Rukmini: Berharap Hanya pada Gusti Pangeran Tak Mau Lainnya #SrimadBhagavatam

Pendekatan Sadguru sederhana tapi sangat mengena: “Bahagiakah kau sekarang ini? Apakah keluarga, kedudukan, ketenaran, dan kekayaan membahagiakanmu?” Jika jawaban kita adalah jujur “tidak”, maka Sang Sadguru akan melangkah maju, menjemput, dan memandu kita. Jika jawaban kita adalah “ya, saya sudah bahagia dengan segala materi yang saya miliki”, maka ia akan menarik diri. Ia tidak memiliki kepentingan maupun kehendak pribadi, sehingga ia tidak pernah memaksa. Sadguru Hanya Menanggapi Kebutuhan Jiwa Anda.

Seorang Sadguru sangat realistis. Ia bukanlah seorang cendekiawan yang sedang tebar pesona lewat kecendekiaannya. Ia ingin membantu Anda, dan apa pun yang disampaikannya adalah demi kebaikan Anda. Ia tidak berurusan dengan hal-hal lain.

Japji mengajak Anda untuk Berlatih untuk memperkuat jiwa Anda, untuk menemukan jatidiri Anda dan memberdayakannya. Ia tidak melayani curiosity Anda. Jika Anda sekedar curious, maka Japji bukanlah panduan bagi Anda. Japji tidak melayani keinginan Anda untuk mencari tahu tentang apa itu kebahagiaan abadi. Japji menawarkan sarana untuk meraihnya. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2013). Alpha & Omega Japji bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Rukmini adalah seorang putri raja, ketenaran, kekayaan, kedudukan, kebangsawanan melekat pada dirinya. Kecantikan dan kemuliaan hatinya tiada bandingnya, sampai disebutkan bahwa dia adalah titisan Lakhsmi. Walaupun demikian Rukmini tidak bahagia, semua berkah duniawi tidak membahagiakannya. Ibarat seorang bhakta, dia hanya mencintai Gusti Pangeran Krishna. Sebagai bhakta yang mohon bantuan seorang brahmana untuk membantunya menyatu dengan Gusti Pangeran. Dan Sang Gusti berkenan menjemput Rukmini.

 

Seorang bhakta paham bahwa dia memiliki hutang-piutang karma yang tidak akan bisa diselesaikannya……………

 

Jika Anda Mau Menyelesaikan Utang Piutang Itu… Jangankan satu masa kehidupan ini, hidup berulang-ulang pun tidak cukup untuk menyelesaikannya. Sambil menyelesaikan utang piutang lama, Anda pun membuat rekening baru, utang piutang baru. Urusan ini tidak pernah selesai. Sampai akhir zaman pun tidak selesai. Ada saja utang piutang yang tersisa, yang kemudian menjadi benih bagi kehidupan baru, dunia baru, alam baru, zaman baru.

Para Sadguru mengajak Anda untuk menyatakan diri Anda bangkrut! Ya, bangkrut. Tidak ada jalan lain. Nyatakan diri Anda bangkrut dan berserahlan pada Gusti Pangeran, “Aku nyerah!”

Sulit menyatakan demikian? Sulit berserah diri pada Gusti Pangeran? Sulit menyerah pada Hyang Maha Kuasa? Jika ya, maka itulah ego, itulah identitas palsu. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2013). Alpha & Omega Japji bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Rukmini telah menyerah terhadap Gusti Pangeran……………. Dan Gusti berkenan menariknya dari lingkungan yang tidak kondusif.

 

Bhishmaka, raja Vidarbha memiliki  5 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, anak sulung adalah Rukmi sedangkan putrinya bernama Rukmini. Bhishmaka telah mendengar banyak cerita tentang Krishna dan berharap dia menjadi menantunya. Namun Bhishmaka tahu bahwa hal itu mungkin tidak mungkin karena ayah mertua Kamsa adalah Maharaja Jarasandha, yang bersumpah untuk membunuh Krishna. Kerajaan Vidharba sendiri berada di bawah kekuasaan Jarasandha.

Rukmi, putra mahkota Kerajaan Vidharba dan Shisupala, putra mahkota Kerajaan Chedi adalah murid dari Jarasandha. Rukmi ingin Rukmini kawin dengan Shisupala.

Rukmini yang selalu mendampingi Bhishmaka mendengar banyak cerita dari para rishi tentang Krishna. Rukmini ingin menikah dengan Krishna. Ketika Rukmini mendengar bahwa Rukmi telah memilih Shisupala sebagai calon suaminya, Rukmini sedih dan bersumpah ingin menikah dengan Krishna atau mati.

Rukmini meminta bantuan Brahmana tua yang bijak Sunanda untuk menghadap Krishna. Rukmini menulis sebuah catatan kepada Krishna bahwa dia ingin Krishna menjadi suami untuknya dan bertanya apakah Krishna akan datang dan membawanya pergi dari Vidharba. Rukmini menyampaikan bila Krishna tidak menyetujui, maka dia akan bunuh diri daripada kawin dengan Shisupala. Rukmini menceritakan bahwa hari pernikahan dengan Shisupala sudah dekat. Bila Krishna berkenan dia pada hari pernikahan akan akan pergi ke Kuil Parvati dan pada saat itu Krishna bisa membawanya ke Dvarka. Brahmana Sunanda menyampaikan pesan Rukmini tersebut kepada Krishna.

Krishna sudah lama mendengar tentang Rukmini dan ingin menikahinya. Setelah menerima pesan tersebut, Krishna bersedia untuk membawa Rukmini dan menikahinya.

Krishna pergi ke Vidarbha terlebih dahulu dan Balarama mengikuti dari jauh dengan pasukannya. Pada hari pernikahan, Rukmini ke kuil dan memperhatikan apakah ada Krishna yang menjemputnya. Rukmini tidak melihatnya. Akan tetapi saat Rukmini akan memasuki kereta, dia merasa ada yang menahannya dari belakang dan itu adalah Krishna. Krishna mengangkatnya ke kereta dan melesat pergi.

Jarasandha sangat marah. Dia mengumpulkan semua anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk mengejar Krishna. Jarasandha disergap oleh Balarama dan tentaranya di pinggiran kota. Rukmi berhasil melewati pasukan Balarama dan menyusul Krishna dan Rukmini.

Rukmi memanah Krishna, tapi itu sama sekali tidak melukai Krishna. Krishna kemudian melepaskan banyak anak panah, yang pertama kali membunuh kuda Rukmi dan kemudian menghancurkan keretanya. Rukmi kemudian mengambil busurnya lagi, tapi sebelum dia bisa memanah, Krishna telah memanah menghancurkan busur Rukmi. Rukmi sekarang mengangkat pedangnya dan berlari menuju Krishna. Krishna melepaskan panah lagi dan membelah pedang Rukmi menjadi dua. Krishna kemudian mengambil pedangnya dan Rukmini memohon agar Krishna tidak membunuh kakaknya. Krishna memotong rambut di kepalanya dan setengah kumis di wajahnya, kemudian membiarkannya pergi.

Krishna kembali ke Dvarka bersama Rukmini dan menjadikannya sebagai mempelai wanita.

Advertisements

One Response to “Rukmini: Berharap Hanya pada Gusti Pangeran Tak Mau Lainnya #SrimadBhagavatam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: