Pradyumna Putra Krishna: Reinkarnasi Kamadeva #SrimadBhagavatam

Ketika satsang dengan Bapak Anand Krishna di Jogja, seorang mahasiswi bertanya apakah jodoh itu mempunyai keterkaitan karma atau upaya kita. Beliau menyampaikan (ini sesuai tingkat pemahaman penulis tentang penjelasan Beliau), bahwa pada waktu kita hidup kita mempunyai hutang-piutang karma dengan banyak orang. Pada saat lahir kembali, kita dan banyak orang terkait dengan karma kita juga lahir kembali. Kita perlu menyelesaikan hutang-piutang karma tersebut (baik karma baik maupun karma buruk). Karena dalam tubuh-tubuh yang baru, maka penyelesaian karma tersebut bisa lewat bermacam-macam. Bisa saja ibu menjadi istri, saudari perempuan atau sahabat menjadi istri atau pasangan, jodoh kita. Istri kita (jodoh kita) pasti mempunyai keterkaitan hutang piutang karma dengan kita.

Silakan simak video youtube: Reincarnation: A Secret Revealed (by Swami Anand Krishna) – YouTube

Pada waktu itu secara klinis kita sudah dinyatakan mati. Secara fisik kita sudah mati. Pada waktu itu pemutaran kembali film kehidupan kita berjalan. Dan pemutaran kembali tetap berjalan karena mesin tetap berjalan. Mesin tetap berjalan karena masih ada sisa napas tertinggal. Seperti fan, kipas angin, walau sudah dimatikan tetap ada listrik yang mengalir, dan baling-baling fan tetap bergerak sampai waktunya berhenti. Walau otak kita sudah tidak berfungsi, tetap ada energi tertinggal. Dan menggunakan energi yang ada mind (bukan brain) memutar kehidupan selama hidup. Bukan semua impresi tetapi impresi utama. Impresi utama, memori utama akan kembali.

Berdasarkan itu,  sebelum gelap total, Soul (Jiwa) mempunyai program: Untuk kehidupan ke depan aku akan mencari orangtua seperti itu. Dalam kehidupan ke depan aku akan hidup dalam keluarga seperti itu. Apabil soul tetap berfokus pada keluarga tersebut, dia akan segera lahir kembali di keluarga tersebut.

 

Kamadeva lahir kembali sebagai Pradyumna

Pada suatu saat Kamadeva, dewa kama yang  juga disebut Manmatha, sang pengaduk cinta menuju ke tempat Shiva. Kamadeva memasuki tempat tinggal Shiva secara diam-diam, bersembunyi di balik batu dan melihat Shiva yang sedang melakukan  meditasi. Pada saat yang sama, Parvati datang ke sana sedang bangkit setelah membungkuk rendah bersujud kepada Shiva, pakaian atas nya tersibak sedikit. Tepat pada saat itu, Kamadeva memanah Shiva dengan panah cinta. Dan  pikiran Shiva terpengaruh sedikit. Mencermati hal ini, Parvati merasakan sukacita dalam hati.

Tetapi Shiva kemudian sadar, mengapa musim semi datang bukan pada saatnya dan dia melihat Kamadeva sedang bersembunyi. Shiva kemudian mengarahkan mata ketiganya kepadanya dan terbakarlah Kamadeva. Parvati pingsan melihat hal tersebut dan ketika bangun Shiva sudah pergi dari tempat tersebut. Parvati kemudian bertapa sampai akhirnya Shiva terketuk hatinya dan menikahi Parvati.

Niat Kamadeva sendiri mulia. Pada saat itu dunia sedang dikuasai Raja Asura Tarakasura yang tidak terkalahkan dan hanya bisa dikalahkan oleh putra yang akan dilahirkan oleh Shiva dan Parvati.

Silakan baca kisah terkait:

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/2013/08/20/membangkitkan-asmara-shiva-kisah-kamadeva-dalam-kitab-lalitopakyana/

 

Rathi isteri Kamadeva sedih dan menghadap Vishnu apakah dia dapat bertemu dengan Kamadeva lagi. Vishnu mengatakan bahwa pada zaman Dvapara Yuga Kamadeva akan lahir sebagai Pradyumna putra Avatara Vishnu dan Rathi akan lahir sebagai Mayavati pelayan Raja Asura Sambhara.

Raja Sambhara yang diramalkan akan dibunuh anak Krishna menculik bayi Pradyumna dan melemparkannya ke laut. Seekor ikan besar menelan sang bayi, dan ikan tersebut terjaring nelayan dan di bawa ke istana Sambhara.

Juru masak istana saat memotong ikan, menemukan bayi dalam perut ikan dan diserahkan kepada kepala pelayan bernama Mayavati. Bayi Pradyumna dirawat Mayavati sampai menjadi besar dan tampan. Rishi Narada datang dan memberitahu Mayavati bahwa Pradyumna adalah titisan dari Kamadeva, sedangkan Mayavati adalah titisan dari Rathi, isteri Kamadeva.

 

Menyelesaikan karma, membersihkan dan mengembangkan Jiwa

Semua hubungan manusia di dunia adalah diperoleh dari karma, tindakan sebelumnya. Dengan tubuh yang baru dan tubuh-tubuh lain yang berkaitan ada ikatan karma, oleh karena itu bisa saja seorang ibu bisa menjadi istri atau saudara perempuan di kelahiran berikutnya dalam rangka menyelesaikan hutang-piutang karma.

Dunia ini ibarat pusat rehabilitasi, dimana setiap jiwa sedang mengalami program pembersihan, pelurusan, atau apa saja sebutannya. Keberadaan kita di dunia ini semata untuk menjalani program yang paling cocok bagi pembersihan dan pengembangan jiwa. Kecocokan program pun sudah dipastikan oleh Keberadaan dengan melahirkan kita dalam keluarga tertentu, di negara tertentu, ditambah dengan berbagai kemudahan lainnya, termasuk lingkungan kita, para sahabat, anggota keluarga dan kerabat kita, maupun lawan atau musuh kita.

Berbagai rintangan, tantangan, kesulitan, dan persoalan yang kita hadapi dimaksudkan demi pembersihan jiwa dan pengembangan jiwa kita sendiri, karena itu, mencari kesalahan dan menyalahkan orang lain atas kejadian-kejadian yang menimpa diri kita adalah dosa. Silahkan berupaya untuk keluar dari masalah, untuk menyelesaikan perkara, tetapi bukan dengan mencari kambing hitam, bukan dengan cara menyalahkan orang lain. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2006). Five Steps To Awareness, 40 Kebiasaan Orang Yang Tercerahkan, karya terakhir Mahaguru Shankara “Saadhanaa Panchakam”, Saduran & Ulasan dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Saat Pradyumna dewasa, dia bertanya kepada Mayavati sebetulnya siapakah dia dan siapakah Mayavati yang memeliharanya? Mayavati menjelaskan tentang kehidupan mereka sebelumnya sebagai Kamadeva dan Rathi. Mayavati juga menjelaskan bahwa Pradyumna adalah putra Krishna dengan Rukmini yang diculik Raja Sambhara dan dibuang ke laut.

Pradyumna kemudian diajari oleh Mayavati ilmu Mahamaya, untuk mengalahkan Sambhara. Pradyumna kemudian menantang duel Raja Sambhara. Raja Sambhara mengeluarkan ilmu maya akan tetapi tidak dapat menundukan Pradyumna dan akhirnya mati di tangan Pradyumna.

Selanjutnya, Mayavati membawa terbang Pradyumna ke Dvarka ke tempat Rukmini. Rukmini kaget melihat Pradyumna yang wajahnya mirip Krishna, dan apabila anak nya yang hilang ketemu maka dia seusia dengan Pradyumna. Selanjutnya datanglah Krishna dengan Vasudeva dan Devaki. Dan tidak lama kemudian datanglah Rishi Narada menjelaskan siapa sebenarnya Pradyumna dan Mayavati.

Berbahagialah seluruh kerajaan Dvarka atas kembalinya putra yang hilang Pradyumna bersama istrinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: