Kisah Arjuna, Krishna dan Brahmana Desa #BhagavadGitaIndonesia

 

Seorang Guru bercerita: Pada suatu hari Arjuna, Krishna jalan pagi menyusuri sebuah desa. Mereka bertemu brahmana tua sedang mengemis dengan kondisi yang mengenaskan. Sang brahmana hanya mengemis makanan untuk keperluan sekali makan dan setelah mendapatkan dia pulang untuk dimakan bersama istrinya. Arjuna merasa iba dan memberinya sekantong koin, mata uang emas. Brahmana Desa tersebut berterima kasih dan pulang dengan rasa bahagia. Akan tetapi dalam perjalanannya dia dijambret oleh seorang pencuri di tepi hutan. Sang brahmana mengutuk nasibnya yang jelek dan mengemis lagi.

Pada hari berikutnya, kembali Arjuna dan Krishna jalan pagi di jalan yang sama dan melihat brahmana desa tersebut mengemis lagi. Arjuna bertanya kenapa dia mengemis lagi padahal kemarin diberi mata uang emas sekantong. Sangb brahmana menyampaikan apa yang telah dialaminya. Arjuna kembali merasa kasihan dan memberi sebuah sebuah berlian. Sang brahmana sangat gembira dan membawa berlian tersebut ke rumah dan menyimpannya dalam sebuah panci tua yang sudah beberapa tahun tidak digunakan.

Kesokan harinya dia bangun, dan melihat istrinya menangis kakinya luka. Istrinya berkata bahwa saat mengambil air di sungai dia tidak memakai ember tapi memakai panci tua dan dia terpeleset di sungai. Sang brahmana segera mencari berliannya di sungai tapi tidak ketemu lagi. Akhirnya dia kembali mengemis lagi.

Sekali lagi Arjuna dan Krishna berjalan di jalan yang sama melihat sang brahmana mengemis dan sang brahmana menceritakan tentang kehilangan berliannya di sungai.

Arjuna berbisik kepada Krishna, bahwa brahmana tersebut nasibnya selalu tidak baik, mungkin dia punya tumpukan karma buruk di masa lalu yang berjumlah besar, sehingga tidk ada gunanya menolong sang brahmana.

Krishna tersenyum dan memberikan uang 2 sen kepada sang brahmana dan mereka melanjutkan perjalanan. Arjuna bertanya kepada Krishna, bahwa dia diberi sekantong uang emas saja tidak bisa mengubah keadaan hidupnya, apalagi sekadar 2 sen.

Krishna tersenyum dan mengajak Arjuna membuntuti brahmana tersebut dari jauh.

Sang brahmana melihat seorang nelayan yang sedang menangkap ikan yang kelihatannya susah bernapas. Sang brahmana menarih rasa kasihan dan ikan tersebut dibelinya. Uang 2 sen tidak bisa mengenyangkan keluarganya, tapi minimal bisa menyelamatkan nyawa sekor ikan. Dia akan segera melepaskan ikan tersebut ke sungai, tatala dia dia melihat mulut ikan tersebut tersumbat. Sang brahmana menolong mengeluarkan barang yang menyumbat mulut ikan dan melepas ikan ke sungia kembali. Ternyata barang yang menyumbat mulut ikan itu adalah berlian pemberian Arjuna yang dimakan ikan tersebut.

Sang brahmana sangat gembira dan dengan histeris berteriak, “Akhirnya saya menemukan, akhirnya saya menemukan!”

Pencuri yang menjambret sekantung uang emasnya yang berada di dekat tersebut gemetar, dia merasa sang brahmana telah mengetahui bahwa dialah yang menjambret uang emasnya.

Dengan tergopoh-gopoh sang pencuri mohon maaf atas perbuatannya dan mohon jangan dilaporkan ke polisi. Sekantung uang emas dikembalikannya, dan sang perampok segera pergi……………

Arjuna bertanya kepada Krishna, bagaimana emas dan berlian darinya tidak membantu sedangkan uang 2 sen dari Krishna dapat memperbaiki hidupnya.

Krishna menjawab, saat menerima uang emas dan berlian dia masih egois hanya berpikir dengan mind-nya untuk kepentingan pribadi. Sedangkan saat menerima uang 2 sen dia berpikir untuk kepentingan makhluk lain, sang brahmana telah menggunakan buddhi, inteligensia-nya. Tujuan luhur. Selanjutnya, dia akan menggunakan uang emas dan berliannya untuk kepentingan orang banyak. Dia akan menjumpai kebahagiaan……..

 

Berkarya dengan tujuan pribadi tidak akan menemui kebahagiaan

Berikut dikutip dari video youtube dalam bahasa Indonesia: Menyelami Bhagavad Gita Menuju Sukses Sejati oleh Swami Anand Krishna:

 

Ma Archana sebagai pewawancara menanyakan makna Bhagavad Gita 2:40. Tiada upaya yang tersia-sia; pun tiada tantangan yang tidak teratasi. Dengan menjalankan dharma, berkarya dengan tujuan luhur; niscayalah seseorang terbebaskan dari rasa takut, khawatir dan cemas.

Swami Anand Krishna menjawab dengan mempersilakan membaca ayat sebelumnya Bhagavad Gita 2:39. Demikian apa yang kau dengarkan, adalah kebijaksanaan. Ajaran luhur dari sudut pandang samkhya, yaitu buddhi yoga.

Di sini persoalannya adalah buddhi. Intelegensia ini yang menjadi keyword-nya. Jadi berkarya itu tidak asal berkarya tapi work smart. Berkarya dengan penuh kebijakan dengan mengetahui goal saya apa. Jadi tidak asal bekerja saja. Menggunakan faculty of discrimination, saya melakukan satu pekerjaan itu what is my end goal. Dan dalam Bhagavad Gita yang menjadi menarik sekali, bahwa 3.000 tahun sebelum masehi, dia sudah berbicara tentang transpersonal psychology. Yang sekarang baru dibicarakan. Jadi kalau kita bekerja untuk diri sendiri, saya mau memperkaya diri, memiliki mobil mewah mau memiliki perusahaan yang bagus, atau memiliki istri yang cantik, suami yang tampan, atau apa. Semuanya adalah personal goal. Untuk personal goal kita tidak butuh banyak energi.

Bhagavad Gita mengatakan bahwa manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Apabila kamu hanya bekerja dengan tujuan personal saja. Kita tidak akan pernah bisa bahagia. Ini adalah konsep yang tidak bisa dipahami selama berabad-abad.

Kalau kita bekerja karena personal goal, biasanya kita membenarkan segala bentuk, segala macam cara bagaimana mencapainya. Bagaimana untuk mencapai personal goal itu kita bisa membenarkan berbagai tipu muslihat.

………………

Kita melihat dari kegagalan pemahaman yang terdahulu. Ego based psychology. Dengan mempertahankan ego kita, lihat apa yang kita lakukan terhadap dunia ini. Dunia ini menjadi sangat individualistik, tidak apa saya mencemari lingkungan, asal saya dapat meningkatkan growth rate, angka pertumbuhan yang bagus. Lingkungan tercemarkan no problem, karena, nanti 50 tahun kemudian saya baru merasakan dampaknya.

Dan itu yang menyebabakan soal global warming, climate change. Saya pernah, percaya bahwa climate change, global warming itu keniscayaan tidak bisa di hindari. Dari dulu juga perah terjadi. Tetapi at what rate? Dulu untuk mencapai kehancuran seperti sekarang, membutuhkan waktu ribuan tahun. Puluhan ribu tahun, dari zaman es ke zaman es yang berikutnya. Sekarang pesat sekali karena industrialisasi, yang tidak inteligen. Tidak menggunakan kata budhi tadi.

 

Ma Archana: ada yang pernah bertanya kepada saya, saya tidak mau menjalankan spiritual karena saya masih ingin kaya. Apakah orang spiritual nggak boleh kaya.

Swami Anand Krishna: siapa bilang tidak boleh kaya. Tapi tidak boleh mencuri harta, tidak boleh hidup untuk diri sendiri. Karena orang yang hidup untuk diri sendiri, tanpa berbagi, tanpa ber-yajna, tanpa memberikan offering of his blessings, tanpa berbagi kebahagiaannya dengan orang lain. Dia adalah seorang maling. Kata kata yang sangat keras sekali dari Bhagavad Gita. Jadi kalau ada orang yang mengatakan saya belum mau spiritual karena saya, masih mau mengejar harta, itupun dalam Bhagavad Gita ada petuahnya. Let and go on own will. Biarlah mereka begitu. Mereka adalah orang-orang yang lahir asuri, lahir tidak asuri tidak seirama dengan alam semesta. Mereka dalah orang-orang yang lahir dalam keadaan yang tidak menunjang spiritualnya. Dan mereka harus lahir dan mati, kalau kita percaya kepada reinkarnasi. Sampai pada suatu ketika mereka menemukan jalannya.

Dan jangan hanya berpikir orang yang mencari harta itu asuri. Orang mencari ketenangan, egois, kalau saya tidak mau diberikan porsi untuk bicara, saya tidak akan mau hadir dalam suatu acara. Saya butuh ketenaran, saya butuh orang harus sabar, wah kepada saya, ada orang yang saya temukan dalam hidup saya. Orang itu harus, dihandle seperti seorang baby, setiap kali tersinggung. Sehingga dia harus dikeloni harus diapa. Ini adalah asuri. Orang-orang seperti itu belum siap untuk bhagavad gita. Yang siap untuk Bhagavad Gita yang mau bekerja bukan untuk diri sendiri.

Silakan simak video youtube dalam bahasa Indonesia: Menyelami Bhagavad Gita Menuju Sukses Sejati oleh Swami Anand Krishna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: