Past Life Vasudeva dan Devaki Orangtua Sri Krishna #srimadBhagavatam

Seperti apakah karakter orangtua dari Avatar?

Bagaimanakah Past Life, Kehidupan Masa Lalu mereka?

 

Renungkan, berapa kali dalam seminggu atau sebulan kita mengucapkan kalimat seperti ini, “Ya, bagaimanapun kita kan manusia biasa, awam, orang kecil!”

Menurut Krsna, ungkapan-ungkapan seperti ini adalah ungkapan-ungkapan bodoh! Ketika menganggap diri kita sebagai “manusia biasa, yang terbuat dari darah, daging, dan tulang-belulang” — sesungguhnya kita telah menghina Jiwa, percikan Jiwa Agung yang sedang mengemudi kendaraan-badan ini.

“Kau bukanlah darah, daging, dan tulang—belulang. Kau bukanlah kendaraan-badan, mesin, radiator dan sebagainya. Kau adalah pengemudi kendaraan ini.”

Krsna mengajak kita untuk mengubah perspektif hidup kita. Krsna adalah Sang Pengemudi Agung. Dan Dia — Krsna — adalah hakikat diri Anda. Hakikat diri saya. Hakikat diri kita. Kitalah Krsna!

Jadilah penguasa kendaraan badan dan indra. Setidaknya itu dulu.kendalikanlah pancaindra, nafsu—tidak dikekang—tapi dikendalikan, di-manage, diolah dengan baik. Jangan menancap gas terus, kadang gas, kadang kopling, dan jika kendaraan kita adalah jenis mutakhir, maka bisa dikendalikan lewat programming komputer yang sudah menjadi bagiannya. Jadilah pengawas dan pengemudi yang baik bagi diri sendiri. Penjelasan Bhagavad Gita 9:11 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Mereka yang tidak sadar bila badan hanyalah sebuah kendaraan; dan indra, gugusan pikiran serta perasaan dan lainnya hanyalah sekadar perlengkapan kendaraan; dan bahwasanya mereka adalah percikan Jiwa Agung — hidup dalam kesia-siaan.

Celakanya, hidup dalam kesia-siaan tidak hanya merugikan diri saja; tidak hanya merugikan yang bersangkutan saja; tapi setiap orang yang berhubungan dengannya. Persis seperti kecelakaan kendaraan beruntun di jalan bebas hambatan.

Atau, seperti seseorang yang bergaul dengan pemakai narkoba. Dirinya bukan pemakai. Ia pun tidak tahu-menahu bila teman yang duduk di dalam mobilnya sedang mengantongi beberapa butir ekstasi. Maka, saat tertangkap, dia ikut dijatuhi hukuman yang sama sebagai pengedar narkoba — karena “kendaraannya dipakai untuk berdagang, mengedar narkoba.” Penjelasan Bhagavad Gita 9:12 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Kurang lebih 3.200 tahun SM, Ahakura dari keturunan Yadu mendirikan kerajaan kecil di tepi sungai Yamuna. Mathura adalah ibukotanya. Kerajaan Mathura meluas karena menanami hutan yang tidak produktif dengan tanaman produktif dan membatasi lahan untuk pembangunan sehingga kelestarian alam terjaga.

Setelah Ahakura meninggal, Ugrasena bersama-sama Devaka dua bersaudara putra Ahakura memerintah kerajaan ini. Pemimpin kerajaan  Mathura tak mau disebut Raja tetapi Daas, Pelayan. Mathura tidak diperintah raja tetapi oleh dwitunggal Ugrasena dan Devaka, dan mereka adalah Mathura Daas.

Ugrasena mempunyai putra bernama Kamsa, sedangkan Devaka mempunyai putri bernama Devaki. Mereka bermain bersama, belajar bersama, layaknya saudara kandung. Devaka akhirnya meninggal. Dan Ugrasena segera mencarikan jodoh bagi Devaki. Dipilihlah Vasudeva yang merupakan keluarga jauh Ugrasena. Vasudeva adalah sahabat Kamsa. Sumber: berdasarkan buku (Krishna, Anand. (2007). The Gita Of Management, Panduan bagi eksekutif muda berwawasan modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Kebiasaan-kebiasaan asuri atau syaitani tidak berasal dari luar – sisa-sisa sampah syaitani masih ada di dalam diri kita, namun sudah mengendap. Adalah pergaulan syaitani di luar yang memunculkan sifat-sifat syaitani kita ke permukaan. Sisa-sisa yang tidak seberapa mendapatkan angin segar, hidup baru, dan berkembang biak kembali. Pemicu utama bagi sifat syaitani adalah pergaulan yang tidak menunjang perkembangan Jiwa, dan justru mengalihkan perhatian kita sepenuhnya pada badan dan indra. Penjelasan Bhagavad Gita 9:12 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Ini adalah kisah dimana Vasudeva dan Devaki masih menjadikan Jiwa Agung sebagai pengemudi tubuh mereka, sedangkan Kamsa merasa diri pribadi (ego) nya sebagai pengemudi tubuhnya. Pergaulan Kamsa lah yang memicu sisa-sisa sampah syaitani dalam diri Kamsa muncul kembali. Ditambah lagi mertua Kamsa, Jarasandha adalah seorang yang ambisius ingin menguasai dunia.

Rishi Shuka melanjutkan, “Devaki adalah yang paling suci di antara wanita. Dalam kalpa sebelumnya, dia bernama Prsni. Pada kalpa tersebut, Vasudeva adalah Prajapati Sutapa, prajapati pada kalpa itu. Mereka diperintahkan untuk melakukan tapa penuh pengabdian.  Pikiran mereka terfokus pada Narayana. Mereka tidak meminta moksha tetapi ingin melahirkan Narayana sebagai putra mereka. Mereka masih terlibat dalam kesenangan dunia dalam proses  melahirkan Narayana. Narayana yang dilahirkan sebagai putra Prsni selanjutnya dikenal sebagai Prsnigarbha dan menjadi terkenal karena kualitas kesuciannya.

“Kemudian pada kalpa ini di zaman Satya Yuga, Sutapa dan Prsni lahir lagi sebagai Kasyapha dan Aditi, dan lahirlah putra mereka sebagai Upendra yang terkenal dengan nama Vamana, sang penakluk Raja Bali.

“Kali ini adalah waktu yang ketiga mereka melahirkan Narayana sebagai Sri Krishna. Pada saatnya nanti, Sri Krishna akan berkata pada sang ibunda, “Jika bunda tidak melihat bentuk sejatiku, maka bunda akan terlibat lagi dalam maya dan tidak dapat mencapai moksha. Setelah melihat wujud sejatiku, ibunda akan menyadari bahwa aku adalah Brahman. Dan, setelah kelahiran ini bunda akan moksha. Demikian wahai raja, awal kisah tentang Devaki dan Vasudeva.”

Parikshit mendengarkan dengan penuh perhatian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: