Nabhaka: Keserakahan Para Ahli Waris Raja #Srimad Bhagavatam

Bhagavan Vyasa menyampaikan kisah Srimad Bhagavatam kepada Rishi Suka

 

“Wahai Bharatarsabha (Arjuna, Banteng Dinasti Bharat), ketika sifat Rajas berkuasa, seseorang menjadi serakah; dan, segala aktivitasnya hanyalah bertujuan untuk meraih kenikmatan duniawi. Sebab itu, ia pun gelisah ketika keinginan-keinginannya tidak terpenuhi.” Bhagavad Gita 14:12

Kekuasaan Rajas adalah yang paling umum. Rata-rata, kita semua, hampir sepanjang hari, berada di bawah pengaruhnya. Sepanjang hari kita aktif bekerja – Namun, tujuan kita hampir selalu untuk menghasilkan materi “saja”. Jarang sekali kita memikirkan apakah pekerjaan itu mulia atau tidak? Apakah pekerjaan itu hanya menguntungkan kita semata atau juga adalah baik bagi orang-orang di sekitar kita? Apakah kita mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain?

Kemudian, ketika keinginan dan harapan kita untuk meraih keuntungan sebesar dan sebanyak mungkin tidak tercapai, kita rnenjadi gelisah. Kegelisahan semacam itu memang wajar, lazim, dan alami — karena kesenangan sesaat yang kita kejar selalu bergandengan dengannya.

Selama kita mengejar “suka”, maka “duka” yang adalah kembarannya, menanti di luar pintu kehidupan kita. Begitu “suka” keluar, masuklah “duka”. Demikian mereka bergantian mengunjungi kita. Para pengunjung setia! Penjelasan Bhagavad Gita 14:12 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Salah seorang dari garis keturunan Manu adalah Nabhaka. Nabhaka sangat tekun belajar pada gurunya, sehingga bertahun-tahun tidak pernah nampak di istana. Nabhaka sebagai putra bungsu sebenarnya adalah putra tersayang ayahandanya. Akan tetapi sang ayahanda tidak bisa menunda perjalanan spiritualnya untuk menjalani Vanaprastha, keluar istana untuk melepaskan keterikatan pada duniawi.

Pada saat sang ayah berhenti sebagai raja dan meninggalkan istana menjalankan Vanaprastha, maka seluruh harta kekayaan ayahnya dibagi oleh saudara-saudaranya. Pada saat pembagian kekayaaan tersebut, Nabhaka ditinggal oleh para saudara-saudaranya sehingga dia tidak mendapat bagian kekayaan.

Sejak awal kisah manusia selalu ada saja permasalahan tentang warisan orangtua. Kisah yang sama selalu berulang-ulang terjadi bahkan sampai kini. Warisan adalah bukan hasil keringat kita sehingga kita wajib memanfaatkannya demi kebaikan. Warisan adalah amanah, walau secara hukum kepemilikan dunia adalah milik ahli waris, akan tetapi perlu dipelihara karena pada dasarnya bukan hasil keringat kita.

Pada saat Nabhaka kembali dari berguru dan pulang ke istana, para saudaranya berkata bahwa seluruh harta kekayaan sang ayah telah dibagi oleh mereka. Menurut penjelasan Bhagavad Gita di atas, pada umumnya demikianlah yang terjadi, kebanyakan orang bersifat rajas, mereka tidak  memikirkan apakah tindakan mereka itu mulia atau tidak? Apakah tindakan mereka  itu hanya menguntungkan mereka semata dan merugikan saudaranya yang sedang pergi. Demikianlah karakter para saudara Nabhaka.

Para saudaranya berkilah bahwa menurut kesepakatan bersama, maka seorang anak yang sudah lama tidak muncul dianggap sudah meninggal dunia. Mereka menetapkan hak warisan berdasarkan peraturan tersebut dan sudah terlambat untuk membaginya lagi. Semua kekayaan sudah habis terbagi. Yang belum dibagi adalah ayahnya, maka Nabhaka diminta mengambil ayahnya sebagai hasil pembagian kekayaannya. Nabhaka tidak emosional, dia tetap jernih dan ingin menemui ayahnya untuk mengetahui duduk-perkaranya.

 

Kejernihan pikiran dan kesabaran Nabhaka

Jadikan Sri Krsna – Sang Sais Agung – sebagai sais Kereta Kehidupan kita, maka tidak ada lagi kekalahan, tidak ada lagi kegagalan. Saat ini, kita menempatkan nafsu berahi kita, keserakahan kita, keangkuhan kita, dan lain sebagainya, pada posisi sais. Itu sebabnya kita mengalami kegagalan, kekalahan.

Apabila kita menempatkan Akal Sehat dan Pikiran Jernih, dan Hati yang Bersih pada posisi sais, hidup akan berubah menjadi suatu lagu yang indah. Hidup kita dapat menjadi suatu Perayaan. Dikutip dari Pengantar Bhagavad Gita buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Nabhaka dengan polos datang kepada ayahnya dan menceritakan pernyataan para saudaranya tentang pembagian harta sang ayah dan bahwa dia mendapat bagian berupa sang ayah sendiri. Sang ayah berkata bahwa saudara-saudaranya terlalu tamak terhadap harta. Sang ayah berkata bahwa dirinya tidak seperti harta kekayaan yang dapat membantunya memperoleh kenyamanan. Akan tetapi karena hal demikian telah terjadi, maka sang ayah hanya akan membantu pemikiran.

Sang ayah berkata, “Anakku di dekat sini Rishi Angirasa sedang mengadakan upacara persembahan yajna Abhiplava dan Prasthya selama enam hari. Di akhir hari keenam, Resi Angirasa tidak akan mampu menghapal dua buah mantra yang sangat panjang, padahal tanpa mantra-mantra tersebut, upacara yajna tidak dapat diselesaikan. Kamu agar tetap berada dalam upacara yajna tersebut dan hapalkan  dua mantra yang akan kuberikan kepadamu. Bila mereka sukses dengan upacara tersebut, mereka akan mencapai surga, sehingga mereka akan sangat berterima kasih kepadamu yang telah memberikan kedua mantra tersebut. Selanjutnya mereka akan memberikan kepadamu seluruh barang berharga yang ditinggalkan dalam upacara yajna tersebut. Dengan cara seperti itu maka kamu akan mendapat kekayaan.”

Apakah Nabhaka yang patuh terhadap ayahandanya berhasil memperoleh harta dari Yajna Rishi Angirasa?

Mengapa Dewa Rudra datang mengaku dialah pemilik harta sisa yajna tersebut?

Apakah yang akan terjadi?

Silakan simak kisah Srimad Bhagavatam berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: