Cara Vishnu Sang Pemelihara Alam Memperingatkan Kita

1-vishnu-plus-mantra

“Svapnapada atau Keadaan Mimpi adalah alam Viṣṇu, sang Pemelihara Ilahi Bertangan Empat. Tiga Tangan-Nya memegang śaṅkha atau cangkang keong; cakra atau cakram; dan gadā atau gada. Tunggangan-Nya adalah Garuḍa yang perkasa, raja para elang dan rajawali.” Tattva Sang Hyang Mahajnana 50 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Yoga Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

 

 Cara alam memperingatkan kita

Uraian Bapak Anand Krishna tentang keempat tangan Vishnu pada tahun 2009 tidak pernah terlupakan. Vishnu bertangan empat: tangan pertama sedang memberikan blessing dengan telapak tangan menghadap depan; tangan kedua memegang kerang, semacam terompet alam; tangan ketiga memegang chakra; dan tangan keempat  memegang gada.

Alam memperingatkan manusia seperti simbol 4 tangan Vishnu. Pertama kali, tangan memberi “blessing”, memaafkan kesalahan awal yang telah diperbuatnya. Kedua kali, tangan memegang terompet kulit kerang, setelah kita terus melakukan kesalahan, alam memberi peringatan dengan teguran keras. Ketiga kali, tangan memegang chakra, Alam memberi semacam tenggat waktu untuk memperbaiki perbuatan yang salah. Keempat kali, tangan membawa gada, begitu semua peringatan sudah dilaksanakan, masih “ndhendheng”, bebal, maka gada yang berbicara.

Seperti halnya alam memberi peringatan tentang bencana banjir. Ketika kita menebang hutan, dan kayunya hanya untuk keperluan rumah tangga sederhana, alam memaafkan. Tetapi ketika kita menebang hutan semakin banyak, bahkan dijadikan komoditi perdagangan, dan lahan hutan dijadikan pemukiman, terompet alam memberi peringatan lewat air sungai yang menjadi keruh karena banyaknya lumpur akibat bukit gundul terkena air hujan. Alam pun menggerakkan lembaga advokasi untuk mengingatkan masyarakat dengan terompet media. Selanjutnya alam tetap menunggu, memberi tenggat waktu untuk bertobat, memulihkan kondisi hutan. Dan akhirnya, karena keserakahan manusia yang menebang hutan semena-mena, maka datanglah alam membawa gada dan banyak dapur rumah, basement, kendaraan terparkir  yang dimasuki air berlumpur.

Vishnu “made in” Solo tanpa gada, mungkin orang Solo terlalu halus, mosok perwujudan pemelihara alam, perwujudan kasih memakai gada. Arjuna pun digambarkan langsing dan hanya Bhima dan Satyaki kesatria tegas yang memakai gada. Mungkin cukup gerakan tangan, mudra sudah memberi hasil yang sama…….. who knows?

 

Mengembangkan Ke-Visnu-an dalam Diri, Makna 4 Tangan Visnu

ATRIBUT-ATRIBUT VISNU MELAMBANGKAN semua hal yang kita butuhkan untuk hidup berkesadaran dan berkemanusiaan.

Sankha atau cangkang kerang melambangkan Ucapan yang Bertenaga, Kuat, namun Manis. Tegas tapi Lembut.

Cakra atau Cakram adalah perlambang gabungan Ruang dan Waktu. Sebagaimana Master saya selalu berkata, “Jangan menyia-nyiakan waktu karena waktu bukan sekadar kekayaan, sebagaimana dipercaya banyak orang, sesungguhnya waktu adalah Tuhan. Waktu itu Ilahi.”

Mereka yang menyia-nyiakan waktu, disia-siakan waktu. Cakram tersebut mengingatkan kita untuk menjadi efisien dalam segala hal yang kita kerjakan; untuk menjadi produktif sekaligus kreatif. Di saat yang sama, hendaknya kita juga ingat bahwa Roda Waktu tidak pernah berhenti. Ia terus berputar. Marilah kita tidak kehilangan kejernihan pikiran; marilah kita tidak menjadi arogan saat kita bergerak ke atas. Dan, janganlah berkecil hati saat bergerak ke bawah.

Kita tidak menggunakan kata “jatuh dan bangun”, karena kata-kata tersebut memiliki konotasi yang keliru. Ketika kita bergerak ke bawah, kita tidak jatuh. Ke mana kita bisa jatuh? Kita hanya bergerak ke bawah untuk kemudian bergerak ke atas lagi.

Jika kita memahami Permainan Kehidupan, Permainan Waktu — Kalacakra atau Roda Waktu—kita tidak akan pemah bermuram-durja. Apa pun yang terj adi, “Ini juga akan berlalu!”

 

GADĀ ATAU GADA tidak menyiratkan kekerasan. Ia menyiratkan kesiapan untuk menghadapi segala jenis tantangan.

Dengan kata lain, ketika kita menghadapi orang-orang yang hanya berbicara dalam bahasa kekerasan; ketika semua balasan non-kekerasan kita tidak memberikan hasil; maka kita tidak memiliki pilihan lain selain menjawab mereka dengan bahasa yang mereka pahami.

Non-kekerasan tidaklah sama dengan sikap pengecut. Non-kekerasan tidak membuat kita kabur dari medan perang kehidupan. Non-kekerasan malah memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala tantangan.

 

MASTER KITA SELALU BERBICARA TENTANG CINTA KASIH, NON-KEKERASAN. Salah satu dari kami, murid yang bodoh, menerjemahkannya sebagai “Love is the only Solution”, “Cinta Kasih adalah satu-satunya solusi”. Ia mencetak apa yang ia pahami sebagai kata-kata bij ak, pada kaus dan dan menyebarkan kaus tersebut.

Ketika Master melihatnya, beliau tergelak, “Apa yang akan kau lakukan bila kau menghadapi orang-orang yang tidak memahami bahasa cinta kasih? Bagaimana jika mereka tetap menyakiti dirimu? Cinta Kasih sebagai satu-satunya solusi adalah untukku, kawan. Aku tidak boleh mengangkat senjata, aku harus menerima semua pukulan mereka — tetapi ini bukan jalan yang tepat untuk kalian.

“Belaj arlah dari teladan dalam kisah Mahabharata. Krsna tidak mengangkat senjata. Ia adalah kusir Arjuna, bisa dikatakan tanpa pertahanan sama sekali. Tetapi, Ia tidak menasihati Arjuna untuk melepaskan senjata. Malahan, Ia menasihati Arjuna untuk menghadapi musuh-mushnya, menghadapi kebatilan.

“Kalian harus bertindak seperti Arjuna.

Bagi kalian, cinta kasih haruslah menjadi solusi terbaik, tapi bukan satu-satunya solusi. Jika cinta tidak berhasil, maka untuk membela diri, untuk membela kebajikan, untuk membela saudara-saudara dalam sarigha – kalian harus siap untuk menghadapi segala jenis tantangan!”

Berikutnya…..

 

TANGAN KEEMPAT VISNU BERADA DALAM SIKAP ABHAYA MUDRA: “Jangan takut! Bila Aku di sini?” demikian kata Master.

“Orang-orang hendaknya tidak takut pada kalian,” demikian lanjut Master,  “mereka hendaknya bekerja untuk kalian dan dengan kalian karena cinta.”

Pada kesempatan yang lain, beliau menjelaskan, “Kadang menjadi keharusan untuk mendisiplinkan anak-anak kalian, staf kalian, bawahan kalian. Kalian tidak boleh menghindar dari tindakan disiplin tersebut. Tindakan penegakan disipilin juga merupakan manifestasi dari cinta kasih. Tentu saja niat kalian haruslah jemih dan murni. Kalian tidak mendisiplinkan seseorang dengan benci. Hendaknya kalian melakukannya dengan cinta.”

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Yoga Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Foto Vishnu di Dworowati Solo

Advertisements

One Response to “Cara Vishnu Sang Pemelihara Alam Memperingatkan Kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: