Dewi Sri, Kemuliaan dan Kemakmuran Menghampiri Para Pekerja Keras

1 Dewi Sri shreeye namaha

“Berkaryalah dengan Kesadaran Jiwa, kemanunggalan diri dengan semesta, wahai Dhananjaya (Arjuna, Penakluk Kebendaan). Berkaryalah tanpa keterikatan pada hasil, tanpa memikirkan keberhasilan maupun kegagalan. Keseimbangan diri seperti itulah yang disebut Yoga.” Bhagavad Gita 2:48

“Kṛṣṇa mengingatkan Arjuna akan sifatnya. Arjuna bukanlah seorang materialis. Sebab itu, ia mendapat julukan Dhananjaya, Penakluk Kebendaan, Penakluk Harta-Kekayaan, berarti ia telah melampaui benda dan kebendaan, dalam pengertian, ia dapat menikmati dunia-benda tanpa keterikatan, maupun ketergantungan.

“Arjuna adalah Calon Kuat untuk menjadi Yogi – Untuk hidup dalam Kesadaran Yoga, yakni hidup dengan penuh kesadaran bila alam benda, bahkan badan sendiri hanyalah ruang main, panggung sandiwara. Bahwasanya, Jiwa berada di ruang ini untuk meraih pengalaman yang dapat memperkayanya – itu saja.

“Bukan memperkaya secara materi. Jiwa tidak berkepentingan dengan materi. Kekayaan Jiwa adalah, lagi-lagi, kesadaran diri. Kesadaran bahwa, sesungguhnya ia tak pernah berpisah dari Sang Jiwa Agung. Berbagai pengalaman yang diperolehnya selama ‘berbadan’ hanyalah semata untuk mengukuhkan keyakinannya pada Hakikat-Diri.” Demikian penjelasan Bhagavad Gita 2:48 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Krishna adalah Avatara Vishnu di zaman Dvapara Yuga. Petunjuk Sang Avatara Vishnu adalah agar Arjuna: ber- Kesadaran Jiwa, manunggal dengan semesta, berkarya tanpa keterikatan pada hasil, tanpa memikirkan keberhasilan maupun kegagalan.

 

Berikut ini adalah kisah dibalik Dewi Sri menjadi pasangan, shakti, energi kemuliaan dan kemakmuran bagi Vishnu………

Shree (Shri, Sri) adalah sebutan yang diberikan kepada orang atau yang suci, yang mulia. Kita menyebut Sri Krishna, Sri Rama, Sri Vishnu, Sri Paduka Raja dan sebagainya.

Shree sendiri adalah pasangan Vishnu, shakti, energi dari Vishnu. Shree dikaitkan dengan Kemuliaan dan Kemakmuran. Di bawah ini adalah salah satu versi kisahnya:

Dikisahkan pada saat para asura dan para deva bekerjasama mengaduk samudera untuk mencari Amrta, cairan yang membuat peminumnya mengalami keabadian, muncullah 14 “mutiara” dari dasar samudera. Dalam kisah Vinata dan Kadru kita telah mendengar bahwa salah satu permata tersebut adalah Kuda Uchaisrava silakan baca blog kisah spiritual tak lekang zaman “Dari Anak Saleh Menuju akendaraan Tuhan.”

Salah satu “mutiara” yang keluar dari samudera adalah Devi Lakshmi, Devi Shree. Dewi ini sangat cantik, menjadi sumber energi, shakti bagi kemuliaan dan kemakmuran. Para deva dan asura berharap sang dewi akan memilih salah satu sebagai pasangannya.

Pertama kami sang dewi melihat beberapa orang suci dan para rishi yang mengharapkan sang dewi memilih satu orang di antara mereka. Dewi Shree menolak dan mengatakan bahwa meskipun para suci menarik, tetapi mereka mempunyai masih memiliki ego karena merasa sedikit di atas manusia disebabkan mereka tahu rahasia menjadi dewa.

Selanjutnya sang dewi berjalan dengan penuh pesona sampai di depan para dewa. Kembali sang dewi menolak dan berkata bahwa mereka menjadi dewa karena kebajikan dan bahwa sang dewi hanya akan memilih seorang pekerja keras.

Sang dewi terus berjalan dan melihat seseorang yang tidak mempedulikannya, saat semua orang berupaya menarik perhatiannya. Dia adalah Vishnu yang sedang berbaring santai dengan bertelekan dengan siku lengan dengan penuh kedamaian.

Sang dewi mendatanginya, menggoyang kaki Vishnu sehingga Vishnu bertanya ada apa?  Sang dewi berkata bahwa dia ingin mengawininya dan Vishnu menerimanya.

Vishnu adalah penjaga dunia, pemelihara dunia dan dia selalu bekerja keras. Sejak saat itu Vishnu sang pemelihara dunia selain pekerja keras juga memiliki shakti, energi kemuliaan dan kemakmuran.

Mari kita merenung…….

Boleh jadi kita merasa suci, tetapi merasa lebih suci dari pada yang lain merupakan ekspresi ego dan kemuliaan dan kemakmuran tidak akan menghampiri kita.

Boleh jadi kita telah banyak berbuat kebajikan, akan tetapi tanpa bekerja keras kemuliaan dan kemakmuran akan melewati kita.

Boleh jadi kita sukses karena bekerja keras, akan tetapi kemuliaan dan kemakmuran tidak pernah menghampiri kita, karena kita tidak pernah merasa cukup, selalu serakah dan bertindak dengan segala cara yang jauh dari sifat mulia demi kepentingan diri sendiri.

Kemuliaan dan kemakmuran akan menghampiri mereka yang bekerja keras walau tidak peduli apakah hasil yang akan diraihnya mendatangkan kemuliaan dan kemakmuran. Dia telah melampaui ego dan bukan sekadar berbuat kebajikan tapi berkarya tanpa pamrih sehingga energi kemuliaan dan kemakmuran merasuk ke dalam dirinya.

Siapkah kita?????

Foto Dewi Sri di Dworowati Solo.

Advertisements

One Response to “Dewi Sri, Kemuliaan dan Kemakmuran Menghampiri Para Pekerja Keras”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: