Krishna Kecil: Menaklukkan Keangkuhan Brahma, Sang Pencipta #SrimadBhagavatam

 

“Tangan dan kaki-Nya ada di mana-mana; mata, kepala, dan mulut-Nya, wajah-Nya pun di mana-mana. Demikian pula telinga-Nya; sunggguh Ia meliputi alam semesta. Bhagavad Gita 13:13

                Berarti Ia Maha Ada, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menyaksikan, Maha Hadir – di antara sekian banyak sifat kemahaesaan-Nya; sungguh Ia meliputi alam semesta.”

                …………….

Sebelumnya pun Ia telah menyampaikan bila Ia – Hyang Maha Kuasa — ada di mana-mana, dalam diri setiap makhluk, bahkan segala sesuatu.

Hyang Maha Kuasa meliputi segalanya – Tak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya. Tuhan sebagai  Hyang Maha Bicara dan “Bisa Bicara dengan siapa saja” meruntuhkan kepercayaan tentang manusia-manusia, kelompok-kelompok, atau kepercayaan-kepercayaan “terpilih”.

Kata mukha dalam bahasa Sanskrit berarti mulut dan “muka” atau Wajah. Kita sering mendengar dan membaca tentang Wajah-Nya di mana-mana, tetapi tidak menyadari implikasinya. Berarti, Ia bisa menampakkan Diri-Nya kepada siapa saja, berbicara dengan siapa saja. Siapakah kita, sehingga dapat membatasi gerak-gerik-Nya?

Bayangkan sosok Tuhan, seperti yang dijelaskan oleh Krsna dan bahwasanya “pengetahuan” itulah pengetahuan sejati. Inilah pengetahuan utama yang jika kita ketahui, tak ada lagi sesuatu apa yang perlu diketahui.

Bayangkan “dialog pribadi” dengan Tuhan. Jika kita sudah bisa melakukannya, maka apa lagi yang kita butuhkan? Berdialog dengan-Nya, dengan Kesadaran Murni nan Tertinggi itu berarti mengetahui segala sesuatu yang diketahui-Nya. Pengetahuan-Nya adalah pengetahuan kita. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Dalam kisah ini Gusti Pangeran yang mewujud dalam diri Krishna, ingin memberi pelajaran kepada Brahma yang mencoba menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk menyembunyikan anak-anak sapi dan teman-teman Krishna Kecil. Brahma tidak sadar bahwa dia pun berada dalam diri Gusti Pangeran yang Maha Misteri.

Dengan apik Srimad Bhagavatam menyampaikan bila Gusti Pangeran berkenan mewujud, maka saat Brahma pulang ke Sathyaloka, Brahma pun melihat dirinya sudah ada di sana. Saat Brahma menyembunyikan anak-anak sapi dan teman-teman Krishna, Brahma pun melihat masih ada Krishna, Balarama dan teman-teman serta anak-anak sapi Krishna lengkap dengan peralatan sebelumnya. Bahkan ini adalah kisah tentang berkah bagi para orangtua di Brindavan dan induk-induk sapi bahwa mereka merawat anak-anak mereka yang sebenarnya adalah perwujudan Sri Krishna sendiri, selama 1 tahun.

……………..

Rishi Shuka berkata kepada Parikhsit, “Setelah kematian Aghasura, para gopala, para penggembala kecil bercerita kepada orang tua mereka setelah satu tahun berlalu!”

Parikhsit tak dapat menahan diri dan bertanya, “Wahai Guru, bagaimana mungkin anak-anak kecil bisa menahan rahasia selama satu tahun? Para gopala memang patuh pada Krishna, akan tetapi bagaimana mungkin menjaga kerahasiaan selama satu tahun?”

Rishi Shuka tersenyum dan melanjutkan kisahnya……..

Setelah pembunuhan Aghasura, Krishna mengajak teman-temannya pergi ke tepi Sungai Yamuna dan di bawah sebuah pohon yang rindang mereka duduk melingkar dan Krishna berada di tengah-tengah lingkaran. Semua mengeluarkan bekal makanan dari rumah yang disiapkan oleh ibunya masing-masing dan mulai makan sambil bersenda-gurau. Dasar anak-anak yang polos, peristiwa besar yang mereka alami terlupakan saat mereka makan dan bersenda-gurau. Mereka tidak usah belajar tentang hidup total dalam kekinian, karena bersama Krishna, mereka memang hidup dalam kekinian, tidak terfokus pada masa lalu dan tidak terfokus bagaimana nanti pulang ke rumah, sekarang mereka menikmati makan dan bersenda-gurau.

Krishna sedang melatih para temannya untuk melampaui mind. Tadinya yang ada di kepala banyak teman-temannya adalah pertempuran Krishna dengan Aghasura, tetapi hal tersebut tidak boleh terjadi terlalu lama, masih banyak pelajaran baru yang akan diberikan. Dan dengan begitu cepat para gembala kecil melupakan peristiwa besar dengan senda-gurau, sehingga mereka dapat hidup lagi dalam kekinian. Teringat pada sesuatu boleh, tetapi tidak baik menghabiskan memori otak dengan hanya berpikir pada sesuatu tersebut. Tindakan Krishna tersebut selaras dengan pengetahuan modern.

Selagi mereka makan, ada anak yang berteriak, “Mana sapi-sapi kita? Kok tidak nampak?” Krishna berkata agar teman-temannya tenang-tenang saja melanjutkan makan, dia akan mencari dan mengembalikan anak-anak sapi tersebut. Krishna mencari anak-anak sapi di sekitar tempat tersebut, tetapi tidak menemukan mereka dan kemudian kembali ke tempat anak-anak yang sedang makan dan mereka juga lenyap.

Tiba-tiba Krishna kecil tersenyum, saat dia membunuh Aghasura, para dewa menyaksikan peristiwa tersebut dan bersorak-sorai di kahyangan. Brahma muncul karena ada keramaian dan merasa kagum dengan keberanian Krishna kecil. Brahma kemudian ingin menguji Krishna, maka ketika mereka makan, anak-anak sapi-sapinya disembunyikan olehnya. Saat Krishna kecil sedang mencari anak-anak sapi, para gopala kecil juga disembunyikan olehnya juga. Anak-anak sapi dan penggembalanya dikumpulkan Brahma dalam satu gua. Krishna tahu bahwa ini adalah pekerjaan Brahma.

Krishna kemudian mengeluarkan maya-nya, Krishna yang satu mewujud menjadi anak-anak sapi, para gopala, penggembala kecil dan juga peralatan para penggembala, semuanya lengkap persis seperti semula. Krishna kecil memimpin para gembala dan anak-anak sapi yang sebetulnya adalah wujud dari Krishna kembali ke rumah orang tua mereka masing-masing.

Pesta topeng tersebut berjalan selama satu tahun. Para orang tua merasa sangat sayang kepada putra-putranya, para induk sapi merasa sangat sayang kepada anak-anak sapinya.Semua rumput, semua jalan setapak, semua pohon, semua buah-buahan yang dimakan anak-anak merasa sangat berbahagia. Semua air yang diminum, semua baju yang dipakai anak-anak merasa berbahagia yang tak terkatakan. Beruntunglah semua makhluk di Brindavan yang dapat melayani Krishna yang mewujud sebagai para gopala kecil dan anak-anak sapi. Nama Krishna memang bisa bermakna Dia Yang Menawan atau juga Dia Yang Selalu Berada Dalam Kebahagiaan dan Menganugerahkan Kebahagiaan.

Pada suatu hari, tatkala Krishna dan Balarama sedang menggembala anak-anak sapi di bukit Govardhana, sejumlah induk sapi melihat mereka dan induk-induk sapi tersebut berlari melupakan para gembalanya karena ingin menyusui anak-anak sapinya. Para gembala yang kaget kemudian mengikuti sapi-sapi tersebut dan melihat putra-putra kecil mereka sedang menggembalakan anak-anak sapi mereka. Para gembala mendatangi putra-putra mereka, dan terjadilah adegan kasih sayang antara para orang tua dengan para putranya, dan para sapi dengan para anak sapinya. Balarama menjadi tersadarkan, “Ini pasti perbuatan Krishna!” Balarama mengambil kesimpulan demikian, karena dia melihat para gembala kecil dan para anak-anak sapi adalah Krishna sendiri. Krishna kemudian menyampaikan kejadian sebenarnya kepada Balarama.

Para gopi dan gopala dalam kelahiran sebelumnya di zaman Krta (Sathya) Yuga adalah para rishi yang bisa melihat Gusti Pangeran (darshan). Dalam Treta Yuga, mereka adalah para kera yang membantu Gusti Pangeran dalam wujud Sri Rama yang bisa melihat (darshan) dan berbicara dengan Gusti Pangeran (Sambhashan). Sedang dalam Dvapara Yuga mereka adalah para gopi dan gopala yang dapat melihat (darshan), berbicara (sambhashan), dan menyentuh Gusti Pangeran (sparshan).

Dikisahkan, setelah Brahma menyembunyikan anak-anak sapi dan para gembala kecil, dia balik ke Sathyaloka. Waktu sesaat bagi Brahma adalah satu tahun waktu dunia. Namun, para penjaga rumahnya melarangnya masuk. Brahma marah dan berkata bahwa ia adalah Brahma pemilik Sathyaloka. Para penjaga menjawab bahwa Brahma memang mirip dengan pemilik rumah, tetapi sang pemilik rumah sudah berada di dalam rumahnya. Brahma penasaran dan menengok ke dalam rumah, dan dia melihat Brahma sedang bercengkerama dengan Sarasvati yang sedang memainkan vina.

Brahma kemudian pergi ke Brindavan dan melihat adegan kasih sayang antara para anak-anak sapi dengan induk-induk sapinya dan para gembala kecil dengan orang tuanya. Brahma kaget, “Tidak mungkin terjadi! Anak-anak sapi dan para gembala kecil sedang tidur di goa tempat aku menyembunyikan mereka!” Brahma bergegas menuju gua dan melihat anak-anak sapi dan para gembala kecil sedang tidur. Brahma segera kembali ke bukit Govardhana di Brindavan dan melihat juga anak-anak sapi dan para gembala kecil di sana.

Krishna merasa sudah cukup mempermainkan Brahma, dan kemudian Brahma dapat melihat bahwa yang ada di Govardhana sebagai anak-anak sapi dan para gembala kecil adalah Krishna sendiri dalam wujud Sri VishnuBrahma takluk, jatuh di kaki Krishna dan memohon maaf atas senda-guraunya. Krishna memaafkan Brahma dan menyuruh Brahma segera kembali ke Sathyaloka. Brahma Sang Pencipta Alam pun tunduk dan tidak mengetahui seberapa besar kekuatan Krishna, Dia Yang Tak Dapat Diserupakan Dengan Apa Pun Juga. Bagi Brahma sekalipun, Tuhan adalah misteri. Masihkah kita angkuh dan merasa diri kita paling benar saat menjelaskan tentang Tuhan? Tuhan yang bisa dijelaskan adalah Tuhan hasil konsep pikiran kita. Dia tak dapat diserupakan dengan apa pun juga, “tan kena kinaya ngapa”, kata para leluhur.

Krishna, kemudian mengumpulkan anak-anak sapi dan para gembala kecil kemudian kembali ke rumah mereka masing-masing. Para gembala kecil teman Krishna pulang ke rumah dan menceritakan pengalaman mereka yang melihat Krishna membunuh Aghasura. Mereka tidak pernah sadar bahwa mereka telah setahun meninggalkan Brindavan.

Parikhsit tertegun. Dan, dari matanya menetes butiran-butiran air mata keharuan, dia langsung meletakkan kepalanya di tanah dan air matanya deras mengalir membasahi tanah. Parikshit bersyukur telah mendengarkan kisah yang menyentuh kalbu dari Sang Guru. Dan, Rishi Shuka pun terlelap dalam pikiran tentang Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: