Bara Api Draupadi Menggelorakan Semangat Pandawa Melawan Kaurawa

draupadi dan pandawa sumber www india-forum com

Gambar Draupadi dan Pandawa sumber: www india-forum com

“Kromosom perempuan adalah X-X, 23-23 – dia sempurna. Kromosom laki-Iaki adalah X-Y, 23-22, dia kehilangan satu poin. Sudah diketahui bersama bahwa kromosom “X” pada laki-laki diturunkan dari ibunya. X adalah energi Feminin, yang menggerakkan kita. Seorang laki-laki tidak akan tercipta tanpa X, dia tidak bisa hidup hanya dengan kombinasi Y-Y. Sedangkan perempuan bisa hidup tanpa Y, dia bisa  hidup hanya dengan kombinasi X-X. Di balik kesuksesan seorang laki-laki ada perempuan yang berperan. Dan pernyataan ini pun memang benar karena perempuan merupakan personifikasi dari Sumber Kekuatan. Dalam tradisi Veda, ini disebut Shakti. Dan, Shakti bermakna Energi, Sumber Kekuatan. Kekuatan perempuan terletak pada kelembutan dan kehalusan budinya, yang membuatnya penuh kasih dan empati. Kaum perempuan oleh, karena itu bisa menjadi perawat yang hebat. Mereka lebih perhatian. Sebagai ibu, dia merawat. Sebagai saudari, dia mendukung. Sebagai istri atau kekasih, dia memperkuat.” (Krishna, Anand. (2009). The Gospel Of Obama. Koperasi Global Anand Krishna bekerja sama dengan Yayasan Anand Ashram)

 

Sita, Shakti Pemicu Peperangan antara Pasukan Sri Rama dengan Pasukan Rahwana

Sita adalah wanita (shakti)pemicu perang antara Sri Rama dibantu pasukan wanara melawan Rahwana dengan pasukan raksasa. Sita dikisahkan lahir dari bumi, Sita adalah Ibu bumi, mempunyai sifat bumi/tanah yang rendah hati, rela berkorban dan selalu menghidupi makhluk yang hidup di atasnya. Sita bersifat setia dan penurut, bila Rahwana akan memperkosanya, dia siap bunuh diri. Akan tetapi Sita tetap memperoleh perlindungan ilahi, Rahwana telah dikutuk seorang perempuan bahwa bila dia memperkosa seorang wanita, maka dia akan langsung mati, sehingga Rahwana sabar menunggu kerelaan Sita untuk menjadi istrinya. Sita adalah wanita yang taat, saat diminta menunggu Sri Rama untuk menjemputnya di Alengka dia patuh, bahkan saat diminta Sri Rama masuk ke dalam api penyucian demi meyakinkan rakyat Ayodya dia pun patuh dan dia selamat.

 

Draupadi, Shakti Pemicu Peperangan antara Pasukan Koalisi Pandawa dengan Pasukan Koalisi Korawa

Setting panggung Mahabharata berbeda dengan setting panggung Ramayana. Selain Bhima yang suka bertarung, empat Pandawa yang lain terlalu baik dalam menghadapi Adharma Kaurawa yang selalu berupaya memusnahkan para Pandawa. Sri Krishna tahu dan harus memberi pelajaran Bhagavad Gita kepada Arjuna untuk berperang melawan adharma yang mewujud sebagai saudara-saudara sepupu, kakek, guru dan handai-taulannya. Karena itulah Sri Krishna membutuhkan Draupadi yang lahir dari api, yang mempunyai sifat tegas dan cerdas serta berani menunjukkan keberanian untuk melawan hal yang merugikan dia dan keluarganya. Api tidak sederhana seperti tanah. Api selalu menuju ke atas. Memberi bantuan bagi dia yang menggunakannya dengan baik, tapi membakar segala sesuatu yang melawan dirinya.

 

Bara Api Draupadi

“Api memiliki kekuatan untuk mengubah bentuk. Panasnya dapat mengubah api menjadi uap, kayu menjadi abu, dan logam menjadi cairan. Kilauan pada wajah kita, kilauan pada kulit kita, semuanya karena Api – Agni. Ketika seorang berada dalam keadaan stres/depresi berat dan wajahnya tidak berkilau lagi; atau ketika seorang menderita penyakit kulit – maka ketahuilah bahwa ia kekurangan unsur api.” (Krishna, Anand. (2012). Cinta yang Mencerahkan Gayatri Sadhana Laku Spiritual bagi Orang Modern. Azka)

Pandawa menjadi berkilau karena api Draupadi. Yudistira yang suka damai berani perang melawan adharma akibat Draupadi. Api juga menunjukkan semangat yang menyala-nyala. Dikisahkan dalam kehidupan sebelumnya, Draupadi adalah devoti Shiva dan bertapa dengan penuh semangat mohon memperoleh suami yang mulia, kuat, ahli memanah, tampan dan bijak. Dalam kehidupan berikutnya dia memperoleh suami Lima Pandawa. Beruntunglah dalam kehidupan berikutnya Draupadi menjadi devoti Sri Krishna, lain dengan Shiva yang mengabulkan permohonan dengan segala resikonya ditanggung sendiri, Sri Krishna selalu memandunya untuk memutuskan masalah dengan bijak.

 

Berani Menentang Kezaliman

Pada waktu Svayamvara memperebutkan dirinya, Draupadi telah menanam benih permusuhan antara Kaurawa yang selalu menjerumuskan Pandawa dengan pihak Pandawa. Pada waktu Upacara Rajasuya, penahbisan Yudistira sebagai Maharaja dia juga telah mengambil keputusan bijak tidak menghukum Duryudana, Karna dan Dursasana  yang telah menghunus senjata mereka kecuali meminta senjata mereka untuk dikirimkan ke Kerajaan Hastina. Bagi Duryudana ini adalah sebuah penghinaan yang membuat mereka semakin benci dengan Draupadi dan Pandawa. Pada waktu Yudistira kalah bermain dadu, Draupadi sengaja dilecehkan di muka umum dengan ditarik kain sarinya oleh Dursasana sebagai penghinaan untuk menjatuhkan harga diri para Pandawa. Beruntunglah Sri Krishna selalu melindunginya. Selanjutnya  Draupadi mempermaklumkan perang melawan Kaurawa sebelum terjadinya perang Mahabharata, dengan mengatakan tidak akan mengikat rambutnya sebelum keramas dengan darah Dursasana. Draupadi mengajari Pandawa untuk protes dan membalas di dunia yang jahat dimana orang baik selalu menderita. Pada saat anak-anaknya mati dibunuh Ashvattama usai perang Bharatayuda dia minta Arjuna mencari Ashvattama sampai ketemu hari itu juga. Akan tetapi Draupadi pun menerima saat Ibu Kunti minta Ashvattama tidak dihukum mati melainkan diusir ke gurun Arvashtan yang tandus.

Karena dekat dan patuh pada Sri Krishna, maka Draupadi pun menjadi wanita yang bijak. Oleh karena setiap Pandawa menjadi istrinya selama setahun penuh, maka dia menyetujui Para Pandawa mempunyai istri lain. Mereka harus menunggu giliran selama 4 tahun untuk menjadi suaminya. Walaupun demikian istri-istri Pandawa tersebut tidak tinggal di istana kecuali Subhadra yang merupakan adik Sri Krishna.

Oleh karena hal-hal tersebut, leluhur kita di Nusantara jarang memberi nama putrinya dengan nama Draupadi. Sebagai orang tua mereka tidak tega kita melihat kehidupan Draupadi yang penuh cobaan, sedangkan sebagai suami mereka tidak nyaman juga mempunyai istri yang cerdas dan mempunyai pendirian yang tegas. Leluhur kita memilih nama Sita, Utari untuk putrinya ataupun nama dewi seperti Sri, Laksmi, Saraswati, Hapsari, Savitri dan sebagainya namun bukan Draupadi.

 

Para Wanita Pendukung Sang Pembawa Kebenaran

Bibi Chatijah adalah wanita pertama yang percaya kepada Nabi Muhammad, dan selalu mendampingi Nabi dengan setia melewati berbagai cobaan sampai akhir hayatnya. Konon, beliau pun selama hidupnya dalam mendampingi Nabi sekitar 28 tahun berumah tangga, tidak pernah dimadu Nabi dikarenakan penghormatan nabi terhadapnya. Bunda Maria dan Maria Magdalena tetap menunggui Gusti Yesus di salib sampai diturunkan dari tiang salib, sementara murid-murid prianya konon tidak menungguinya.

“Seorang cendekiawan yang hanya menggunakan otak dan logika – cenderung menjadi kering, keras, kaku, alot. Berwujud pria atau wanita, sami mawon – sama saja. Kecendekiaan adalah sifat maskulin……. Yang tidak bisa menerima Siddhartha siapa? Yang ingin membunuh Muhammad siapa? Yang menyalibkan Yesus siapa? Yang menghujat Krishna siapa? Tanpa kecuali, mereka semua adalah para ahli kitab. Para intelektual. Mereka-mereka yang sudah memiliki konsep. Mereka-mereka yang sudah kaku, keras, alot. Lalu siapa pula yang bisa langsung menerima para Buddha, para nabi, para mesias, para avatar? Mereka-mereka yang polos, berhati tulus, tidak berkepentingan dengan konsep-konsep baku. Amrapali, Khadija, Maria Magdalena, Radha. Incidentally, mereka semua adalah wanita, tidak sombong, tidak memiliki ijazah dari universitas, bahkan tidak memperoleh pengakuan dari masyarakat. Mereka tidak peduli. Mereka tidak takut mengungkapkan kebenaran.” (Krishna, Anand. (2001). Tantra Yoga. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements

2 Responses to “Bara Api Draupadi Menggelorakan Semangat Pandawa Melawan Kaurawa”

  1. Mahardika Nyoman Says:

    Luar biasa. Mencerahkan…. Terimakasih dan Anandam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: