Kematian: Bagi Kita Perpisahan, Bagi Bilal Pertemuan #Masnawi

buku-masnawi-3-bilal

Menjelang akhir hayatnya, badan Bilal melemah sekali. Istri dia sudah bisa merasakan bahwa tidak lama lagi suaminya akan meninggal. Dia sedih sekali. Bilal biasa-biasa saja malah tampak lebih ceria.

Sang istri berkata, “Sepertinya saat berpisah sudah semakin dekat.”

Bilal menanggapinya, “Bukan perpisahan. Tetapi pertemuan. Saat pertemuan sudah semakin dekat.”

“Suamiku, engkau akan memasuki alam yang lain. Alam yang berbeda – asing. Betapa sedihnya aku…”

“Tidak, tidak asing. Aku justru berpulang, kembali ke rumah. Betapa bahagianya aku…”

“Ya, tetapi kami tidak akan bisa melihat wajahmu lagi.”

“Bisa, kamu bisa melihat wajahku. Di antara para pencinta Allah, engkau akan melihat wajahku.”

Sang istri masih saja tidak bisa menerima kematian, “Rumah ini hancur sudah…”

Bilal tetap sadar, “Jangan memperhatikan awan. Perhatikan bulan yang berada di balik awan.”

 

Awan harus berlalu sehingga bulan terlihat jelas. Badan harus terlepaskan, sehingga jiwa bisa terbang bebas untuk bertemu dengan Allah!

Rumi melanjutkan:

 

Saat tidur, jiwa kita terbebaskan dari badan. Dia melayang jauh, bersuka-cita dan merayakan kebebasannya.

 

Bagi seorang Rumi, kematian memang tak lebih dari tidur panjang. Saat kita beristirahat dan tubuh menjadi segar kembali. Selanjutnya:

cover-buku-masnawi-3

Dunia ini seperti tempat pemandian umum. Panas, penuh dengan uap. Sudah jelas, jiwamu akan kegerahan dan berkeringat. Betapa pun luasnya, betapa pun  besarnya tempat pemandian, engkau tidak bisa berlama-lama di dalamnya. (Sudah selesai mandi, ya) harus keluar lagi.

Dunia ini bagaikan sekolah. Anda dan saya, kita semua sedang belajar di dalam sekolah ini. Ada yang baru masuk TK. Ada yang sudah duduk di bangku SMP. Ada juga yang sudah lulus kuliah dan akan diwisuda.

Karena ketidaktahuan, karena ketidaksadaran, kita menyamakan dunia dengan kehidupan. Kita anggap, selama berada di dunia kita hidup. Kalau sudah “meninggal” dunia, kita mati. Padahal, selama berada di dalam dunia, sesungguhnya kita masih belajar. Tentu saja, ada para senior yang bertugas mengajar. Tetapi, ya itu saja, proses belajar dan mengajar…

Di luar sekolah ini juga masih ada kehidupan. Bahkan hidup nyata itu justru ada di luar sekolah. Selesai kuliah, Anda harus turun ke lapangan. Keterikatan kita dengan dunia menunjukkan betapa tidak siapnya kita untuk turun ke lapangan.

Bagi Rumi, dunia ini ibarat Hamam, tempat pemandian umum. Mau berapa lama berada di dalam kamar mandi? Sudah mandi, bersih ya keluar, dong. Mau mandi sampai kapan?

Sang Maulana melanjutkan:

 

Tiba saat melahirkan, dan setiap wanita yang mengandung akan merasa sakit. Sementara, janin di dalam kandungannya malah bersuka-cita, “Sesaat lagi, aku bebas!”

 

Saat kematian, jiwa terbebaskan dari badan. Nah, sekarang tergantung dari kita. Jika masih berada pada tingkat lahiriah, maka kita akan merasa sakit. Seperti seorang ibu yang mau melahirkan. Dia jelas-jelas sakit.

Tetapi, jika berada pada tingkat batiniah, kita justru bersuka-cita. Seperti anak yang mau lahir.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Masnawi Buku Ketiga Bersama Jalaluddin Rumi Menggapai Kebijaksanaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Catatan:

Setiap aksi akan menimbulkan reaksi. Ini merupakan hukum alam. Yang lahir harus mati. Sejak hari kelahiran, proses kematian sudah mulai berjalan. Setiap hari Anda mati sedikit, sedikit, sedikit – sampai akhirnya proses kematian pun berhenti, dan saat berhentinya proses kematian adalah saat Jiwa sudah meninggalkan badan. Namun, Alam Tidak Pernah Berhenti – Kehidupan tidak pernah berhenti. Proses daur ulang berjalan terus. Kita tidak dapat menentang hukum ini. Boleh saja, hari ini karena keterbatasan wawasan, kita tolak suatu hukum, kita tolak satu kebenaran, namun sampai kapan? Penjelasan Bhagavad Gita 2:26

Sudahkah kita latihan meditasi sehingga pikiran kita bisa lebih jernih?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: