Krishna: Penantian Para Gopi Reinkarnasi Para Pertapa Bijak #SrimadBhagavatam

Ada kisah menarik tentang Krishna. Diceritakan bahwa beliau memiliki 16,000 pacar, para Gopi. Sesungguhnya hubungan Krishna dengan para Gopi adalah hubungan Kasih. Saat itu, Krishna baru berusia 10-11 tahun, sementara para Gopi rata-rata diatas usia 16 tahun. Gopi berarti Cow-girl. Bukan Cowboy tetapi Cowgirl!

Krishna sendiri disebut Gopal — Pclindung Sapi. Dalam tradisi Hindu, sapi dianggap sebagai hewan yang paling jinak, dan kejinakan itu yang dilindungi Krishna.

Manusia pun tak luput dari sifat-sifat hewani. Bahkan kebutuhan akan makan, minum, tidur, seks dan sebagainya masih merupakan sifat-sifat hewani. Sifat-sifat yang kita miliki bersama hewan. Berarti ada sifat-sifat hewani yang “masih dibutuhkan demi keberlangsungan hidup”. Hanya saja perlu dijinakkan, dikendalikan. Dan yang menjinakkan adalah diri kita sendiri. Yang mengendalikan adalah kesadaran diri pula. Jadi sesungguhnya, setiap orang harus menjadi Gopal atau Gopi. Harus menjaga dan memelihara kejinakan “sapi”-nya.

Para Gopi disebut-sebut sebagai reinkarnasi para pertapa yang telah mencapai suatu tingkat kesadaran tertentu, tetapi belum mencicipi manisnya kasih. Mereka lahir kembali untuk menyelesaikan “skripsi”. Untuk mcngikuti “semester terakhir”. Sungguh beruntung mereka, karena Krishna menjadi dosen pembimbing mereka.

Sebelumnya, mereka hidup dalam masa yang berbeda. Setelah meninggalkan badan, di alam “transit” sana, mereka janjian, “Ada yang masih kurang nih. . .. Kembali yuk!”

Dan mereka menunggu lama sampai “berita” kelahiran Krishna. Mereka mendengar bahwa akan lahir scorang Avatar. Seseorang yang sudah mencapai Kesadaran Tertinggi dan balik lagi atas Kemauan-Nya “Sendiri”.  Jangan lupa bahwa “Sendiri” orang semacam itu tidak sama dengan “sendiri kita”. Seperti juga “Aku” dia tidak sama dengan “aku kita”.

                Ibarat para siswa, pertapa-pertapa itu menunggu kedatangan seorang Dosen Favorit. Sengaja mereka memilih lahir lebih awal, karena “informasi” yang mereka miliki, bahwa Krishna akan menjadi sangat sibuk. Jadi, antre duluan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Narada Bhakti Sutra, Menggapai Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Sebanyak enam putra Devaki telah dibunuh oleh Kamsa. Nampaknya amat aneh bahwa dalam keadaan stres di penjara Vasudeva dan Devaki masih bisa berhubungan suami-istri dan melahirkan anak. Memang setiap melihat putra mereka dibunuh, mereka berjanji tidak akan berhubungan suami-istri lagi, akan tetapi saat bulan purnama, di mana air laut pasang, maka darah mereka pasang juga dan mereka lupa pada janjinya.

Kala Devaki sedang hamil anak yang ketujuh, seorang tabib istana memeriksa kandungan Devaki, dan berkata akan membantu mereka memindahkan janin mereka ke tempat Rohini, asalkan mereka setuju dan asal ada waktu kurang dari 6 jam untuk memindahkannya ke kandungan Rohini.

Rohini adalah istri pertama Vasudeva yang divonis mandul, yang bahkan menganjurkan Vasudeva agar menikah lagi dengan Devaki untuk mendapatkan seorang putra.

Singkat cerita, malam itu janin Devaki sudah dipindahkan ke rahim Rohini yang percaya pada sang tabib dan surat dari Vasudeva. Malam itu juga sang tabib kembali ke penjara dan menyampaikan bahwa segala sesuatunya berjalan lancar dan dia harus menyayat Devaki untuk mengatakan kepada Raja Kamsa bahwa Devaki mengalami keguguran.

Beberapa bulan kemudian Rohini hamil yang beritanya dirahasiakan dan Rohini dititipkan di Gokula di rumah Nanda, salah seorang sahabat Vasudeva.

Tidak berselang lama, Devaki pun mengandung putra kedelapan. Oleh Nanda, Rohini diperkenalkan sebagai kakak ipar Nanda. Kedatangan Rohini dianggap keberuntungan oleh keluarga Nanda, karena tidak lama kemudian istri Nanda juga mengandung. Dari rahim Rohini inilah akan lahir Balarama.

Pada suatu malam, lahirlah putra kedelapan Devaki, dan kebetulan para penjaga penjara sedang tidur setelah mabuk-mabukan sebelumnya. Vasudeva membantu kelahiran anaknya  yang “datang” lebih awal. Tidak seperti putra-putra sebelumnya, kali ini sang putra tidak menangis. Vasudeva segera mempraktikkan ilmu yang sudah lama dipelajarinya, dia bisa memperkecil tangannya sehingga bisa melepaskan diri dari belenggu dan kemudian mengambil kunci dari pinggang pengawal yang tidur bersandar di teralis penjara. Vasudeva membawa sang putra melewati sungai Yamuna ke tempat Nanda.

Pada malam itu kebetulan hujan lebat dan Yasoda juga berteriak akan melahirkan akan tetapi tidak terdengar oleh Nanda, sampai seorang putri lahir dan kemudian Yasoda pingsan. Malam itu Vasudeva menukar sang putra dengan putri Yasoda dan kembali ke penjara. Putra Devaki yang diletakkan di sebelah Yasoda menggantikan putrinya itulah yang nantinya disebut Sri Krishna.

Dalam penjara, sang bayi perempuan menangis dan mengejutkan sang penjaga yang segera melapor kepada Raja Kamsa.

Raja Kamsa mendatangi penjara dan berkata, “Wahai para peramal kerajaan, anak perempuan ini yang diramalkan untuk membunuhku?” Kamsa kemudian melemparkan sang bayi ke lantai. Tiba-tiba, bayi yang dilempar tersebut berubah wujud menjadi seorang wanita cantik, “Kamsa, aku Mahamaya, Kekuatan Ilahi yang berada di balik setiap kelahiran dan kematian. Ketahuilah bahwa putra kedelapan Vasudeva dan Devaki sudah pindah tempat dan semua itu terjadi karena kehendakku. Kelak, dia akan datang ke Mathura untuk membunuhmu!”

Bersamaan dengan kelahiran Krishna, sudah ada banyak gopi dan gopal, para penggembala hewan yang lahir lebih dulu di sekitar tempat kelahiran Krishna. mereka disebut-sebut sebagai reinkarnasi para pertapa yang telah mencapai suatu tingkat kesadaran tertentu, tetapi belum mencicipi manisnya kasih. Mereka lahir kembali untuk menyelesaikan “skripsi”. Untuk mcngikuti “semester terakhir”. Sungguh beruntung mereka, karena Krishna menjadi dosen pembimbing mereka.

Sumber: berdasarkan buku (Krishna, Anand. (2007). The Gita Of Management, Panduan bagi eksekutif muda berwawasan modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: