Vishvamitra: Makna Tapa Kaushika #SrimadBhagavatam

Makna bertapa dalam kisah Srimad Bhagavatam dan konteks masa kini

Tapah, bertapa atau mendisiplinkan diri; Svadhyaya, mempelajari kitab-kitab suci, atau mempelajari Sifat Diri yang Sejati; dan Isvara Pranindhana,Penyerahan diri pada Isvara, Ilahi Hyang Menerangi Sanubari setiap makhluk—inilah Kriya Yoga, Yoga atau Disiplin dalam Laku atau Perbuatan. Yoga Sutra Patanjali II.1

Tapah, biasa diterjemahkan sebagai “tapa” dalam konteks “bertapa”. betul, istilah “tapa” dalam bahasa kita berasal dari tapah, namun pengertiannya bukanlah sekadar menjauhkan diri dari keramaian dunia, dan menyepi di hutan—lalu duduk manis bersila, memejamkan mata, dan tidak bergerak selama berjam-jam.

……………

Tapah bukanlah tujuan. Tapah adalah Pemanasan-Diri, warming-up, Laku-Awal untuk mempersiapkan diri.  Sebab itu, para Sophy atau Sufi mewajibkan setiap pemula, setiap novice untuk menyepi selama 40 hari. Setelah masa tersebut berakhir, barulah mereka diberikan pelajaran, dipandu. Masa Sepi atau Pemanasan-Diri itu penting untuk menguatkan niat dan tekad para pemula. Jika tidak mampu, silakan meninggalkan padepokan.

Tradisi mistisisme Kristiani mengenal berbagai macam retret. Dari yang singkat selama beberapa hari, hingga yang bersifat sepanjang usia, seperti yang dilakukan oleh para petapa Trappists.

Demikian, sesungguhnya Tapah dikenal dalam semua tradisi, semua ajaran Spiritual. Tujuannya pun sama, yaitu untuk pemanasan diri, untuk persiapan supaya seorang sadhaka, seorang seeker atau aspirant, seorang pelaku spiritual bisa “tahan banting”. Tanpa ‘pertahanan diri’ prima seperti itu, sadhana is simply not possible. Seseorang tak akan mampu melanjutkan disiplin diri hingga mencapai tujuan akhirnya, yaitu samadhi, pencerahan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Memperoleh Brahmastra dari Shiva

Pasukannya dikalahkan pasukan sapi Sabala milik Rishi Vasishtha, Raja Kaushika merasa sangat malu. Ternyata kekuatan seorang raja tidak dapat mengalahkan kekuatan seorang rishi. Raja Kaushika pulang ke istana menyerahkan singgasana kepada putra mahkotanya dan pergi bertapa.

Dengan tapa kerasnya, Shiva berkenan memberikan panah Brahmastra. Dengan panah tersebut, Kaushika kembali mendatangi ashram Rishi Vasishtha. Ashram tersebut dapat dihancurkan dengan panah Brahmastra. Kaushika berhadap-hadapan dengan Rishi Vasishtha yang membawa tongkat Brahmadanda.

Ternyata anak panah Brahmastra dari Kaushika terserap oleh tongkat Brahmadanda. Kembali Kaushika mengalami kekalahan dari Rishi Vasishtha.

Kaushika kembali bertapa selama ribuan tahun ingin menjadi rishi yang dapat menandingi Rishi Vasishtha.

 

Ber-tapah atau bertapa berarti bekerja keras, berkeringatan, tidak bersikap pasif. Keuletan, Kecekatan, Kepandaian dalam pengertian memiliki skill dan mengasah diri secara terus-menerus, semua ini adalah tapah.

Arti harfiah dari kata tapah sebagaimana telah klta bahas adalah “berpanasan”—memanaskan-diri. Tidak malas, tidak sontoloyo, tidak pernah memberikan alasan, “Tunggu sebentar ya, saya tidak bisa didorong-dorong seperti itu. Saya makhluk luar angkasa, tidak terbiasa di-push, ditekan seperti itu.”

Jika kita tidak bisa, tidak mampu bekerja under great pressure—di bawah tekanan yang luar biasa—maka kita belum bisa ber-tapah, dan sebab itu pula kita belum bisa memasuki Yoga. Tiada Yoga tanpa tapah. Yoga bukanlah sesuatu untuk bermain-main.

Seandainya kita menghendaki keadaan yang adem-ayem saja, maka tapah bukanlah untuk kita, Yoga belum menjadi kebutuhan kita. Penjelasan Yoga Sutra Patanjali II.32 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Merasa masih kalah dengan Rishi Vasishtha, Kaushika kembali melakukan tapa dan berkat kerja kerasnya memperoleh banyak siddhi, kekuatan alam. Dia dikenal sebagai Rishi Kaushika.

Silakan ikuti kisahnya lebih lanjut……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: