Nanda, Yashoda dan Rohini: Past Life Insan Mulia #SrimadBhagavatam

Makin banyak “saldo” materi yang kita miliki—berupa keinginan- keinginan yang tidak terpenuhi, obsesi, harapan, irnpian, dan sebagainya—, makin terikatlah Jiwa dengan dunia benda. Dengan demikian, setelah kematian badan, setelah kendaraan badan rusak, la—Jiwa Individu—mencari badan baru supaya tetap berada di alam benda.

BERARTI, ADALAH KITA SENDIRI YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KELAHIRAN-ULANG. Reinkarnasi terjadi karena fatwa dari diri kita sendiri, dan untuk diri sendiri pula. Tiada kekuatan lain yang menentukannya.

Saya menggunakan istilah fatwa, yang sekarang sudah mengalami Indonesianisasi, walau maknanya terdistorsi. Pengertian fatwa adalah sebagai opini—bukan sebagai keputusan berkekuatan hukum negara, sebagaimana sering disalahartikan. Dalam pengertian itulah, saya gunakan istilah fatwa-karena dalam bahasa kita tiada istilah lain yang lebih tepat untuk menjelaskan alasan “terjadinya” reinkarnasi atau keberadaan-ulang.

Adalah opini kita sendiri, fatwa kita sendiri, yang menentukan kelahiran-ulang kita. Opini atau Fatwa ini terbentuk oleh, lahir dari segala keinginan dan obsesi yang membuat kita terperangkap dalam alam yang sama. Bahkan, di antara “orang-orang“ yang sama—tidak jarang dalam keluarga yang sama—lingkungan yang sama. Penjelasan Yoga Sutra Patanjali IV.2 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Mereka yang lahir karena obsesi maupun karma bersamaan dengan kelahiran Sri Krishna, adalah insan-insan suci pilihan, mereka cukup sekali lahir di bumi. Akan tetapi bila kita mempunyai obsesi keduniawian, akan makan banyak episode kehidupan untuk menyelesaikan dan ada kemungkinan tidak selesai bahkan sampai waktu daur ulang alam tiba.

Rishi Shuka berkata, “Aku akan bercerita tentang Vasu Drona, yang agar dibedakan dengan Dronacharya, Pandita Drona, guru para Pandava dan Kaurava. Vasu adalah dewa yang mewakili unsur alam. Dalam kehidupan sebelumnya, Nanda adalah Vasu terbaik dengan pasangannya Dhara yang merupakan kehidupan sebelumnya dari Yashoda.

“Di Gunung Gandhamadana, dekat ashram Rishi Gautama, di tepi Sungai Suprabha, Vasu Drona dan Dhara bertapa ribuan tahun agar dapat melihat langsung wajah Narayana. Ketika tapa mereka belum membuahkan hasil, mereka memutuskan untuk masuk telaga api pembakaran.

“Kemudian terdengar suara, “Wahai, Vasu terbaik! Dalam kehidupan berikutmu di atas bumi, kalian akan melihat Narayana di mana para yogi pun tak dapat melihat-Nya, di mana pikiran para filsuf tak dapat mencapai-Nya, di mana Brahma dan para dewa menghormati-Nya. Ia akan menjadi anak kalian.

“Mendengar suara tersebut, Vasu Drona dan Dhara membatalkan maksudnya masuk ke dalam api dan dengan bahagia pulang ke rumah. Dalam kehidupan berikutnya mereka lahir sebagai Nanda dan Yasoda.”

Raja Parikhsit sangat bersyukur atas penjelasan Rishi Shuka dan kembali berkata, “Wahai Guru, kami pernah mendengar dari Guru bahwa di kehidupan sebelumnya Vasudeva dan Devaki adalah Rishi Kasyapha Yang Agung dan Bunda Aditi, kemudian siapakah Rohini, wanita yang beruntung melahirkan Balarama?”

 

Rishi Shuka melanjutkan kisahnya, “Pada suatu hari, Aditi, ibu para dewa, mengirimkan pesan kepada Rishi Kasyapha agar segera datang kepadanya. Aditi menunggu sang suami dan memperkirakan sang suami berada dalam perjalanan menuju rumahnya.

Kemudian Aditi mendengar bahwa Rishi Kasyapha masih bersama Kadru, istri Rishi Kasyapha yang lain, ibu para ular, dan belum segera menemuinya.

Karena kecewa, Aditi mengutuk Kadru bahwa Kadru tidak punya hak hidup di Kahyangan. Dia akan dilahirkan dalam kandungan manusia di bumi.

Mendengar kutukan kepadanya lewat seorang utusan, Kadru balas mengutuk bahwa Aditi juga harus berada dalam kandungan manusia dan hidup di bumi sehingga mengalami usia tua dan mati. Apa pun kisah yang melatarbelakanginya, Rishi Kasyapha, Aditi, Kadru adalah insan mulia yang harus lahir di bumi sebagai orang dekat Sri Krishna.

Rishi Kasyapha berkata bahwa bila Kadru berada di bumi, dia  juga pergi mengikutinya dan berpesan bahwa Kadru tidak perlu menangis, karena dia akan melihat dan berbicara langsung dengan Narayana. Setelah berbicara demikian Rishi Kasyapha mendatangi rumah Aditi. Rishi Kasyapha dapat menenangkan dan membahagiakan Aditi sehingga nantinya lahir Dewa Indra, raja para dewa.

Dalam kehidupan di bumi, Aditi menjadi Devaki, Kadru menjadi Rohini dan Rishi Kasyapha menjadi Vasudeva ayah dari Krishna.

Silakan baca Kisah Kadru kala berseteru dengan Vinata yang juga merupakan istri Rishi Kasyapha tentang Kisah Garuda dalam Tautan berikut:

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/2016/08/19/dari-anak-saleh-menuju-kendaraan-tuhan/

Silakan ikuti kisah Srimad Bhagavatam berikutnya……..

Advertisements

One Response to “Nanda, Yashoda dan Rohini: Past Life Insan Mulia #SrimadBhagavatam”

  1. […] Beruntunglah Nanda dan Yashoda, mereka berhubungan dengan Krishna sebagai orangtua, tetapi Jiwa mereka telah sinkron. Silakan baca ulang: Nanda, Yashoda dan Rohini: Past Life Insan Mulia #SrimadBhagavatam. https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/2017/07/22/nanda-yashoda-dan-rohini-past-life-ins… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: