Gangga: Fasilitator Kelahiran Para Vasu di Bumi #SrimadBhagavatam

 

Hukum Sebab-Akibat dan Reinkarnasi menjelaskan: “Setiap orang yang menderita adalah karena ulahnya sendiri, karena perbuatannya sendiri. Jika tidak dalam hidup ini, seperti seorang bayi yang lahir cacat, maka dalam kehidupan sebelumnya.

Jadi hidup ini, masa kehidupan yang sedangkita jalani saat ini, tidak berdiri sendiri. Masa hidup kini hanyalah salah satu episode dari serial panjang kehidupan. Jika kita melihat satu episode saja, maka tidak dapatmemahami jalur ceritanya. Mesti melihat kehidupan secara utuh.

Berdasarkan perbuatan, kebutuhan untuk berkembang, dan masih sederet urusan-urusan lain, setiap jiwa menentukan sendiri kelahirannya kembali. Seorang bayi yang lahir cacat sudah pasti karena ada pelajaran yang mesti diperolehnya lewat tubuh yang cacat itu.

Nah, jika memang demikian, maka kita kembali pada pertanyaan awal kita: Kenapa mesti berdoa? Kenapa mesti memohon pengampunannya? Jika segala sesuatu terjadi karena Hukum Sebab Akibat, maka apakah Tuhan masih berperan dalam sandiwara kehidupan ini?

Peran Tuhan – Manfaat Doa. Apa yang terjadi ketika seorang berbuat salah, dan kemudian dihukum katakan sekian tahun ia mesti mendekam dalam penjara…  Hukuman sudah dijatuhkan, tetapi jika selama dalam tahanan, perilakunya baik, maka bisa saja ia memperoleh potongan masa tahanan. Berbagai keringanan yang dapat diperolehnya jika ia juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi sesama tahanan.

…………….

Masih ada kemungkinan lain… Sebagaimana seorang presiden, seorang kepala negara, seorang raja memiliki hak prerogratif untuk memberi pengampunan total, demikian pula Tuhan. Ia memiliki hak prerogratif untuk menghapus segala macam dosa-dosa kita. Asal, lagi-lagi ini menurut pendapat saya, dan berdasarkan pengalaman saya pribadi – kita insaf, kita bertobat. Dan, tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama.

Bukan hanya keringanan, walaupun tidak sering terjadi – tetapi Tuhan bisa mengampuni kita secara total. Dalam hal ini, peranan Tuhan bisa dibandingkan dengan peranan Presiden suatu Negara. Presiden mempunyai wewenang penuh untuk mengampuni seseorang, walau ia telah mengalami kekalahan dalam siding-sidang pengadilan sebelumnya. Namun, harus ingat, Presiden hanya mengambil keputusan jika ia yakin orang yang bersalah itu, benar-benar insaf, telah menyadari akan kesalahannya, tidak akan berbuat lagi. Sebelum mengambil keputusan, Bapak Presiden memperhatikan pula latar belakang dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan orang itu. Kita bisa tersesat, begitu sadar akan kesalahan kita dan kita mohon kepada-Nya agar diampuni, Ia pasti mengarahkan kita kembali ke jalan yang benar. Dikutip dari buku (Das, Sai. (2012). Swami Sri Sathya Sai Baba Sebuah Tafsir. Koperasi Global Anand Krishna)

Ada seorang raja agung di bumi bernama Mahabhishak. Sang raja pernah datang ke istana Dewa Indra untuk mendapat penghargaan. Kala itu Gangga, seorang bidadari, datang ke istana dan terpesona oleh ketampanan sang raja.

Indra berkata, “Sesungguhnya kamu seorang penghuni kahyangan, akan tetapi kamu menyenangi wajah manusia. Oleh karena itu kamu harus lahir ke dunia dan menjadi pasangan raja ini dalam kelahiran berikutnya.”

Dalam kegalauan hatinya, Gangga berjumpa dengan delapan Vasu, delapan dewa yang mewakili unsur-unsur alam. Mereka adalah Agni-api, Prithvi-bumi, Vayu-angin, Antariksha-atmosfir, Aditya-Surya, Dyaus-langit, Chandra-Bulan, Nakstrani-bintang-bintang kutub. Mereka berkata bahwa mereka dikutuk Rishi Vasishtha sehingga mereka harus lahir di bumi.

Para Vasu kemudian menyampaikan kisahnya…….

Para Vasu sedang menikmati perjalanan di hutan, kala istri Dyaus melihat seekor sapi yang sangat elok. Sang istri membujuk Dyaus, suaminya untuk mencurinya. Ketujuh Vasu yang lain tidak mengingatkan tentang tindakan salah tersebut dan bahkan membiarkan saja terjadinya pencurian.

Sapi tersebut ternyata milik Rishi Vasishtha, dan sang rishi tahu bahwa para Vasu telah mencuri sapinya. Kedelapan Vasu kemudian dikutuk harus lahir ke dunia. Para Vasu kemudian memohon ampun dan Rishi Vasishtha meringankan kutukannya. Tujuh dari Vasu akan bebas dari kelahiran di bumi dalam tahun kelahirannya, sedangkan Vasu Dyaus harus menerima hukuman penuh dan dia di bumi akan lahir sebagai Devavrata.

Dalam hal ini benih karma yang kita tanam akan berbuah pada saatnya nanti. Rishi Vasishtha dalam hal ini adalah wujud hukum alam yang bertindak selaras dengan hukum alam. Bagi yang taubat dan berjanji tidak mengulangi, panen sebab-akibatnya bisa diringankan.

Kesalahan 7 Vasu adalah mengetahui pencurian sapi, tetapi tidak mengingatkan dan membiarkan Vasu Dyaus mencurinya. Kesalahan tersebut dapat diperingan sehingga setelah kelahiran di bumi, pada tahun itu juga bisa kembali ke kahyangan. Sedangkan kesalahan Vasu Dyaus adalah mencuri sapi dengan mengikuti keinginan istrinya, sehingga Vasu Dyaus dihukum harus menjalani hidup di bumi sebagai manusia sampai meninggal.

Para Vasu meminta tolong kepada Gangga yang akan lahir di bumi, “Bunda Mandakini, mohon melakukan tindakan kebaikan kepada kami. Kami mohon dilahirkan sebagai putramu, tetapi kami takut hidup di dalam dunia. Oleh karena itu, buang kami ke Sungai Gangga, setelah Bunda melahirkan kami. Tindakan tersebut akan membuat kami memenuhi buah hukum sebab-akibat yang telah diberikan kepada kami.

Gangga menyetujui permintaan para Vasu.

Perkawinan antara Raja Santanu dengan Gangga merupakan akibat (karma) dari kehidupan di masa lalu. Bagaimana cara memperoleh pasangan yang baik? Dengan selalu berbuat baik mulai saat ini.

Pada waktu akan berhubungan suami-istri, sudah banyak ruh yang sesuai dengan genetik pasangan suami istri yang ingin masuk menjadi anak mereka. Itulah perlunya berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: