Krishna Kecil: Memusnahkan Keserakahan Vatsasura #SrimadBhagavatam

“Wahai Bharatarsabha (Arjuna, Banteng Dinasti Bharat), ketika sifat Rajas berkuasa, seseorang menjadi serakah; dan, segala aktivitasnya hanyalah bertujuan untuk meraih kenikmatan duniawi. Sebab itu, ia pun gelisah ketika keinginan-keinginannya tidak terpenuhi.” Bhagavad Gita 14:12

Kekuasaan Rajas adalah yang paling umum. Rata-rata, kita semua, hampir sepanjang hari, berada di bawah pengaruhnya.

SEPANJANG HARI KITA AKTIF BEKERJA – Namun, tujuan kita hampir selalu untuk menghasilkan materi “saja”. Jarang sekali kita memikirkan apakah pekerjaan itu mulia atau tidak? Apakah pekerjaan itu hanya menguntungkan kita semata atau juga adalah baik bagi orang-orang di sekitar kita? Apakah kita mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain?

Kemudian, ketika keinginan dan harapan kita untuk meraih keuntungan sebesar dan sebanyak mungkin tidak tercapai, kita rnenjadi gelisah. Kegelisahan semacam itu memang wajar, lazim, dan alami — karena kesenangan sesaat yang kita kejar selalu bergandengan dengannya.

SELAMA KITA MENGEJAR “SUKA”, maka “duka” yang adalah kembarannya, menanti di luar pintu kehidupan kita. Begitu “suka” keluar, masuklah “duka”. Demikian mereka bergantian mengunjungi kita. Para pengunjung setia!

Inilah keadaan orang yang berada di bawah pengaruh rajas. Ketika berhasil, ia bersuka-cita. Ketika gagal, ia berduka. Kadang senang, kadang susah. Ia selalu terombang-ambing dalam lautan samsara — pengulangan yang tidak pernah berhenti.

Samsara “pengulangan” adalah sebab kesengsaraan. Awalnya barangkali menyenangkan, tapi akhirnya selalu membosankan, mengecewakan dan menggelisahkan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Para kepala keluarga di Gokula mengadakan pertemuan di rumah Nanda, kepala desa Gokula. Mereka membahas kedatangan para asura ke desa mereka. Mereka merasa bahwa desa mereka tidak aman dan mereka berpikir sebaiknya mereka pindah ke tempat lain. Adalah Upananda kakak dari Nanda yang menyarankan agar mereka pindah ke Brindavan. Ayah Upananda dan Nanda  bernama Parjanya pernah diminta Rishi Narada untuk pergi ke Bukit Nandisvara. Parjanya melakukan pertapaan di sana selama bertahun-tahun. Setelah itu Parjanya tinggal di situ dengan keluarganya. Nanda dan komunitasnya pernah tinggal di daerah tersebut sebelum pindah ke Gokula.

Dan komunitas Nanda pun berpindah dari Gokula ke Brindavan. Barisan pedati membawa barang-barang rumah tangga mereka. Para Gopi memakai pakaian terbagusnya, seakan-akan mereka sedang melakukan karnaval. Anak-anak menyanyikan lagu Krishna yang suka berkelakar dengan mereka. Para Brahmana sambil berjalan membaca mantra keselamatan. Rombongan sapi di belakang mereka dikawal para Gopala bersenjata busur dan panah. Para Gopala membunyikan terompet yang terbuat dari tanduk. Yashoda bersama Rohini berada dalam satu pedati bersama Krishna dan Rama. Perjalanan yang menyenangkan dan Bukit Nandisvara berbahagia menyambut kedatangan mereka.

Konon, Shiva pernah berdoa kepada Narayana agar diizinkan untuk menyaksikan adegan-adegan kasih sayang antara Narayana dengan para bhaktanya. Shiva bertapa berabad-abad dan Narayana akhirnya mengabulkan permohonannya. Shiva akhirnya menjadi Bukit Nandisvara di Brindavan di mana para Gopi akan menginjak dia dan meninggalkan debu kaki padanya.

Bukit kedua yang subur dan cocok untuk rumput para gembala adalah Bukit Govardhana, “Go” bermakna “sapi” dan “Vardhana” bermakna “sumber makanan.” Nama Brindavan berasal dari “Brinda/Vrinda”, nama lain dari tanaman Tulasi. Pada waktu itu banyak sekali tanaman Tulasi di daerah tersebut. Di kaki bukit Nandisvara ada sebuah tempat pemujaan Narasimha Avatara dan Varaha Avatara. Nanda dinasihati Muni Garga agar memuja Narasimha Avatara dan Varaha Avatara agar mereka selamat dari gangguan para Asura.

Krishna tinggal di Gokula sampai dengan usia tiga tahun empat bulan. Kemudian tinggal di wilayah Brindavan sampai usia Krishna sekitar 10 tahun. Rama dikenal sebagai anak yang kuat sehingga sering dipanggil sebagai Balarama yang bermakna “Rama yang kuat.“

“Di Brindavan itulah, Krishna memulai Leela-nya, permainannya! Para Gopi dan Gopala yang rela meninggalkan rumah mereka di Gokula dan pindah bersama Nanda dan Yashoda adalah insan-insan terpilih, manusia-manusia pilihan. Mereka hanya belasan keluarga, tetapi setiap orang dalam keluarga itu adalah para rishi, para pencinta Allah, yang lahir kembali ke dunia hanya untuk mencicipi manisnya cinta! Ya, mereka hanya lahir kembali untuk satu urusan itu saja. Selama sekian masa kehidupan, mereka mengejar ilmu, mendalami spiritualitas, dan bermeditasi, tetapi mereka tetap kering. Pencapaian mereka tidak berlembab, malah banyak di antara mereka yang “jatuh” karena kealotan mereka sendiri. Kemudian, dibantu oleh para dewa atau malaikat yang memang bertugas sebagai pemandu atau guarding and guiding angels, akhirnya mereka sadar bahwa “Cinta” adalah Aksara Terakhir. Cinta adalah Aksara Tunggal yang mengandung semua makna.” (Krishna, Anand. (2007). The Gita Of Management, Panduan bagi eksekutif muda berwawasan modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Pada suatu hari, Krishna dan Balarama bersama anak-anak lainnya menggembalakan anak-anak sapi di tepi Sungai Yamuna. Seorang asura suruhan Raja Kamsa datang untuk membunuh Krishna. Vatsasura, sang asura tersebut, berwujud anak sapi dan ikut rombongan anak sapi yang digembalakan oleh Krishna, Balarama dan teman-temannya. Krishna menggamit Balarama, agar memperhatikan anak sapi perwujudan dari Vatsasura. Mereka berpura-pura tidak mengetahui perwujudan sang asura. Setelah dekat, Krishna memegang kaki kanan anak sapi tersebut, memutar-mutarnya dan melemparkannya pada pohon mangga, dan anak sapi tersebut mati. Seberkas cahaya dari anak sapi tersebut jatuh di kaki Krishna dan kemudian lenyap.

 

Dalam kehidupan sebelumnya, dikisahkan bahwa Vatsasura adalah putra dari asura Mura bernama Pramil. Setelah menaklukkan para dewa, dia menjelajahi banyak desa, dan pada suatu ketika sampai ke ashram Rishi Vasishtha. Pramil melihat Sapi Nandini yang merupakan anak perempuan dari Sapi Kamadhenu. Dia berhasrat memiliki Sapi Nandini, tetapi takut mencurinya, karena dia pernah mendengar cerita tentang para Vasu yang membiarkan Vasu Dyaus  mencuri sapi milik Vasistha. Dikisahkan para Vasu kemudian dikutuk harus lahir di dunia dan bahkan Vasu Dyaus harus hidup lama di bumi sebagai Devavrata.

Pramil kemudian mengubah wujudnya sebagai seorang brahmana yang datang untuk meminta Sapi Nandini. Rishi Vasishtha mengetahui siapa sejatinya sang brahmana dan berkata, “Saya tahu kau adalah Pramil anak Mura dan bukan brahmana. Karena kau ingin memiliki anak sapi dengan menipu maka lebih pas kiranya bahwa kau melakukannya dalam tubuh anak sapi!”

Seketika Pramil berubah wujud menjadi anak sapi yang kemudian menangis karena menyesal dan mendekati Sapi Nandini. Pramil dalam wujud anak sapi mengiba, “Selamatkan aku, selamatkan aku!” Nandini berkata pelan, “Kutukan Rishi Vasishtha tidak dapat ditarik, kutukan tersebut hanya sebuah cara agar kau sadar, menyesali perbuatanmu dan bertobat! Kau belum dapat mengendalikan keinginanmu! Kau harus belajar mengendalikan dirimu! Kau harus melakukan tapa sebagai anak sapi! Aku akan memberkati kamu, sehingga di zaman Dvapara Yuga, kau akan berbaur dengan sapi milik Krishna dan kau akan dibebaskan!”

Vatsasura adalah simbol mentalitas kekanak-kanakan yang tidak dapat mengendalikan diri untuk memenuhi semua keinginannya. Sifat keserakahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan manusia dalam mengendalikan diri tersebut dilenyapkan oleh Sri Krishna, asalkan dia sanggup bertapa, melatih pengendalian diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: