Kekuatan Gaib Metafisik Dalam Diri, Kisah Hanuman dalam Ramayana

Hanuman terbang menuju Alengka sumber www indianetzone com

Ilustrasi  Hanuman terbang menuju Alengka sumber www indianetzone com

Guru Mengetahui Potensi yang Dimiliki Muridnya

“Ia mengetahui persis potensi diri kita, potensi diri setiap manusia. Ya, potensi diri setiap manusia. Dan, potensi itu sama, tanpa kecuali. Setiap manusia, bahkan setiap makhluk hidup memiliki potensi yang sama untuk mencapai kesadaran tertinggi sesuai dengan wahana badan, pikiran, dan perasaan yang dimilikinya. Seorang anak manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia sempurna, sebagaimana seekor anak anjing memiliki potensi untuk menjadi seekor anjing yang sempurna. Bila kita tidak meraih kesempurnaan dalam hidup, maka letak kesalahannya adalah pada diri kita sendiri. Kita tidak merindukan kesempurnaan. Kita puas dengan kondisi lumayan asal aman. Kita sudah terbiasa mencari rasa aman; itulah yang kita kejar selama ini. Kita tidak berani mengambil resiko. Kita tidak berani terbang tinggi, karena takut jatuh. Kita tidak berani menyelam lebih dalam, karena takut tenggelam. Inilah kelemahan kita. Dan, hal ini pula yang membuat hidup kita sengsara. Hidup kita adalah kendaraan atau jembatan yang dapat mengantar kita ke pantai seberang. Kita takut menggunakan kendaraan itu. Kita ragu melewati jembatan kehidupan.” (Krishna, Anand. (2010). The Ultimate Learning Pembelajaran Untuk Berkesadaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Sri Rama mengetahui potensi luar biasa yang ada dalam diri Hanuman, karena itu dia memberikan tugas khusus agar Hanuman menyadari potensi tersebut dan dapat mengembangkan diri ke arah kesempurnaan.

 

Jambavan Mengingatkan Hanuman tentang Potensi yang Dimilikinya

Sempati telah menunjukkan lokasi Negeri Alengka kepada pasukan khusus Anggada, Hanuman, Jambavan dan lain-lainnya. Silakan lihat note: http://sosbud.kompasiana.com/2013/10/26/kisah-sempati-blueprint-skenario-kehidupan-dalam-kisah-ramayana-604934.html . Persoalan berikutnya adalah siapa yang sanggup terbang menuju negeri Alengka. Anggada dan anggota pasukan lainnya tidak sanggup.

Jambavan, sang tetua pasukan berkata kepada Hanuman, “Hanuman, kau baru saja mendengar kisah Sampati dan Jatayu yang sayapnya terbakar kala nekat terbang menuju matahari. Apakah kau lupa sewaktu kecil, kau bukan hanya terbang ke matahari, kau bahkan pernah menelan matahari? Kemudian karena kau terlalu usil dan kekuatanmu mengganggu para brahmana, kau ‘dikutuk’ Brahma sehingga lupa akan kekuatanmu. Brahma mengatakan kekuatanmu akan kembali ketika kau mengabdi kepada Sri Rama. Tutup mataamu, atur napasmu, heningkan pikiranmu!” Hanuman menenangkan diri dan pelan-pelan mengingat kekuatan masa kecilnya.

 

Kelahiran Hanuman

Masih ingat mengenai ritual agnihotra Raja Dasaratha agar memperoleh putra? Silakan lihat: http://sosbud.kompasiana.com/2013/08/30/beda-anak-yang-lahir-akibat-kecelakaan-dan-hasil-pemujaan-kisah-kelahiran-sri-rama-588196.html

Bubur payas untuk Sumitra diambil oleh burung, sehingga Sumitra diberi sebagian oleh Kausalya dan sebagian oleh Kaikeyi. Sumitra melahirkan putra kembar Lakshmana dan Satrughna. Kausalya melahirkan Rama dan Kaikeyi melahirkan Bharata. Bubur Sumitra tersebut dibawa burung dan jatuh di pangkuan Anjani yang sedang meditasi. Bubur yang dianggapnya karunia tersebut dimakan dengan penuh kebahagiaan oleh Anjani. Dan tidak lama kemudian lahirlah Hanuman.

Sewaktu kecil Hanuman pernah lapar, sedangkan ibunya tidak ada. Ia melihat matahari yang dikiranya buah, maka ia terbang dan menelan langsung buah tersebut. Beberapa planet langsung gelap dan semua makhluk ketakutan. Dewa Indra marah dan memukul Hanuman dengan Vajra dan nampaklah kilat menyambar Hanuman dengan bunyi halilintar. Hanuman kecil pingsan dan Vayu, sang ayahanda marah dan tidak mau bekerja, dan berhentilah angin di seluruh alam semesta. Dewa semakin ketakutan dan Indra menyadari kesalahannya dan menyembuhkan Hanuman dan memberikan anugerah Hanuman sebagai Chiranjivin, makhluk yang dikaruniai usia yang sangat panjang. Amarah Vayu mereda dan menjelaskan kepada Hanuman bahwa beberapa planet kehidupannya tergantung dari matahari. Hanuman kemudian memuntahkan kembali matahari dan semua dewa memuji dan menghormati Hanuman.

 

Masa Remaja Hanuman Penuh Perjuangan

“Salah satu penyebab utama kematian potensi adalah kenyamanan yang berlebihan. Ini melumpuhkan semangat juang kita. Tak ada lagi gairah untuk menghadapi tantangan. Seorang anak atau remaja yang sejak kecil dimanjakan; seorang pejabat yang terlalu lama berkuasa; orang kaya yang lebih percaya pada kekayaannya daripada kemampuan dirinya; seorang miskin yang menjadi minder dan menerima kemiskinannya sebagai takdir atau nasib adalah “kenyaman” yang mematikan potensi kita.” (Krishna, Anand. (2001). Youth Challenges And Empowerment. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Hanuman kecil memang usil karena melimpahnya energi dalam dirinya, dia suka mengganggu para brahmana, lewat mulutnya dia meniup angin puting beliung, menyedot air persembahan, mematikan api agnihotra dan lain sebagainya. Agar tidak mengganggu para brahmana, Brahma kemudian membuat Hanuman lupa akan kekuatannya, dan  kekuatannya akan pulih kembali kala dia bertemu Rama.

Hanuman akan memegang peran penting di dunia, oleh karena itu Brahma sengaja membuat Hanuman lupa akan segala kekuatan dirinya. Hanuman hidup dengan Sugriva dan Subali dan menghadapi persoalan kehidupan sebagai manusia biasa. Belajar dari kehidupan manusia membuat Hanuman cepat dewasa dan tidak angkuh. Apalagi setelah bertemu Sri Rama. Hanuman sadar bahwa inilah Guru Pembimbing yang ditunggu-tunggunya selama ini. Waktunya telah tiba bagi Hanuman untuk menyadari kekuatannya yang akan dipersembahkannya bagi Sri Rama.

 

Hanuman Memperoleh Kembali Kekuatannya

Kata-kata Jambavan telah mengingatkan kembali kepada kekuatannya. Hanuman berterima kasih kepada Sri Rama yang telah mengembalikan kekuatannya, dan juga berterima kasih kepada Jambavan yang telah mengingatkan kembali tentang kekuatannya. Hanuman telah sadar hanya dengan pikiran sendiri, dia tidak akan mencapai kesempurnaan. Dia perlu bimbingan dari Tuhan. Dan Hanuman yakin bahwa Sri Rama adalah Tuhan yang mewujud untuk membimbingnya. Sehingga untuk mencapai kesempurnaan dia akan patuh terhadap Sri Rama.

“Hanyalah ada dua aspek Brahman atau Tuhan yang dapat dipahami manusia. Pertama, aspek Nirguna, atau abstrak, gaib, tidak bermanifestasi, tanpa wujud. Dan, dua adalah aspek Saguna, nyata, bermanifestasi, berwujud. Kedua-duanya adalah aspek Brahman atau Tuhan yang sama. Kemudian, ada yang merasa lebih dekat dengan aspek Nirguna, ada pula yang merasa lebih mudah menyadari kehadiran Tuhan lewat aspek Saguna. Memang, sebagaimana dijelaskan oleh Sri Krishna dalam Bhagavad Geeta, adalah lebih mudah merasakan kehadiran Tuhan lewat aspek Saguna. Karena, manusia sendiri memiliki aspek yang sama, Saguna. Manusia pun nyata, bermanifestasi, atau berwujud. Ada pula yang menggunakan aspek Saguna sebagai batu loncatan. Setelah mencapai tahap tertentu, ia beralih ke aspek Nirguna lewat meditasi dan latihan-latihan lain sebagainya. Bagi para panembah yang yakin, seorang Sadguru adalah aspek Saguna dari Brahman. Mereka menggunakan wujud Sadguru untuk mencapai Nirguna Brahman, Tuhan yang Tak Berwujud. Pun demikian dengan kita yang percaya kepada Sai sebagai Sadguru. Adalah sangat mudah untuk mengembangkan kasih tanpa syarat lewat bakti kepada Sadguru.” (Das, Sai. (2010). Shri Sai Satcharita. Anand Krishna Global Co-Operation Indonesia)

Jambavan, Anggada dan para pasukan lainnya kemudian melihat Hanuman membesar sampai sebesar gunung dan pamit kepada teman-temannya terbang ke Alengka. Mereka paham bahwa Hanuman telah mencapai keselarasan setiap elemen di dalam dirinya dengan elemen di luar dirinya. Hanuman telah mencapai keadaan Siddha.

 

Siddhi, kekuatan-kekuatan metafisik atau suprasensorik

Dalam buku “Hanuman Factor” (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) disampaikan penjelasan tentang Siddhi atau kekuatan-kekuatan metafisik/suprasensorik yang dimiliki Hanuman. Terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut:

Siddhi bisa diperoleh dengan menjalankan disiplin tertentu. Kekuatan-kekuatan yang dimaksud adalah:

  1. Anima: Kekuatan untuk memperkecil tubuh sampai seukuran atom
  2. Mahima: Kekuatan untuk memperbesar tubuh sampai ukuran yang tak terbatas
  3. Garima: Kekuatan untuk menjadi berat tanpa batas
  4. Laghima: Kekuatan untuk menjadi ringan tanpa batas
  5. Prapti: Kekuatan untuk mengakses semua tempat
  6. Prakamya: Kekuatan untuk menyadari semua keinginan
  7. Istiva: Kekuatan untuk memiliki apa saja
  8. Vasitva: Kemampuan untuk menaklukkan segalanya

Akan tetapi Hanuman bukan hanya memperoleh kekuatan-kekuatan metafisik akan tetapi juga puncak pencapaian kehidupan manusia.

  1. Anima adalah kemampuan untuk merelakan
  2. Mahima adalah kemampuan untuk memperluas kesadaran
  3. Garima adalah kemampuan untuk membulatkan tekad
  4. Laghima adalah kemampuan beradaptasi
  5. Prapti adalah kemampuan untuk memahami ilmu-ilmu duniawi
  6. Prakamya adalah kemampuan untuk mengetahui sifat keinginan
  7. Isitva adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang baik bagi Anda
  8. Vasitva adalah kemampuan untuk mengendalikan indera-indera Anda

Sumber: Terjemahan Bebas dari (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dengan kekuatannya pula Hanuman di Alengka bisa memperkecil dirinya menjadi monyet kecil yang tidak menarik perhatian.

 

Situs artikel terkait

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/

http://www.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Oktober 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: