Putri Sukanya: Temukan Gusti, Lainnya Akan Ditambahkan #SrimadBhagavatam

Barangkali kita tidak akan berurusan dengan Tuhan bila Ia adalah Hyang Maha Menegur dan Maha Menjewer kuping ketika kita berbuat salah. Kita lebih suka dengan atribut-atribut Tuhan seperti Hyang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Jelas, kita tidak mau ditegur dan dijewer kuping kita. Berarti, Tuhan yang Membahagiakan kita adalah Tuhan yang Memenuhi segala macam kebutuhan, bahkan keinginan materi kita. Dan, tidak pernah menegur, apalagi menghakimi dan menghukum kita. Keberagamaan kita sepenuhnya, 100 persen adalah urusan materi murni!

                Tuhan dan Uang Membahagiakan kita. Sesungguhnya, yang kita maksud adalah: Tuhan yang menyediakan Uang dan Uang itu sendiri yang membahagiakan kita. Berarti, kebahagiaan manusia Indonesia sepenuhnya datang dari Uang, dari Materi. Tidak heran, bila politisi senior kita menganggap perolehan suara di pemilu sebagai rejeki. Tidak heran pula bila kita tidak pernah lupa mengucapkan syukur kepada Hyang Maha Kuasa ketika meraih kekuasaan. Dari olahragawan hingga rohaniwan – semuanya mengharapkan materi dari Tuhan.

                Nabi Isa pernah mengingatkan kita: “Carilah Dia, maka segala sesuatu yang lain akan ditambahkan kepadamu.” Kita mencari Dia, supaya memperoleh segala sesuatu. Sama-sama mencari, tetapi lain pencaharian Sang Nabi dan lain pencaharian kita. Sang Nabi tidak mencari untuk memperoleh sesuatu. Kita mencari dengan tujuan jelas untuk memperoleh sesuatu. Dikutip dari artikel “Kebahagiaan dan Manusia Indonesia”, Anand Krishna, Radar Bali, Senin 26 November 2007

Tersentuh oleh kesetiaan sang istri terhadap dirinya yang sudah tua dan hidup di tepi hutan belantara, maka Rishi Chyavana berdoa dengan penuh kesungguhan terhadap Dia Hyang Maha Memiliki Segalanya……. bagi Putri Sukanya, dia sudah sangat bahagia bertemu dan melayani sang rishi yang bijak. Sang putri memahami bahwa tujuan hidup adalah Gusti dan bukan materi. Sang putri tidak sadar bahwa setelah memperoleh Gusti maka semua yang lain akan ditambahkan.

Pada suatu hari sepasang Kumara, Makhluk Setengah Dewa Aswin Kembar datang ke Ashram Chyavana. Sang Rishi merasa bahwa kedatangan mereka merupakan jawaban dari doanya. Sang rishi memberikan hormat dan berkata, “Kalian adalah penyembuh dan pemberi obat kepada para dewa. Karena kalian seorang profesional, maka para dewa tidak memberikan “soma” sepanjang ritual persembahan yajna. Kalian dianggap sebagai dewa dengan status yang lebih rendah. Bila kalian bersedia membuatku menjadi muda dan tampan, maka aku akan membuatmu memperoleh bagian soma.”

Aswin Kembar setuju, dan kemudian mereka mengucapkan beberapa mantra. Setelah itu, Rishi Chyavana diminta mengikuti mereka masuk danau. Keluar dari danau Sukanya melihat tiga pemuda tampan memakai kalung bunga teratai. Sukanya menyembah mereka bertiga dan mohon diberitahu yang mana suaminya. Aswin kembar memberitahu ciri-ciri suaminya dan kemudian mereka mohon diri dan kembali ke surga.

Beberapa waktu kemudian Raja Saryati pergi ke Ashram Chyavana untuk menanyakan masalah yajna, sekaligus menengok putrinya. Manakala sang raja masuk ashram, dia melihat putrinya sedang bercengkerama dengan pemuda tampan seperti dewa. Raja segera melengos dan pergi meninggalkan ashram. Sukanya mengejar sang raja, akan tetapi sang raja tidak mau melihat wajah putrinya.  Sukanya berkata, “Ayahanda, aku kangen dengan ayahanda, akan tetapi mengapa menatap wajahku saja ayahanda tidak mau?” Sang raja berkata, “Engkau adalah keturunan Manu yang agung. Mengapa kamu merendahkan diri dengan menipu Rishi Chyavana dengan berselingkuh dengan anak muda? Bagaimana kamu dapat melakukan perbuatan serendah itu?”

Dari belakang, sang anak muda tampan datang menyusul dan tersenyum. Sukanya berkata, “Ayahanda, anak muda ini adalah menantumu, Rishi Agung Chyavana!” Kemudian Sukanya dan Chyavana menceritakan kisah mereka dan tentang kebaikan Aswin Kembar.

Tak lama kemudian, Rishi Chyavana menyelenggarakan upacara Somayajna dan mengundang Aswin Kembar. Indra datang dan merasa tidak senang dengan peningkatan status kedewaan Aswin Kembar. Indra mengangkat vajra untuk memukul Rishi Chyavana, akan tetapi lengannya mendadak lumpuh dan vajranya tak berdaya. Indra kemudian menyadari bahwa dia tak perlu egois dan kemudian membiarkan Aswin Kembar turut serta menikmati soma sebagaimana layaknya dewa.

Dalam kisah Mahabharata, Dewa Aswin Kembar dipuja oleh Dewi Madrim, istri Pandu, Raja Hastina, sehingga dari Dewi Madrim melahirkan putra kembar tampan bernama Nakula dan Sadewa.

Advertisements

One Response to “Putri Sukanya: Temukan Gusti, Lainnya Akan Ditambahkan #SrimadBhagavatam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: