Jada Bharata: #Reinkarnasi dalam Keluarga Saleh dan Sejahtera #SrimadBhagavatam

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kelahiran kembali di keluarga yang menunjang kesadaran

Krsna menjelaskan Jiwa yang telah berupaya untuk mencapai kesempurnaan dalam Yoga, belum mencapainya, dan keburu “meninggal”. Jika itu yang terjadi, maka, karena ia telah “bertindak secara bijak” dengan mengupayakan pencapaian kesempurnaan dalam Yoga, ia akan menikmati “kenikmatan alam-alam surgawi”……………

Dan hikmah dari pengalaman seseorang yang hendak mencapai kesempurnaan dalam Yoga – mengundang reaksi alam. Semesta membantunya dengan memfasilitasi “kelahiran ulang” dalam keluarga yang saleh dan berkecukupan – sejahtera dalam pengertian yang sesungguhnya – sehingga ia dapat meneruskan perjalaanannya. Bhagavad Gita 6:41 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Bharata adalah putra Raja Rsabha yang hampir mencapai Narayana, akan tetapi dia harus menuntaskan karma yang telah dilakukan pada kehidupan sebelumnya, sehingga dia harus melewati kelahiran sebagai seekor rusa. Kini, untuk menyelesaikan obsesi yang belum dilakukannya, dia dilahirkan kembali sebagai putra seorang Brahmana bernama Angirasa.

 

Ingatan Kehidupan Masa Lalu

Yang penting, kembangkan Sifat-sifat dasar Daivi atau Ilahi sekarang dan saat ini juga. Maka, jika tidak dalam hidup ini, setidaknya dalam masa kehidupan berikut, kita sudah pasti mencapai kesempurnaan diri. Dalam kelahiran berikut, kita hanya akan melanjutkan apa yang tidak sempat diselesaikan kehidupan sekarang. Saat itu, kita akan ingat hikmah setiap pengalaman penting. Setiap pengalaman dari masa kehidupan sebelurnnya, yang dapat menunjang peningkatan kesadaran.

Ada saja di antara kita yang lahir dengan “ingatan” seperti itu. Di antaranya, ada yang berbagi pengalaman seperti Siddhartha Gautama, ada juga yang merasa tidak perlu menjelaskan, seperti Gandhi — Sang Mahatma. Mereka inilah yang lahir dengan Sifat-sifat Daivi atau Ilahi.

Mereka, yang dalam masa hidup ini lahir dengan daya ingat, dengan ingatan seperti itu, sudah  tidak “perlu” lahir kembali. Inilah kehidupan mereka yang terakhir. Kecuali, mereka sendiri memilih untuk menjalani kelahiran ulang semata untuk berbagi pengalaman dalam serial lain, barangkali juga di dunia atau alam lain. Bhagavad Gita 16:5 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Jada Bharata ingat kehidupan masa lalunya, sebagai raja bijak yang meninggalkan kerajaan setelah tua untuk fokus pada Gusti Narayana, dan kemudian lahir sebagai rusa karena di saat-saat terakhir dia alpa.

Sekarang dia tidak mau mengulangi kesalahan tersebut. Hanya jalan yang diambil Jada Bharata sangat ekstrim dan sulit bagi kita-kita. Bharata tidak mau terpengaruh oleh bad company, pergaulan yang tidak menunjang. Dan, itu dilakukan dengan cara berperilaku seakan-akan dungu, tuli dan bebal. Bahkan diajari ayahnya untuk mempelajari Veda saja pura-pura tidak bisa, sehingga ayahnya menyerah. Walaupun demikian Bharata tetap berhubungan, selalu mengingat dan fokus pada Gusti Narayana.

Setelah kedua orang tuanya meninggal, Bharata dipekerjakan oleh saudara-saudara tirinya sebagai pembantu yang mengerjakan apa pun yang diperintahkan oleh mereka. Bharata melayani mereka dengan sebaik-baiknya dan selalu bekerja dengan rajin sejak pagi hingga matahari terbenam dan menerima makanan terjelek apa pun yang diberikan kepadanya. Bagi awam Bharata dijadikan budak oleh kakak-kakak tirinya, akan tetapi Bharata telah berketetapan hati berserah kepada Gusti Pangeran.

 

Berserah diri Kepada Gusti Pangeran

“Pusatkanlah segenap pikiran serta perasaan pada-Ku; Berbaktilah pada-Ku dengan menundukkan kepala-egomu. Demikian, niscayalahengkau mencapai-Ku. Aku berjanji padamu, karena kau sangat Ku-sayangi.” Bhagavad Gita 18:65

Berserah diri dengan melepaskan ego adalah latihan, upaya, teknik, untuk merealisir Sang Aku Sejati………….

“Berserah diri memang merupakan kekalahan ego—namun kekalahan yang memenangkan Kesadaran Jiwa yang Hakiki……. Bhagavad Gita 18:65 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Adalah seorang kepala perampok yang belum mempunyai putra dan diberitahu oleh orang kepercayaannya, bahwa dia perlu mengorbankan seorang manusia kepada Dewi Bhadra Kali agar dia dikaruniai seorang putra.

Para anak buahnya kemudian mencari orang yang cocok sebagai persembahan dan mereka menemukan Bharata cocok sebagai korban persembahan. Mereka menemukan Bharata yang dungu tetapi memiliki perawakan kekar karena selalu bekerja di ladang setiap hari. Mereka memilih manusia yang dikorbankan sebagaimana memilih hewan kurban yang baik.

Para perampok heran manakala Bharata tidak melawan kala diikat dan dibawa menuju kuil Bhadra Kali tempat pengurbanan. Ia diminta mandi dan diberi pakaian yang bersih dan diminta duduk menutup mata. Seorang anak buah perampok bertindak sebagai pendeta membaca mantra dan mengangkat pedangnya untuk membunuh Bharata.

Dewi Bhadra Kali datang dan melihat seorang brahmana yang bersinar terang di tempat pengurbanan. Dia melihat ada sebuah rencana jahat saat ada seorang brahmana yang rela dikorbankan untuk kepentingan para perampok. Sang Dewi tahu bahwa kejahatan itu akan dipersembahkan kepadanya. Sang Dewi kemudian membunuh semua perampok dan menjadikan mereka sebagai persembahan. Sang Dewi kemudian memberkati Bharata, selanjutnya lenyap.

 

Mulai melangkah menapaki Jalan ke arah kebebasan

Intinya kita sudah melangkah dalam spiritual, bahwasanya sebelum ajal kita mengalami “kecelakaan” sehingga turun kesadarannya, kita tidak akan dirugikan sebagaimana penjelasan Bhagavad Gita berikut:

Pertanyaan Arjuna, adalah : “Taruhlah Krsna, saya melatih diri untuk mengendalikan pikiran, perasaan, pancaindra, segala-galanya. Saya sudah berusaha sekuat tenaga dan sepanjang usia untuk menarik diri dari kenikmatan indra. Saya sudah mengharamkan semuanya demi kesadaran Jiwa. Tapi, menjelang ajal tiba, beberapa saat atau beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan sebelum maut datang untuk menjemput – pikiranku menjadi liar kembali. Bagaimana jika saat itu aku mulai memikirkan kenikmatan indra? Bagaimana jika aku keluar jalur lagi, padahal garis finish sudah di depan mata? Bukankah aku merugi total? Sudah susah payah mengendalikan diri sepanjang hidup, lalu tergoda kembali menjelang ajal tiba – apa jadinya diriku? Apakah Jiwa mengalami nasib yang sama seperti awan yang belum cukup tebal untukmenyebabkan hujan – kemudian tercerai-berai, tercecer? Tidak di sini, tidak juga di sana. Tidak meraih kesempurnaan dalam Yoga, dan kenikmatan pun terlewatkan?” Penjelasan  Bhagavad Gita 6:38 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Sri Bhagavan (krsna Hyang Maha Berkah) bersabda: “Tiada kerugian bagi orang seperti itu, baik di dalam hidup ini maupun dalam kehidupan berikutnya. Seseorang yang berbuat baik, tiada mengalami sesuatu yang tidak baik.” Bhagavad Gita 6:40 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Catatan:

Berada dalam alam meditasi anda akan lebih sadar, dan waspada. Begitu keluar dari alam meditasi, kendati sebentar saja, anda akan terperangkap lagi. Itu sebabnya, para master menganjurkan Good Company-pergaulan yang bisa menunjang evolusi batin.  Dari buku Masnawi Satu

Sudahkah kita waspada dengan pergaulan kita?

Advertisements

One Response to “Jada Bharata: #Reinkarnasi dalam Keluarga Saleh dan Sejahtera #SrimadBhagavatam”

  1. Ni Made Adnyani Says:

    Reblogged this on Ni Made Adnyani and commented:
    “Pusatkanlah segenap pikiran serta perasaan pada-Ku; Berbaktilah pada-Ku dengan menundukkan kepala-egomu. Demikian, niscayalahengkau mencapai-Ku. Aku berjanji padamu, karena kau sangat Ku-sayangi.” Bhagavad Gita 18:65

    Tulisan ini sebagai reminder tentang kewaspadaan. Upeksha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: