Nahusha: Terpeleset Karena Mabuk Kekuasaan #SrimadBhagavatam

Berhati-hatilah dengan dunia. Berdayakan dirimu, sehingga para perampok tidak akan mendatangi dirimu. Interaksi antara panca indera dengan dunia benda, dan objek-objek duniawi, menimbulkan stimuli-stimuli dalam diri Anda. Lalu Anda tergoda dan terpeleset. Apabila itu yang terjadi, sesungguhnya Anda kena todong, kena rampok. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2005). Isa Hidup dan Ajaran Sang Masiha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Pururava mempunyai putra bernama Ayu. Dan Nahusha adalah putra Ayu yang menggantikan tahta sebagai raja. Nahusha adalah seorang raja yang baik dan bijaksana. Kekayaannya tak terukur dan wilayah kekuasaanya sangat luas. Nahusha melakukan beberapa yajna dan sudah dianggap setara dengan Indra.

Pada saat Indra membunuh brahmana asura Vishvarupa yang pernah membantu para dewa, hanya karena dalam pemujaannya mendahulukan asura daripada dewa, maka Indra telah melakukan Brahmahatya, pembunuhan brahmana. Dikisahkan, Indra berbagi akibat kesalahan membunuh seorang brahmana kepada tanah, air, pohon, dan wanita. Karena itu sebagian tanah menjadi gurun, sebagian pohon mengeluarkan getah yang dilarang diminum, sebagian air saat menjadi gelembung tidak dapat dimanfaatkan, dan wanita tak tersentuh saat periode datang bulannya.

Selanjutnya, pada saat Indra membunuh Vritra seorang brahmana asura titisan dari Raja Chitraketu yang berjiwa besar, maka kesalahan Indra sangat besar. Bumi tidak lagi sanggup menanggung kesalahan Indra seperti kala membunuh Vishvarupa. Dikisahkan bahwa Brahmahatya seakan-akan mengejar-ngejar Indra untuk membalas dendam dan Indra sangat menderita karena perasaan tersebut. Indra melarikan diri dan masuk Danau Manasa yang dijaga oleh Lakhsmi dan Brahmahatya tidak bisa mendekati danau tersebut.

Selama seribu tahun Indra berlindung di danau Manasa dan melakukan tapa. Setelah melakukan tapa penebusan dosa selama seribu tahun, Indra akhirnya dibersihkan dari Brahmahatya dan dipanggil ke surga oleh Brahma. Selama ketidakhadiran Indra, Raja Nahusha telah diminta para dewa untuk memerintah para dewa di surga sebagai pengganti Indra.

Dengan  berjalannya waktu, Nahusha menjadi angkuh. Ia menyimpang dari kebenaran karena mulai mabuk dengan kekuasaan. Selama Nahusha menjadi pengganti Indra dia dihormati dan pergi ke mana pun selalu memakai tandu yang dipanggul para rishi. Dan, Nahusha lupa bahwa para rishi menghormati statusnya sebagai pejabat sementara Raja Dewa. Nahusa mabuk kekuasaan. Bahkan dia mulai berkeinginan mengambil Saci, istri Indra sebagai istrinya. Dia menyuruh para rishi memanggul tandu menuju tempat Saci. Nahusha tidak sabar dengan jalannya para rishi dia berkata, “Lebih cepat, lebih cepat, Sarpa, Sarpa!”

Rishi Agastya mengetahui apa yang ada dalam pikiran Nahusha, dan segera menghentikan tandu dan berkata. “Kamu tidak mengetahui apa yang sedang kamu katakan dan apa yang akan kamu lakukan. Kamu akan menjadi sarpa, bukan sarpa yang dapat bergerak untuk mendapatkan makanannya. Akan tetapi, kamu akan menjadi ular sanca yang harus menunggu makanannya datang. Kamu akan berada di Hutan Dwaitavana, hutan dualitas selama ribuan tahun!”

Ketika dikutuk Rishi Agastya, Nahusha dibersihkan dari keangkuhannya. Dan, kemudian dengan kerendahan hati Nahusha berkata, “Aku layak mendapat hukuman yang lebih buruk. Mohon berkahi diriku!”

Rishi Agastya sadar bahwa semuanya harus terjadi, dia hanyalah “Alat” dari Gusti Yang Maha Kuasa. Rishi Agastya berkata, “Kutukan tidak dapat ditarik. Kamu akan lepas dari kutukan pada zaman Dvapara Yuga. Dalam garis keturunanmu akan ada ksatria agung bernama Yudhisthira. Ia merupakan “amsa” dari Dharma. Ia akan melepaskanmu dari kutukan dan pikiranmu menjadi jernih kembali. Dan, kamu akan kembali ke surga.

Rishi Agastya, seorang chiranjivin, yang dikaruniai usia panjang, dikenal di tanah air sebagai Semar, seorang Prajapati, Pengurus Alam Semesta anggota Sapta Rishi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: