Puru Putra Yayati: Bakti Seorang Putra Bungsu #SrimadBhagavatam

Hutang terhadap orangtua atau leluhur

Interaksi atau hubungan dengan dunia tidak dapat dihindari. Para bijak jaman dulu mengaitkan interaksi atau hubungan tersebut dengan “utang” yang harus dibayar. Jika tidak, kita dikenakan bunga. Kita harus membayar lebih baik lagi. Adalah 5 macam utang atau Rina yang disebut:

Pertama: Deva Rina, yaitu utang terhadap Dewa. Yang dimaksud dengan Dewa adalah Kemuliaan, Kesadaran, Pencerahan, karena kata “dewa” berasal dari “divya”, “yang mulai, yang terang, yang berasal dari cahaya”. Tanah menopang beban kita semua. Dan tanpa ruang kita tidak dapat eksis. Kekosongan, kehampaan, kesendirian, space atau apa pun sebutannya, menciptakan peluang untuk diisi. Deva Rina juga berarti utang terhadap kemuliaan di dalam diri dan di luar diri.

Kedua: Pitra Rina, utang terhadap leluhur, atau barangkali lebih cepat “utang terhadap keluarga”. Saya mengartikannya demikian, karena keluarga adalah kontinuitas dari leluhur, dan leluhur adalah keluarga.

Ketiga: Rishi Rina, utang terhadap para bijak, atau terhadap kebijaksanaan itu sendiri. Cara kita melunasi setiap utang haruslah bijak. Cara kita menangani setiap persoalan harus bijak. Cara kita melayani hidup harus bijak.

Keempat: Nara Rina, utang terhadap sesama manusia. Kita tidak dapat berdiri sendiri. Apa yang saya lakukan berdampak terhadap Anda, dan sebaliknya. Semacam ripple effect, efek riak, satu kerikil yang saya lemparkan ke sungai berdampak hingga tepi sungai itu.

Kelima: Bhuta Rina, utang terhadap lingkungan. Jauh sebelum ilmuwan modern mulai memperhatikan lingkungan, flora dan fauna, jauh sebelum mereka mencetak istilah baru eco system, para bijak sudah memaparkan, menjelaskan hubungan manusia dengan lingkungannya.

Kembali pada tugas dan kewajiban terhadap keluarga, Pitra Rina: apa yang kita lakukan itu adalah tugas kita, kewajiban kita, utang kita. Kita sedang melunasi sesuatu. Janganlah mengharapkan apa-apa dari pekerjaan kita, maka kita akan terbebaskan dari rasa kecewa. Kita tak akan pernah kecewa. Jadilah seorang pelayan. Layanilah keluarga Anda sebagaimana orangtua Anda pernah melayani Anda. Semangat pelayanan inilah yang semestinya berada di balik pelunasan Pitra Rina. Janganlah mengharapkan sesuatu dari anak-anak Anda. Di usia senja Anda, jika mereka masih mau melayani Anda, bersyukurlah untuk itu, tetapi janganlah sekali-kali mengharapkan sesuatu dari mereka. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Siapakah di dunia ini yang dapat membayar hutangnya kepada ayahnya? Berkat seorang ayah kita memperoleh bentuk manusia. Dengan genetika ayah dan ibu kita menerima warisan kebijaksanaan. Berkat kedua orangtua kita bisa hidup mandiri. Tanpa menjadi manusia kita tidak dapat meningkatkan kesadaran untuk mencapai tujuan hidup kita, mokhsa.

 

Raja Yayati mengalami ketuaan karena kutukan Rishi Shukra. Rishi Shukra menyatakan bahwa penyakitnya bisa sembuh bila ada salah seorang putranya yang sanggup menukar kemudaannya dengan ketuaan sang raja.

Raja Yayati kemudian mendatangi para putranya. Pertama Raja Yayati mendatangi Yadu putra sulung hasil perkawinannya dengan Devayani. Yadu berkata, “Ayahanda, aku ingin melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik. Apa yang akan terjadi saat rambutku memutih dan tenagaku lemah? Umur tua tidak menyenangkan Ayahanda dan aku tidak mau bertukar usia dengan Ayahanda!”

Kemudian Raja Yayati mendatangi Turvasu, putra keduanya. Turvasu berkata, “Tidak Ayahanda, aku tidak ingin umur tua menghilangkan kekuatanku dan ketampananku!”

Raja Yayati kemudian mendatangi Druhyu dan Anu, putra sulung dan putra kedua dari perkawinannya dengan Sarmishtha. Akan tetapi, keduanya juga menolak menukar usia mudanya dengan usia tua ayahandanya.

Ketika Yayati mendatangi putra bungsu dari perkawinannya dengan Sarmishtha, dia sudah siap menerima penolakannya dan berupaya menerima usia tuanya dengan sebaik-baiknya.

Raja Yayati menemui Puru, putra bungsunya. Sang raja menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya sejak pertemuannya dengan Devayani dan Sarmishtha, sampai dirinya dikutuk oleh Rishi Shukra menderita penyakit tua dan hanya akan kembali muda bila ada seorang putranya yang sanggup menukar usia mudanya dengan ketuaan dirinya.

“Putraku, aku telah menjelaskan semuanya kepadamu, agar kamu dapat menarik hikmah dari kejadian yang telah kualami. Tidak ada yang perlu disesali, semuanya sudah terjadi, yang penting tidak diulangi. Keinginan-keinginan duniawiku membuat siklus hidupku semakin panjang. Aku tidak begitu berhasrat lagi untuk memintamu menggantikan diriku menerima kutukan Rishi Shukra. Aku akan menerimanya dan sisa waktuku yang lebih sedikit akan kugunakan untuk bertapa.”

Puru berkata, “Ayahanda, keempat kakakku menolak menukar usia mudanya dengan ketuaan Ayahanda dan mereka juga telah kau tolak sebagai putra mahkota. Diriku pun masih terlalu muda untuk menjadi penggantimu bila ayahanda pergi bertapa. Demi ibunda, demi ayahanda, demi kerajaan ini aku merelakan usiaku menjadi tua, kuterima tugas menggantikan diri Ayahanda untuk menjalani kutukan. Semoga ayah dapat memperoleh seorang putra lagi untuk menjadi putra mahkota. Semoga ayah menyelesaikan tugas-tugas yang masih tertunda.”

Jawaban Puru membuat Raja Yayati kaget, terharu, dan butir-butir air matanya bercucuran.

Dalam kisah Mahabharata, kita membaca kisah anak berbakti Bhisma yang bersumpah tidak kawin demi kebahagiaan ayahandanya yang istri mudanya ingin putra mereka menjadi putra mahkota.

Dalam kisah Ramayana, kita membaca kisah anak berbakti Sri Rama yang rela meninggalkan istana demi janji ayahandanya kepada istri ketiganya.

Demikianlah seorang anak yang berbakti kepada orangtuanya yang membuat Gusti memberi berkah karunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: