Vishvamitra: Tekad Berjuang menuju Brahmarishi #SrimadBhagavatam

Tergoda oleh Bidadari Menaka

Kesan-kesan dari masa lalu ini boleh diumpamakan sebagai file yang sudah di-delete, tapi belum musnah, masih ada di hard-disk, masih bisa di-retrieve. Retrievable file ini, walau tidak “se”-berbahaya file memori yang masih terpakai, tapi tidak aman-aman pula.

…………….

Wujud kita beda, jenis residu kita beda; tapi tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak memiliki residu atau sesa dari purva samskara—impresi-impresi dari berbagai pengalaman pada masa lalu.

Ada yang memiliki kesan dan impresi merokok; ada yang memiliki kesan menyabu; ada yang punya pengalaman dengan scotch; ada yang pernah termabukkan, tergila-gila oleh harta; ada yang oleh takhta; ada yang oleh wanita, pria, atau di antaranya; ada yang masih memiliki kesan berkeluarga pada masa lalu, sebaliknya, ada pula yang punya kesan melarikan diri dari tanggung jawab dan menyepi di hutan.

Intinya, tidak seorang pun bisa menyebut dirinya sudah bebas dan berada dalam wilayah aman. Kita semua masih dalam zona bahaya, danger zone! Jadi, sudah melakoni hidup berkesadaran selama berapa tahun pun, kita mesti tetap menjaga diri.

Kita mesti tetap berniat kuat, dan berupaya terus-menerus untuk mengeliminasi kesan-kesan dari masa lalu tersebut. Retrievable files mesti dihapus untuk selamanya. retrievable files purva samskara hanya membutuhkan trigger kecil, pemicu berkekuatan rendah di luar, untuk muncul kembali ke permukaan. Penjelasan Yoga Sutra Patanjali I.18 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dewa Indra yang takut pada kesaktian Kaushika yang semakin keras bertapa, mengutus bidadari Menaka, untuk menggoda. Kaushika tergoda dan hidup bersama Menaka selama 5 tahun dan lahirlah Shakuntala yang nantinya menjadi ibu dari Bharata, nenek moyang Pandawa dan Hastina.

Walaupun sudah lama bertapa, Rishi Kaushika masih terpicu juga dengan kejelitaan bidadari Menaka. Masih ada purva samskara, kesan-kesan masa lalu sang rishi yang bisa terpicu.

Sebetulnya dengan datangnya Bidadari Menaka, Keberadaan mengajari kelembutan terhadap Kaushika.

Wanita tidak lemah, tetapi lembut. Seperti kelembutan bunga. Bagaimana Anda menangani sekuntum bunga? Dengan cara yang sama pula Anda harus menangani seorang wanita. Sesungguhnya, dia memberi Anda kesempatan untuk menjadi “lebih” lembut. Hubungan Anda dengan seorang wanita, entah dia pasangan Anda, ibu Anda, saudara Anda, kekasih Anda atau siapa pun dia, merupakan Rahmat Allah. Lewat hubungan itu, Allah sedang “melembutkan” jiwa Anda. Lewat hubungan dengan wanita-wanita di sekitar Anda, Allah sedang mengguyuri jiwa Anda, menyirami jiwa Anda dengan Air Kasih. Dengan kelembutan kasih. Allah sedang mengangkat derajat Anda. Allah sedang meningkatkan kesadaran Anda. (Krishna, Anand. (2001). Masnawi Buku Keempat, Bersama Jalaluddin Rumi Mabuk Kasih Allah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Puasa Bicara

Ucapan ibarat napas yang dihembuskan di depan cermin. Sebersih-bersihnya cermin itu untuk sesaat akan berkabut, sehingga wajah kita tidak akan terlihat jelas. Lalu, jika Anda sudah mendengarkan suara hati nurani dan sudah tidak mengabaikannya lagi, jangan berisik. Jangan pamer. Jangan cepat-cepat menganggap diri Anda hebat.

Belajarlah untuk menyimpan rahasia. Diam-diam saja. Karena, setiap kata,setiap ucapan akan menciptakan “kabut keangkuhan”. Dan ‘cermin kesadaran’ pun akan berkabut kembali. Anda tidak akan bisa melihat wajah Anda yang sebenarnya, yang hakiki. Anda tidak akan bisa menemukan jati diri. Hindari kata-kata. Hindari banyak bicara. Seorang penyelam meditasi tahu persis apa yang dimaksudkan oleh sang maulana. Dia menyadari bahaya yang disebabkan oleh banyak bicara. (Krishna, Anand. (2001). Masnawi Buku Kesatu, Bersama Jalaludin Rumi Menggapai Langit Biru Tak Berbingkai. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Setelah mendapatkan pelajaran kelembutan, Kaushika kembali meneruskan bertapa selama 1.000 tahun. Takut tersaingi Kaushika, Indra kembali mengutus bidadari Rambha untuk menggoda, tetapi kali ini Kaushika tidak tergoda, bahkan mengutuk Rambha untuk hidup sebagai manusia selama 1.000 tahun di dunia.

Dengan perenungan selama 1.000 tahun, Kaushika sudah tidak tergoda oleh bidadari lagi. Akan tetapi, tiba-tiba kesadaran Kaushika muncul, bahwa dia belum bisa mengendalikan diri dan masih sering mengutuk. Padahal dia sudah belajar kelembutan dari Menaka sebelumnya. Potensi kekerasan masih ada dalam dirinya.

Selanjutnya Kaushika segera meneruskan tapanya dengan membisu. Tak mau bicara dengan siapa pun. Bukan hanya diam agar tidak menyakiti orang lain, Kaushika pun diam agar tidak ada keangkuhan dalam dirinya untuk memperlihatkan kelebihannya.

Para dewa menghormati semangat tak kenal lelah Kaushika dan memberinya gelar Brahmarishi kepadanya. Akan tetapi, hal tersebut belum memuaskannya, dia hanya mau menyudahi tapanya bila Rishi Vasishtha mengakui dirinya adalah seorang rishi.

Dengan sabar Rishi Vasishtha mendatangi Kaushika dan mengakui Kaushika sebagai rishi yang bergelar Rishi Vishvamitra, Sahabat Sahabat Alam Semesta. Rishi Vasishtha berkata, “Saat ini sudah kutunggu lama, akhirnya Rishi Vishvamitra menjadi mitraku sebagai Guru Sri Rama. Semoga kita diberkahi Sri Rama, Dia Yang Berada di Mana-Mana.”

Demikian perjalanan hidup seorang raja yang tak kenal lelah berupaya meningkatkan kesadaran, yang akhirnya menjadi Brahmarishi dan guru dari seorang avatara. Rishi Vishvamitra sejak zaman dulu sudah menjadi Guru dari Dinasti Surya, sejak Raja Trishanku, Harischandra putra Trishanku, Rohita putra Harischandra dan setelah beberapa generasi akhirnya menjadi guru Sri Rama, seorang avatara. Dan setelah perkawinan Sri Rama dengan Sita, tugasnya selesai dan dia pergi ke pegunungan Himalaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: