Prithu: Wujud Narayana Memperbaiki Dunia yang Porak Poranda #SrimadBhagavatam

buku-bhagavatam-kelahiran-prithu

Raja Lalim menyengsarakan rakyatnya, Raja Bijak menyejahterakannya

Kehidupan di dunia ini adalah bagian dari suatu Matriks Kehidupan yang sangat precise – presisinya sungguh luar biasa. Dengan merusak lingkungan, mencemari sumber air, dan sebagainya, kita tidak hanya mencelakakan planet bumi dan penghuninya—termasuk kita sendiri – ,tetapi juga mengganggu Matriks Kehidupan tersebut.

Meletusnya gunung, terjadinya tsunami, dan sebagainya bukanlah fenomena alam semata. Amukan alam dapat dihindari, atau setidaknya dapat diminimalkan, jika kita bekerja sama dengan alam, jika kita merawat bumi ini dengan penuh kasih. Apalagi mengingat posisi kita yang tinggal di wilayah ring of fire atau cincin api. Letupan-letupan emosi kita, awalnya hanya memengaruhi hidup kita, relasi kita, dan orang lain yang berurusan dengan kita. Tetapi lambat laun, ketika letupan-letupan emosi itu berubah menjadi letupan kolektif, terjadilah bencana alam! Setiap tindakan dan perbuatan kita memengaruhi alam sekitar kita. Ketika suatu masyarakat bertindak salah secara kolektif, maka konsekuensinya mesti ditanggung secara kolektif pula. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Mengapa masyarakat harus menderita akibat keputusan Raja Anga meninggalkan istana, dan njuga kezaliman pemerintahan Raja Vena akibat kesalahan keputusan para Rishi yang mengangkat Vena? Bagaimana pun juga keputusan mereka merupakan keputusan kolektif menyangkut seluruh rakyatnya. Sehingga akibatnya pun harus ditanggung secara kolektif pula. Para Rishi akhirnya membuat keputusan bijak melahirkan Prithu dan menobatkannya sebagai raja. Rakyat pun kemudian akan menerima berkahnya.

Prithu adalah wujud Gusti untuk melindungi dunia. Saat dewasa Prithu dinobatkan sebagai raja, dan para dewa, para bangsawan, para rishi membawa hadiah bagi Prithu. Prithu tidak mau dipuji, karena kepemimpinan dia belum terbukti. Dia belum punya pengalaman memerintah kerajaan dunia. Prithu tahu bahwa kondisi rakyatnya sangat miskin dan menderita kelaparan. Akan tetapi semua hadiah tersebut diterima dan dipergunakan demi kesejahteraan rakyatnya.

Prithu bermeditasi dan mulai paham bahwa penyebab kelaparan adalah Bunda Bumi yang telah menelan semua pangan. Demikian pula semua tanaman obat telah disembunyikan. Telur unggas pun tidak bisa ditetaskan. Binatang buruan sembunyi jauh dari pemukiman. Prithu sampai pada keputusan untuk menghukum Bunda Bumi penyebab kesengsaraan. Prithu mengambil Busur Dewata dan mengejar Bunda Bumi yang mewujud sebagai sapi betina.

cover-buku-yoga-patanjali

Bunda Bumi membeberkan penderitaan yang dialaminya

Kita mempertahankan hidup dengan sari-sari makanan dan oksigen yang kita peroleh dari Bunda Bumi. Pakaian kita, rumah kita, kendaraan kita, perlengkapan kerja kita, semuanya disediakan oleh Bunda Bumi. Bumi yang berada dibawah telapak kaki adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk yang hidup di atasnya. Semua makhluk yang hidup di bumi ini dipenuhi kebutuhan hidupnya dari lahir sampai mati oleh Bunda Bumi. Kasih Bunda Bumi terhadap semua makhluk hidup berjalan searah. Dia tidak mengharapkan apa pun dari makhluk yang dihidupinya. Semua makhluk di atas bumi ini dipelihara kehidupannya olehnya. Tujuh milyar manusia, trilyunan binatang ber sel satu sampai binatang besar, trilyunan tanaman, semuanya dihidupi dengan makan dan nafas oleh Bunda Bumi. Ibunda kandung yang mengandung kita, yang menyebabkan kita ada di dunia pun dipelihara oleh Bunda Bumi. Bunda Bumi adalah pemelihara kehidupan kita semua.

Bunda Bumi melarikan diri, takut anak panah Prithu akan menghabisi nyawanya. Bunda Bumi begitu takut, tubuhnya menggigil, dan terjadilah gempa terasa di mana-mana. Napasnya kacau tidak teratur, dan puncak-puncak gunung berapi ngos-ngosan keluar asap pekat, kawah di atas gunung terdengar menggelegak seperti gemuruhnya detak jantung Bunda Bumi. Prithu mengejar terus Bunda Bumi yang lari ketakutan. Akhirnya Bunda Bumi sadar bahwa dia tidak bisa melarikan diri dari Prithu yang perkasa.

Bunda Bumi tak dapat lagi menemukan tempat berlindung, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui Prthu dan bersujud di hadapannya. “Wahai raja dunia, aku berlindung pada-Mu. Paduka adalah raja yang adil dan mestinya Paduka tidak  mengganggu seorang perempuan sepertiku. Sekalipun bersalah seorang perempuan tidak harus dibunuh. Mengapa Paduka berusaha membunuhku, padahal aku tidak berbuat kejahatan terhadap Paduka? Dan jika Paduka membunuhku di mana Paduka akan meletakkan kerajaan Paduka? Paduka adalah wujud Narayana, mengapa tidak mengingat wujud Narayana sebagai Varaha yang membawa aku ke permukaan dari dasar samudera yang sangat dalam? Mengapa sekarang mau memusnahkan aku?

buku-bhagavatam-prithu-mengejar-sapi-bunda-bumi

Prthu berkata, “Engkau telah melakukan kesalahan, itulah sebabnya Aku harus menghukummu. Di dalam upacara persembahan yang dilakukan manusia, engkau mendapatkan bagianmu. Akan tetapi engkau tidak memberi mereka makanan. Dalam wujud sapi engkau makan rumput akan tetapi engkau tidak memberikan susu kepada manusia. Engkau sudah mengabaikan peraturan yang dibuat oleh-Ku. Maka Aku perlu menghukummu. Hukum harus ditegakkan di atas dunia. Engkau juga telah menyembunyikan tanaman obat pemberian Brahma.  Rakyat-Ku menjadi menderita karenanya. Seseorang yang tidak berpikir tentang kebaikan terhadap orang lain harus dibunuh oleh seorang raja. Perbuatan tersebut bukan perbuatan adharma. Dagingmu akan Kubagikan kepada manusia dan aku tidak cemas tentang tempat kerajaan-Ku yang musnah, dengan yoga-Ku aku mampu  mendirikan kerajaan baruku.”

Bunda Bumi kemudian menjelaskan penderitaannya di bawah pemerintahan Vena. Bunda Bumi sangat kelelahan mendapatkan perlakuan kejam dari Vena. Binatang-binatang yang hidup di atas Bunda Bumi diburu dan dibunuh hanya untuk kesenangan. Hutan-hutan dibabat hanya untuk menyenangkan nafsu keserakahan. Setiap pohon memberikan daun, buah, kayu dan kerindangan akan tetapi Vena membabatnya dan tidak menanam kembali. Seluruh telur unggas dijadikan pesta pora tanpa menyisakan telur untuk ditetaskan. Seluruh  ternak disembelih tanpa menyisakan induk untuk melahirkan anaknya. Setiap malam Bunda Bumi mendengarkan rintihan rakyat yang menderita dalam ketakutan. Para ponggawa yang jujur justru disudutkan dan dibuat tidak berkutik dan hanya bisa berdoa penuh keputusasaan. Emas di dalam bukit ditambang semena-mena dan dipakai perhiasan para ponggawa yang pongah. Para pekerja hanya dibayar dengan upah yang kecil dan tidak berani protes atau nyawanya terancam. Bunda bumi semakin menderita.

Bunda Bumi melanjutkan bahwa Tugas Prithu adalah memperoleh yang terbaik dengan cara yang tepat dari Bunda Bumi. Bunda Bumi menjamin semua kebutuhan manusia. Bunda Bumi akan menyediakan anak sapi perah, asalkan memperoleh pemerah yang tepat. Lembah di Bumi agar dibendung agar hujan dari langit tidak terbuang percuma. Manfaatkan air yang dibendung untuk pertanian, perikanan dan air minum di musim kemarau.

Prithu menyimak kata-kata Bunda Bumi, anak panahnya dilepaskan dari busurnya serta dikembalikan ke punggungnya. Prithu membenarkan penjelasan Bunda Bumi. Bunda Bumi sangat sabar atas kejahatan Vena, orangtuanya. Prithu berjanji akan memperoleh cara yang tepat untuk memperoleh manfaat dari Bunda Bumi. Prithu berjanji akan merawatnya sebaik-baiknya.

Prithu menjadikan Manu sebagai sapi dan dirinya sebagai tukang perah. Dari sapi tersebut keluar susu tanaman obat beserta benih-benihnya. Para rishi memperoleh susu pengetahuan dari Bhrihaspati. Para asura memerah sapi Prahlada dan memperoleh ilmunya. Para gandharva memerah sapi Vishvavasu untuk memperoleh susu musik yang merdu. Para pitri memerah sapi Aryama untuk memperoleh makanan bagi leluhur. Para siddha memerah sapi Kapila untuk memperoleh siddhi, kekuatan dari olah batin. Para raksasa memerah sapi Rudra untuk memperoleh kesaktian. Binatang melata memerah sapi Taksaka untuk memperoleh racun. Para pohon memerah sapi pohon Pipal untuk memperoleh getah kehidupan. Semua makhluk memperoleh susu terbaik yang mereka perlukan.

Prithu berterima kasih atas kebaikan Bunda Bumi dan dia dijadiakan putri terkasihnya. Sejak saat itu Bunda Bumi disebut Prithvi, Pertiwi, Putri Prithu. Prithu dikenal sebagai pengatur dunia yang pertama. Seorang Raja Agung yang dikasihi seluruh umat manusia.

Catatan:

Perjalanan batin adalah hidup berkesadaran, yang tidak mementingkan kepentingan diri, keluarga maupun kelompok tertentu. Tapi, memperhatikan kepentingan tetangga, masyarakat, sesama warga dunia, yang dengan sendirinya kepentingan diri ikut terurusi. Itu saja. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menunda peralihan kesadaran seperti itu, tentunya jika kita ingin meraih kebahagiaan sejati, yang disebut tujuan hidup tertinggi oleh Krsna. Penjelasan Bhagavad Gita 9:33

Sudahkah kita mengambil langkah pertama untuk meningkatkan kesadaran? Memperoleh kejernihan pikiran dari latihan meditasi?

Advertisements

One Response to “Prithu: Wujud Narayana Memperbaiki Dunia yang Porak Poranda #SrimadBhagavatam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: