yang Memenangkan Perang bukan Saya tetapi Krishna

buku-shangrila-krishna-sais-arjuna

Sore itu, Joseph dan Devi juga duduk bersama mereka. Duduk dalam keheningan, sambil memperhatikan napas. Mata mereka tertutup. Setengah  jam kemudian, Sang Guru mempersilakan mereka untuk membuka mata:

“Selama perang Bharatayudha, Krishna menjadi sais kereta Arjuna. Kisah ini sarat dengan makna. Krishna sebagai sais kereta….. ah!”

Anand Giri berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Jadikan Tuhan sebagai Sais Kereta Kehidupanmu. Biarkan Dia menuntunmu. Jangan meragukan, menyangsikan kebijakan-Nya. Mau dibawa ke mana saja, jangan mengeluh. Dia Maha Tahu. Jangan sok pintar. Jika berhadapan dengan seorang Krishna, jadilah bodoh. Jangan banyak bicara, dengarkan Dia……..

buku-shangrila

Cover Buku Shangrila

“Arjuna tahu persis, Krishna itu siapa. Tetapi, lagi-lagi kesadarannya merosot. Seusai perang Bharatayudha, ketika keretanya sudah sampai di depan tendanya, sebagaimana biasanya Arjuna menunggu Krishna untuk turun dulu dan membuka pintu untuk dia. Bayangkan, scorang Arjuna yang sudah tahu kesejatian Krishna masih juga memperlakukan Krishna sebagai sais biasa. Sebagai sopir. Tunggu sopir membuka pintu mobil, baru turun.

“Demikianlah ego para Arjuna. Dan Arjuna bisa ditemukan dalam diri setiap orang. Jangan menertawakan ketololan Arjuna, karena dia juga ada dalam diri kalian.

“Hari itu, Krishna tidak mau turun. Arjuna pun pura-pura membenahi bajunya. Mengangkt senjatanya, kemudian menaruhnya kembali untuk diangkat Iagi. Dia masih tunggu Krishna turun.

“Krishna yang sedang memperhatikan gerak-gerik Arjuna, akhirnya mempersilakan Arjuna

turun, ’Turun dulu, Arjuna…’

“’Turun dulu.’—pikir Arjuna, ’Nggak salah?!’ Kesal, tetapi dia tidak berani mcmbantah Krishna. Mukanya masam. Dia turun dan melangkah cepat menuju kemahnya tanpa menyalami Krishna.

“Sementara itu, Krishna pun langsung turun. Dan begitu turun, kereta yang dia bawa selama berrhari-hari meledak sambil mengcluarkan suara dahsyat. Arjuna menoleh ke belakang, ’Astaga, keretanya hancur, terbakar.’

“’Apa yang terjadi, Krishna?’ tanya Arjuna.

“Krishna rnenjawab, ‘Keretamu ini sudah berulang kali diserang oleh musuh. Kalau masih utuh, itu hanya karena Aku masih ada di dalamnya. Sekarang Aku turun dan selesai sudah tugas kereta ini, maka Aku biarkan hancur.’

“Arjuna sadar kembali bahwa kemenangan yang dia peroleh di medan perang Kurukshetra, bukan karena keahliannya, tetapi semata-mata karena Krishna. Tanpa Krishna, mungkin dia sudah ikut hancur lebur bersama keretanya.

“Renungkan kisah ini. Dan temukan Arjuna yang bersemayam di dalam diri kalian. Sadarkan dia bahwa apa pun yang terjadi, terjadi hanya karena Krishna. Bukan karena dia…..”

Anand Giri memejamkan kembali matanya. Para murid menerima isyarat Sang Guru. Jika ia memejamkan mata, mereka pun ikut memejamkan mata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: