Interfaith: A Live in experience!

“Kita tidak bisa menerima ‘apa adanya’. Kita selalu membandingkan dengan ‘apa yang sudah ada’ dalam referensi kita. Kesalahpahaman, pertikaian dan perang antar agama semuanya terjadi karena itu. Yang memiliki referensi Yesus akan membandingkan kehidupan dan perilaku Muhammad dengan Yesus. Sudah jelas, tidak cocok. Muhammad adalah Muhammad, Yesus adalah Yesus. Begitu pula mereka yang memiliki referensi Veda, lalu membandingkannya dengan Dhammapada atau sebaliknya. Subconscious mind membuat kita kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu sebagaimana adanya.” (Krishna, Anand. (2001). Medis dan Meditasi, Dialog Anand Krishna dengan Dr. B. Setiawan.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Toleransi beragama dan kesetaraan muncul dari sebuah “pemahaman jiwa” bahwa kita ini “pada dasarnya” satu. Tanpa adanya “pemahaman jiwa” ini, toleransi beragama dan persamaan hanya akan menjadi utopia, hanya gagasan belaka.

Cobalah “Interfaith, a Life in Experience” 16-18 Mei 2014 di One Earth Retret Ciawi.

 

Flyer-Blue-1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: