Vamana Avatara: Lahir dari Kegigihan Ibu dan Berkah Narayana #SrimadBhagavatam

Kemenangan kelompok dharma dan adharma silih berganti

Tiada sesuatu yang bertahan – segala sesuatu sedang berubah. terus. Tidak ada sesuatu yang permanen. Ini adalah salah satu aspek Kebenaran. Aspek Kebenaran dari sudut pandang materi atau kebendaan……

Namun, ada juga aspek lain dari Kebenaran Tunggal yang satu dan sama ada-Nya. Aspek ini tidak mudah dipahami, karena untuk memahaminya kita mesti menembus dimensi “nyata” dan memasuki dimensi “gaib” atau “tidak nyata”. Aspek ini adalah Keabadian Jiwa dan Relasi Jiwa dengan Jiwa Agung. Aspek ini tidak nyata, setidaknya belum terungkap sepenuhnya bagi kita yang masih hidup dalam keraguan. Aspek ini bersifat spiritual, rohani. Aspek ini mempertemukan materi dan Spirit atau Jiwa, di mana materi terlihat jelas tidak bisa berbuat apa-apa tanpa landasan Spirit, tanpa Jiwa.

Segala perubahan yang terjadi di alam benda ‘bisa terjadi’ karena adanya interaksi dengan Jiwa, dengan Spirit. Tanpa adanya interaksi dengan Spirit, tidak ada pemain sandiwara, tidak ada permainan. Tidak ada sandiwara. Jiwa atau Spirit bersifat kekal abadi. Sementara itu, alam benda berubah terus. Para pemain pun berganti peran terus. Setting sandiwara juga tidak statis, ada saja perubahan. Penjelasan Bhagavad Gita 11:2 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Dikisahkan bahwa setelah para dewa memperoleh amrita, minuman keabadian, para asura kembali menyerang para dewa. Akan tetapi para asura mengalami kekalahan, Bali Raja asura pingsan dan sebagian besar asura mati dalam pertempuran. Rishi Narada datang dan menyarankan perang agar disudahi saja, tujuan para dewa untuk memperoleh amrita sudah tercapai. Indra dan para dewa setuju, mereka kembali menguasai kerajaan mereka dan para asura kembali ke tempat tingggal mereka.

Waktu berlalu, Rishi Sukracharya, guru para asura menyembuhkan Bali dan menghidupkan kembali para asura. Rishi Sukracharya mempunyai mantra sanjivani yang dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati, yang akan dikisahkan kemudian.

Bali putra Virocana, cucu Prahrada, adalah seorang pemimpin besar para asura. Bali menghadap guru para asura yaitu Sukracarya putra Bhrigu. Bhrigu adalah putra Brahma sedangkan ibu Sukracarya adalah Khyati, putri Kardama-Devahuti.

Sukracarya kemudian mengadakan upacara persembahan yang akan mengembalikan kekuatan dan keperkasaan Bali. Selesai upacara persembahan, nampak Bali menjadi lebih kuat dan lebih agung. Bali naik sebuah kereta perang kebesaran dan para asura menjadi pasukan tangguh yang menyebabkan nyali para dewa menjadi ciut. Bali dan pasukannya segera kembali menyerang istana para dewa dan menduduki kota Amaravati.

Indra yang kalah kemudian menghadap guru para dewa yaitu Bhrihaspati putra Angira. Angira adalah putra Brahma dan ibu dari Bhrihaspati adalah Shraddha, putri Kardama-Devahuti. Jadi baik Brihaspati, guru para dewa maupun Sukracharya, guru para asura semuanya adalah cucu Kardama-Devahuti.

Bhrihaspati menjelaskan bahwa Sukracarya berada di balik kepulihan kebesaran Bali dan sebaiknya Indra dan para dewa meninggalkan Amaravati dulu, menunggu waktu yang tepat. Akan ada waktunya Sukracarya tersinggung dengan tindakan Bali dan segala kebesaran Bali akan ditariknya kembali.

Bali kemudian menjadi raja dari tiga dunia dan menyelenggarakan upacara 100 Asvamedha dan kebesarannya menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia.

 

Upaya gigih seorang ibu dan berkah Gusti melahirkan putra perkasa

Pernikahan antara dua anak manusia yang berada pada gelombang kesadaran yang sama dapat memperkuat “gelombang bersama” mereka. Dan, dengan kekuatan itu pula mereka dapat mengundang kekuatan-kekuatan alam yang kemungkinan tidak dapat diakses secara terpisah.

Banyak orang menjadi sukses setelah pernikahan. Kenapa? Karena alasan yang telah dijelaskan di atas. Kekuatan ganda suami istri mampu meningkatkan gelombang mereka bersama dan mereka bisa meraih keberhasilan yang tak terbayangkan sebelumnya.

………………

Para Yogi sangat menghormati kaum perempuan dan menghargai peran mereka sebagai penopang keluarga, masyarakat, dan bangsa. Mereka jauh lebih intuitif daripada kaum pria, lebih disiplin, lembut tapi tegas. Di wilayah peradaban Hindia, kaum perempuan tidak pernah dianggap sebagai warga masyakarat yang lemah dan oleh karenanya mesti selalu berada di bawah kaum pria. Bagi setiap pria yang ingin meraih keberhasilan: Hendaknya kau menghormati para wanita dalam hidupmu.

Seorang wanita adalah personifikasi Bunda Alam Semesta. la adalah wujud kasih dan kekuatan, kelembutan dan ketegasan. Janganlah menyalahtafsirkan kelembutannya sebagai kelemahan. Tiada seorang pun yang menjadi besar, tanpa peran wanita dalam hidupnya. Oleh karena itu berterimakasihlah kepada kaum perempuan, bersyukurlah kepada Keberadaan atas kehadiran mereka dalam hidupmu. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva(The Blissful Prophet), Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Aditi adalah putri Daksa dan istri dari Rishi Kasyapa. Rishi Kasyapa adalah putra Rishi Marici-Kala dan cucu dari Kardama-Devahuti. Aditi dan Rishi Kasyapa adalah sepasang anak manusia yang setara, sama-sama menjadi bhakta Narayana, sehingga mereka dikaruniai putra-putra yang menjadi para dewa dan di antaranya adalah Indra, seorang raja dewa.

Pada waktu Rishi Kasyapa pulang setelah lama bertapa, dia melihat Aditi sedang berada dalam kesedihan yang nyata. Aditi menyampaikan bahwa dia sangat menderita karena Indra dan para dewa lainnya diusir pergi dari Amaravati oleh raja asura, Bali.

Aditi berkata, “Aku adalah seorang perempuan bodoh yang tidak tahu dengan cara apa Gusti Narayana harus dipuja. Tidak mungkin aku bertindak seperti kamu bertapa dengan keras. Tunjukkan  cara yang mudah bagi perempuan sepertiku agar doaku dikabulkan-Nya.”

Rishi Kasyapa berkata, “Aku diajari Brahma mengenai Payovrata, laku siang-malam memuja Narayana dimulai saat bulan terang pada bulan Phalguna (pertengahan Februari-pertengahan Maret) selama 12 hari dengan hanya minum susu sebagai makanan. Ucapkanlah mantra “Aum Namo Bhagavate Vasudevaya.” Jika kamu melakukan ini dengan penuh bhakti, maka Narayana akan mengabulkan keinginanmu.”

 

Doa Aditi

Setiap doa yang dipanjatkan dengan ketulusan hati dan kesungguhan jiwa pasti terkabulkan! Berdoalah, setiap kali kau menghadapi suatu keadaan di mana keseimbangan dirimu goyah. Berdoalah setiap kali kau merasa tidak berdaya dan lemah untuk menghadapi suatu tantangan yang berat. Berdoalah dengan cara menarik diri dari keramaian; membuka hati, pikiran, dan jiwamu kepada Gusti Allah. Berdoalah untuk memperoleh tuntunan-Nya, bimbingan-Nya. Dan, yakinilah bahwa la Maha Mendengar. Banyak cara yang ditempuh-Nya untuk menjawab doamu. Bukalah dirimu terhadap semua cara itu. Ada kalanya la mengutus para malaikat, para dewa, atau para roh suci untuk menolongmu, membimbingmu. Ketahuilah bila semuanya itu terjadi semata karena la menghendaki-Nya. Para Yogi selalu berdoa untuk Terang, untuk Tuntunan, untuk Kebijaksanaan, Kekuatan, dan Kasih. Doa mereka selalu terkabulkan. Belajarlah untuk berdoa seperti mereka. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva, Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.)

 

Aditi melakoni Payovrata dengan taat, dan pada hari keduabelas tapa bratanya, Narayana nampak di hadapan Aditi dan berkata, “Ibunda para dewa, kau tidak perlu menceritakan apa yang membuatmu menderita. Aku mengetahui bahwa para putramu ada dalam kekuasaan para asura. Kau ingin para putramu kembali berkuasa, akan tetapi kau harus sabar menunggu. Pada saat ini bintang Bali sedang bersinar karena kemuliaan Sukra.  Bagaimanapun aku senang dengan tapa bratamu, aku akan dilahirkan sebagai putramu. Jangan mengatakan kepada siapa pun karena kelahiranku adalah suatu devarahasya.” Dan, kemudian Narayana lenyap dari pandangan Aditi. Setelah tiba waktunya lahirlah Vamana yang tumbuh menjadi laki-laki kerdil.

Silakan ikuti kisah Vamana dalam Srimad Bhagavatam selanjutnya…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: