permaisuri Kaushalya mewakili sifat Satvik yang tenang, Sumitra mewakili sifat Rajas yang dinamis, sedangkan Kaikeyi mewakili sifat Tamas yang angkuh. Apabila kita jeli membaca Ramayana terasa sekali tiga permaisuri tersebut dijiwai oleh karakter-karakter tersebut. Dasaratha adalah diri kita yang merasakan 5 panca indera (jnanendriya) dan juga yang menjalankan 5 panca indera (karmendriya). Dalam menjalankan pekerjaannya kita dipengaruhi oleh tiga guna, Satvik, rajas dan tamas.

Rama merupakan Yajur Weda. The Yajur Weda berbicara tentang dua aspek penting: Sathya dan Dharma, Truth and Right Conduct, Kebenaran dan Kebajikan. Rama memimpin hidupnya sesuai dengan dua prinsip, sesuai dengan jalur dari Sathya dan Dharma. Keduanya adalah prinsip-prinsip dari Yajur Weda.

Lakshmana, putra kedua, merupakan Rig Veda. Lakshmana melayani saudaranya, Rama, dan istrinya, Sita sebagai yajna, persembahan bukan kewajiban. Rig Veda berfokus pada aspek ritual, mantra, yajna. Oleh karena itu Lakshmana, saudara kedua, merupakan Rig Veda.

Bharatha, menghabiskan seluruh waktunya mengidungkan kemuliaan Rama. Menjaga sendal-Nya di atas takhta, ia memerintah seluruh kerajaan atas nama saudaranya. Sama berarti ‘lagu’. Bharatha menyanyikan kemuliaan Rama, dia memerintah kerajaan bagi-Nya. Jadi Bharatha mewujudkan pelajaran dari Sama Veda.

Sathrughna mewakili Atharvana Veda. Sathrughna tidak punya musuh. Tak ada yang berani menyerang Sathrughna. Dia terus menjaga saudara-saudaranya dan kerajaan-Nya bebas dari serangan semua musuh. Sathrughna bisa menghadapi musuh setiap saat. Dia adalah pengancam bagi setiap musuh potensial. Sathrughna berdiri sebagai simbol untuk pelajaran dari Atharvana Veda.

 

Situs artikel terkait

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/

http://www.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

September 2013

Advertisements

2 Responses to “Pengaruh Pengasuh terhadap Perkembangan Jiwa Anak, Kisah Kaikeyi Pemantik Kisah Ramayana”

  1. Saya mau komplain tentang cara mengasuh bayi yang dilakukan ibu-ibu masa kini. dimulai dari cara melahirkan yang lebih memilih cesar daripada normal, alasannya sakit & tidak mau repot mengatur berat badan dan ikut senam hamil. takdir perempuan itu merasakan sakitnya persalinan, kenapa lebih memilih perutnya dibelah pakai obat bius. setelah lahir, bayi tersebut duluan meminum susu formula, tidak ada usaha sedikitpun untuk mengeluarkan ASI yang jelas-jelas sangat dibutuhkan bayi tersebut, sebentar lagi botol bayi akan jadi ibu bagi bayi-bayi yang dilahirkan jaman sekarang. berikutnya tentang pengasuhan bayi yang ditelantarkan oleh ibu pekerja, itulah kenapa saya menolak pendapat tentang menikah muda, pikirkan sebelum menikah apakah keuangan sudah cukup untuk berkeluarga dan punya anak, jangan nafsu saja didahulukan dengan alasan tidak mau berbuat dosa. Sebenarnya pihak laki-laki saja yang harusnya bekerja, sedangkan ibu tinggal di rumah mengasuh bayi/anak. Saya tidak habis pikir ada ibu yang merelakan anaknya bersama pengasuh yang mungkin berpendapat bukan anak saya. Peran ibu sebagai orangtua yang harusnya berada di samping bayinya tidak saya temukan dalam masa sekarang ini, semuanya memakai pengasuh yang kalau bayi jatuh ataupun menelan benda logam pengasuh itu mungkin hanya akan menonton sinetron pavoritnya daripada memperhatikan asuhannya/bayi. atau pengasuh itu mungkin akan memaksa bayi itu untuk tidur di ayunan sekeras-kerasnya agar pengasuh ini bisa menikmati sinetron atau tidur mungkin karena begadang semalam. Saya sampai sekarang tidak masuk akal memberikan bayi/anak kepada pengasuh. apapun alasannya, kecuali ibu bayi itu sudah meninggal itupun harusnya bapak bayi itu menggantikan tugasnya atau memberikannya kepada keluarga dekat. Saya juga heran dengan ibu-ibu sekarang yang lebih memikirkan cara instan dengan memakai pampers kepada bayinya, sungguh hancurkan orangtua jaman sekarang yang tidak mengajari anak-anak gadisnya sebelum menikah bagaimana nanti jika punya bayi. Saya perhatikan iritasi karena urin & kotoran menempel di tubuh bayi karena pampers bukan hal luar biasa, semua biasa karena ada salep kulit kata ibunya. Coba bayangkan dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam bayi ditangan pengasuh, mau dibawa kemana peran ibu jaman sekarang ini. Banyak hal yang ingin saya protes kepada ibu-ibu muda jaman sekarang ini, apalagi ini jaman BBM, Facebook, mungkin ibu-ibu muda jaman sekarang ini lebih baik membalas BBM ataupun menjawab comment facebook, daripada menganti celana bayinya yang baru saja terkena urin. atau pampers adalah jawabannya. celakanya waktu bersama bayi/anaknya hilang hanya untuk mengejar beberapa lembar uang, harusnya sebelum menikah semua harus dipersiapkan jangan mengorbankan bayi/anak. syukurnya calon istri saya orangnya mandiri, saya kasihan lihat orangtua yang mengorbankan anak/bayinya ditangan pengasuh, sedangkan ibunya sibuk mencari uang sampai manakah kekayaan itu dicari tidak cukupkah suami bekerja, kuncinya sebelum menikah persiapkanlah semuanya. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: