Keyakinan Terhadap Sadguru

Kisah Sandal Draupadi

Seorang Master berkisah tentang Bhisma yang sudah menjadi Senapati Kaurava dalam perang Bharatayuda selama 8 hari. Duryodhana masygul mengapa kemenangan melawan Pandava belum juga nampak. Duryodhana yang percaya pada materi, kekuatan kebendaan mendatangI Bhisma dan mohon agar esok hari bertempur lebih keras agar Pandava ditaklukkan. Bhisma berkata bahwa esok hari akan menjadi kemenangannya atau kematiannya.

Draupadi yang iman, trust pada Sri Krishna selalu berdoa untuk keselamatan Pandava. Sri Krishna mendatangi Draupadi dan mengajaknya ke kemah Bhisma pada waktu malam hari. Keyakinan Draupadi telah menggerakkan Sri Krishna.

Draupadi adalah seorang bhakta yang luar biasa. Malam hari datang ke perkemahan musuh. Keyakinan Draupadi pada Sri Krishna adalah sepenuh hati. Draupadi memakai kerudung menyelinap ke kemah Bhisma. Sri Krishna meminta sandal Draupadi dibungkus saputangan sutra dan diselipkan di ketiak Sri Krishna. Draupadi diminta masuk ke dalam kemah dengan tidak bersuara.

Draupadi memegang kaki Bhisma dan melakukan sembah sujud. Bhisma otomatis dengan spontan memberkati perempuan berkerudung yang ada di kakinya, “Semoga dalam tahun-tahun mendatang kau diberkati pernikahan yang berbahagia!”

Segera setelah diberkati Bhisma, Draupadi membuka kerudungnya dan mohon doa restu agar kelima Pandava selamat dari senjata Bhisma.

Bhisma segera paham bahwa ini semua adalah strategi Sri Krishna yang dia lihat berdiri di pintu masuk kemahnya. Bhisma tahu bahwa esok pagi dia akan mati. Berkatalah Bhisma, “Kita hanyalah boneka di tangan-Nya.”

Bhisma bertanya kepada Sri Krishna, bungkusan apakah yang diselipkan diketiak-Nya. Bhisma terperangah setelah mengetahui bahwa seorang Avatara mewujud di dunia membawa sandal bhakta-Nya……….

Selama kita seperti Duryodhana yang percaya pada materi, pada uang, pada kekuatan kebendaan sebenarnya kita telah melupakan Tuhan.

Guruji Anand Krishna menyampaikan dalam Gospel of Mahamaya: Keberhasilan kita adalah karena upaya kita sesuai dengan Kehendak-Nya.

…………….

Guru Adalah Cermin Tempat Kita Trust padanya

Guruji Anand Krishna menyampaikan: Pada waktu kita berada di depan cermin, kita trust pada apa yang kita lihat pada cermin. Kita yakin demikianlah wajah kita sesuai yang kita lihat pada cermin tersebut.

Kalau kita ingin mengetahui diri kita maka kita juga membutuhkan cermin. Guru adalah cermin diri kita. Kita trust pada cermin, kita tidak mempertanyakan lagi.

Demikianlah trust Draupadi kepada Sri Krishna, seperti trust anak kecil terhadap ibunya.

Sumber: Video Youtube Who Am I? Self Discovery and surrender of the Ego by Anand Krishna

#AnandKrishna#AnandAshram#UbudAshram

Darshan, Melihat Benih Potensi Diri Dalam Diri Guru

Guruji Anand Krishna menyampaikan: Dalam tradisi India, pertemuan dengan seorang suci bukanlah pertemuan biasa. Pertemuan itu adalah darshan atau “melihat sekilas” kesucian yang sudah ada dalam diri kita melalui Sang Master. Seorang Guru bagai sebuah cermin di mana seorang pengikut dapat bisa melihat dirinya sendiri, wajah “asli”-nya sendiri. Seorang Master adalah masa depan muridnya dan seorang murid adalah masa lalu seorang Master dan mereka bertemu, menyatu di saat ini, dalam kekinian. Itulah sebabnya kehadiran seorang Master adalah berkah yang langka.

Sumber: (Krishna, Anand. (2004), Soul Quest, Pengembaraan Jiwa dari Kematian Menuju Keabadian, Gramedia Pustaka Utama)

#AnandKrishna#AnandAshram#UbudAshram

Trust Pada Sadguru

Seorang Sadguru sebagai pemandu pribadi mengetahui persis kelemahan, kekurangan, dan kesulitan yang dapat kita hadapi dalam perjalanan. Baginda Baba pernah bersabda : Para suci ibarat orang tua. Banyak para suci, dan banyak orangtua di dunia semuanya patut dihormati.

Kendati demikian, orang tua kita adalah orang tua kita. Guru yang kita yakini sebagai guru pribadi, dialah Sadguru kita. Semuanya menyampaikan hal yang baik. Tetapi Guru kita menyampaikan sesuatu yang tepat bagi kita. Sebab itu, penyerahan diri hendaknya kepada seorang guru yang sepenuhnya kita terima, dan percayai, yakini.

Cintailah Guru yang telah kaupilih itu dengan sepenuh hatimu. Maka, kau akan lihat sendiri bila lautan samsara lenyap seketika. Tidak ada lagi lautan “kelahiran dan kematian yang tak berkesudahan” untuk diseberangi. Adakah kegelapan tetap bertahan bila matahari telah terbit?

Sumber: (Das, Sai. (2010). Shri Sai Satcharita. Anand Krishna Global Co-Operation Indonesia)

#AnandKrishna#AnandAshram#UbudAshram

Karakteristik Pemandu Rohani

Karakteristik para pemandu rohani sudah bisa dideteksi sejak usia dini. Baru-baru ini kami melakukan penelitian kecil-kecilan dengan melibatkan lebih dari 300 responden di Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Bali.

Walau penelitian itu dilakukan di kota-kota tersebut, mereka yang terlibat sebagai responden mewakili Indonesia selengkapnya. Ada orang Bugis, ada Betawi, ada Batak, ada yang berasal dari Flores, Aceh, Minang, KaIimantan…. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu pun orang yang pada usia 5 hingga 10 tahun memikirkan spiritualitas. Tidak seorang pun.

Keadaan itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa para Sadguru atau Pemandu Sejati memang bukan run of the millproduct, bukan produk pabrikan.

Seorang Pemandu Sejati, seorang Sadguru sudah menunjukkan sifat-sifat rohani sejak usia dini. Ia sudah memiliki visi yang jelas tentang apa yang hendak dilakukannya selama perlawatannya di dunia ini. Ia sudah mengantongi blueprint yang jelas tentang dunia yang akan dibangunnya.

Nah, kalau Anda bertemu dengan seorang Pemandu Sejati seperti itu, maka perannya penting sekali. Ia dapat menunjukkan jalan kepada Anda. Kendati setelah itu, Anda mesti berjalan sendiri. Seorang pernandu sejati tidak akan menggendong Anda atau mengantar Anda ke tujuan Anda. Ia tidak akan memanjakan Anda.

Sumber: (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

#AnandKrishna#AnandAshram#UbudAshram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: