Kisah Vishnu dan Seorang Pertapa #BhagavadGitaIndonesia

Cerita Vishnu beristri dua: Lakshmi dan Alakshmi

Seorang Guru bercerita bahwa Vishnu yang mempunyai dua istri, Lakshmi, Dewi Keberuntungan dan Alakshmi, Dewi Kemalangan. Kedua istri itu sudah sepakat hanya salah satu di antara mereka yang bersama Vishnu. Saat Lakshmi datang maka Alakshmi pergi dari Vishnu dan demikian sebaliknya.

Salah seorang pertapa berhasil menemui Vishnu dan menanyakan hal yang masih membingungkannya, dan dia bertanya kepada Vishnu, “Bagi Gusti Vishnu siapa yang lebih cantik? Lakshmi atau Alakshmi?

Vishnu menjawab, “Pada saat Lakshmi datang dialah yang paling cantik, dan ketika ALaksmi pergi, Alakshmilah yang paling cantik.”

Sang pertapa menanggapi, “Gusti Vishnu, apakah itu berarti yang cantik itu adalah Dewi Keberuntungan ketika datang dan Dewi Kemalangan ketika pergi? Tapi bagaimana saat Dewi Keberuntungan pergi dan Dewi Kemalangan datang? Padahal mereka sudah janjian, manakala yang satu pergi, yang lain akan datang. Bukankah mereka menjadi tidak cantik?

Sang pertapa melanjutkan, “Gusti, Bukankah ini berarti, bukan hanya masalah kecantikan dewi, tetapi masalah apa pun di dunia tidak ada jawaban yang benar, hanya ada jawaban yang tepat. Hidup bukan tentang kebenaran, tetapi tentang kesesuaian, tepat tidaknya pilihan keputusan. Apakah demikian Gusti Vishnu?

Vishnu menjawab, “Kalau kita terikat pada satu dewi, maka dewi yang lain menjadi menakutkan saat dia mendatangi. Kalau kita terikat pada suatu yang mendatangkan kebahagiaan, maka kita akan takut saat yang menyusahkan datang. Suka dan duka silih berganti, pasang-surut selalu dialami demikianlah hidup di dunia?

Sang pertapa bertanya lagi, “Adakah suatu jalan agar kita selalu tenang dan ceria saat Keberuntungan ataupun Kemalangan mendatangi kita?

Vishnu menjawab, “Belajarlah memahami dan melakoni Bhagavad Gita, kau akan melampaui rasa suka dan duka!

 

Melampaui Dualitas

Seorang Yogi Meraih Kebebasan dari Dualitas baik dan buruk, kedua-duanya merupakan sisi dari satu keping uang logam yang sama. Seperti halnya panas dan dingin, pagi dan sore, siang dan malam. Segala sesuatu dalam dunia ini memiliki oposannya, lawannya.

Selama kita masih berada di dunia ini, kita tidak dapat menghindari interaksi dengan dunia-benda yang bersifatkan dualitas ini. Namun, kita dapat menciptakan sistem filter bagi diri kita sendiri. Kita dapat menguasai diri, sehingga tidak terpengaruh oleh dualitas.

Tidak berarti bahwa seseorang yang sadar, yang telah mencapai pencerahan, tidak akan mengalami pasang surut dalam kehidupannya. Kṛṣṇa hanya ingin mengatakan bahwa ia tidak akan lagi terpengaruh oleh pasang surutnya kehidupan. Apa pun yang terjadi, tidak ada yang dapat memudarkan senyumannya.

Dan jangan lupa kata-kata Kṛṣṇa, berkaryalah secara efisien. Jangan setengah- setengah. Seluruh kesadaran kita dianjurkan terfokus pada apa yang sedang kita lakukan, pada saat ini, pada masa kini, pada pekerjaan itu sendiri, sehingga tidak ada energi yang terbuang. Inilah Yoga. Penjelasan Bhagavad Gita 2:50 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) #SpiritualIndonesia via #BhagavadGitaIndonesia

Para Bijak yang terbebaskan dari segala derita

“Para bijak yang berkesadaran demikian (Yoga; seimbang, terampil) tidak lagi terikat pada hasil perbuatannya, bebas dari kelahiran ulang, dan terbebaskan pula dari segala derita (di dunia, maupun di alam setelah kematian).” Bhagavad Gita 2:51

Kelahiran Menyebabkan Segala macam Pengalaman – Anda tidak dapat menghindari pengalaman-pengalaman Anda. Semuanya itu merupakan akibat dari kelahiran Anda. Lalu, apakah kematian dapat membebaskan Anda dari segala macam derita dan pengalaman yang bertentangan?

Apakah Kṛṣṇa menganjurkan bunuh diri? Tidak. Ia menganjurkan agar kita menghadapi segala situasi dengan kesadaran. Dengan kesadaran bahwa semuanya itu wajar-wajar saja, jangan mengeluh. Keluhan Anda hanya membuktikan bahwa Anda belum dapat memahami mekanisme kehidupan, bagaimana Anda dapat melakoninya?

Hiduplah dalam dunia ini dengan kesadaran semacam itu, dan Anda akan terbebaskan dari rasa duka dan kegelisahan, dari stres yang disebabkan oleh kelahiran Anda. Anda tetap berada dalam dunia yang sama ini tetapi alam Anda sudah berbeda.

Kelihatannya sama, serupa, namun sesungguhnya tidak. Kendati Anda hidup dalam kolam dunia yang kotor ini, Anda ibarat bunga teratai yang tidak tersentuh oleh lumpur. Keindahan Anda tidak terpengaruh oleh kolam berlumpur. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) #SpiritualIndonesia via #BhagavadGitaIndonesia

 

Lampaui Awan Tebal Delusi

“Ketika kesadaran telah melampaui awan tebal kebingungan yang bersifat ilusif, maka kau menjadi tawar, tidak lagi peduli pada segala apa yang telah kau dengarkan dan akan kau dengarkan (karena apa yang kau dengar, baca, dan sebagainya hanyalah pengetahuan belaka, Kesadaran adalah pengalaman pribadi).” Bhagavad Gita 2:52

Awan Delusi menyebabkan penglihatan kita tidak jelas. Awan delusi adalah awan jabatan, awan kekuasaan, awan kekayaan – sesaat ada, sesaat lagi tidak ada. Namun, kita percaya pada awan. Kita tidak pernah berupaya untuk melihat di balik awan. Itu sebabnya, kita selalu mengejar konfirmasi dari pihak lain. Pihak lain mengatakan kita baik, kita senang. Pihak lain mengatakan kita jahat, kita gusar. Kita mempercayai apa yang kita dengar, apa yang kita baca tentang diri kita, kita tidak memiliki kepercayaan diri.

Sifat ini Sungguh Melemahkan – Dan, membuat kita tergantung pada dunia benda. Kita makin percaya pada kebendaan, dan makin jauh dari Hakikat-Diri kita sebagai Jiwa.

Lampauilah awan delusi yang membingungkan, temukan diri-sejati, dan lepaskan ketergantungan pada dunia benda yang bersifat ilusif, sesaat ada, sesaat lagi tidak ada. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) #SpiritualIndonesia via #BhagavadGitaIndonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: