Penyebab Munculnya Suka dan Duka

Munculnya Keterikatan

Seorang Master berkisah tentang seorang gadis yang tinggal di suatu rumah di daerah elit di kota besar yang tidak begitu kenal dengan tetangga. Rumah-rumah di sana diberi pagar yang tinggi. Selisih beberapa rumah tinggal seorang perjaka akan tetapi mereka tidak saling kenal. Pada suatu hari sang gadis sakit parah, satu rumah sibuk dan sang perjaka juga melihat dokter datang akan tetapi dia tidak merasa terganggu, biasa saja.

Akan tetapi dalam perjalanan waktu, sebagai akibat dari takdir, sang perjaka menikah dengan sang gadis. Pernikahan berlangsung di siang hari dan pada malam hari sang gadis sakit perut. Sang perjaka sekarang sangat cemas dan sibuk memanggil saudaranya yang menjadi dokter.

Aneh, dulu sang gadis sakit parah dan dia tidak ambil pusing, akan tetapi setelah menjadi suami istri, hanya karena sakit perut sang perjaka menjadi cemas dan gelisah.

Keterikatan menjadi penyebab munculnya suka dan duka……..

Mengapa Kita Berkeluarga?

Ada insting, naluri dalam diri untuk berkembang-biak? Apakah karena Jiwa kita ingin mengalaminya demi perkembangan diri? Mengapa Swami Vivekananda atau para pelaku brahmachari tidak berkeluarga? Apakah mereka sudah pernah mengalami dan mereka tidak ingin mengulangi lagi? Kalau demikian tujuan hidup itu apa?

 

Guruji Anand Krishna menyampaikan:

Dunia ini ibarat pusat rehabilitasi, dimana setiap jiwa sedang mengalami program pembersihan, pelurusan, atau apa saja sebutannya. Keberadaan kita di dunia ini semata untuk menjalani program yang paling cocok bagi pembersihan dan pengembangan jiwa. Kecocokan program pun sudah dipastikan oleh Keberadaan dengan melahirkan kita dalam keluarga tertentu, di negara tertentu, ditambah dengan berbagai kemudahan lainnya, termasuk lingkungan kita, para sahabat, anggota keluarga dan kerabat kita, maupun lawan atau musuh kita. Berbagai rintangan, tantangan, kesulitan, dan persoalan yang kita hadapi dimaksudkan demi pembersihan jiwa dan pengembangan jiwa kita sendiri.

Sumber: (Krishna, Anand. (2006). Five Steps To Awareness, 40 Kebiasaan Orang Yang Tercerahkan, karya terakhir Mahaguru Shankara “Saadhanaa Panchakam”, Saduran & Ulasan dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

#AnandKrishna #UbudAshram

 

Guruji Anand Krishna menyampaikan dalam buku Soul Awareness:

Kehidupan Anda membuktikan bahwa masih ada sesuatu yang harus Anda pelajari. Masih ada keinginan-keinginan yang harus dipenuhi. Masih ada obsesi-obsesi yang harus dilampaui. Jujurlah dengan diri Anda sendiri. Jangan membohongi diri. Anda berada di sini untuk mengurus diri sendiri. Perkawinan Anda, putra-putri Anda, hubungan kerja Anda, segala sesuatu yang sedang Anda lakukan, sedang Anda alami, semua demi perkembangan diri sendiri. Jangan lupa hal itu.

 

Yang Penting adalah Kebebasan Anda. Jangan terikat pada siapa atau apa pun. Begitu sadar bahwa dalam hidup ini kita harus belajar sesuatu, kita akan mempelajarinya dengan baik, namun kita tidak akan terikat pada sesuatu apa pun. Kita tidak akan terikat pada bangku yang kita duduki, kita tidak terikat pada bangunan sekolah. Kita tidak terikat pada guru yang mengajar kita. Kita pergi ke sekolah untuk belajar. Selesai belajar, kita pulang. Demikian pula dengan kehidupan ini: Selesai belajar kita pulang.

Tetapi apa yang terjadi selama ini? Kita melupakan pelajaran, kita malah terikat pada sarana-sarana penunjang yang disediakan oleh alam. Kita terikat pada rumah kita, pekerjaan kita, istri kita, suami kita, keluarga kita, kepercayaan kita, ideologi-ideologi kita. Semua itu hanya sarana penunjang, sarana-sarana pendidikan. Gunakan, tetapi jangan terikat pada mereka.

 

Keterikatan Kita Membuat Kita Gagal mempelajari mata pelajaran yang harus kita pelajari. Itu menyebabkan kelahiran kita kembali. Kita lahir dan mati, dan lahir, dan mati berulang kali, kadang kala hanya untuk mempelajari satu mata pelajaran. Kita sedang lari di tempat.

Hampir setiap kali kita mengalami kelahiran dalam lingkungan yang sama dan itu-itu juga. Kita lahir dalam keluarga yang sama. Yang dulu jadi istri, sekarang jadi ibu. Yang dulu jadi anak, sekarang jadi istri. Yang dulu jadi sahabat, sekarang jadi ayah. Yang sekarang jadi suami, dulunya kakak. Kita tidak pernah bebas dari lingkungan yang sempit ini. Bahkan, mereka yang memusuhi kita pun, umumnya, orang-orang yang sama pula. Dari dulu demikian, sekarang pun masih seperti itu. Peran kita berubah-ubah, tetapi tema sentralnya masih sama. Sesungguhnya, kita mengulang cerita yang sama, dengan sedikit variasi di sana-sini.

Manfaatkan kelahiran ini untuk menyadarkan diri bahwa ada mata pelajaran yang harus Anda pelajari. Jangan buang waktu untuk mengagung-agungkan sarana-sarana yang Anda miliki, termasuk kepercayaan-kepercayaan Anda, ideologi-ideologi yang Anda percayai.

Semua itu hanyalah sarana pendidikan. Gunakan semua itu tapi jangan lupa bahwa yang harus bekerja adalah Anda sendiri. Perjalanan ini harus dimulai dan langkah pertama harus diambil. Jangan lari di tempat. Lébih baik berjalan—walaupun perlahan—daripada lari di tempat.

Sumber: (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

#AnandKrishna #UbudAshram

Ketidaktahuan bahwa Jati Diri Kita Adalah Sebagai Jiwa

Guruji Anand Krishna menyampaikan:

“Avidya atau Kebodohan, Ketidaktahuan; Asmita atau Ke-‘aku ‘-an; Raga atau Ketertarikan, Ke-‘suka’-an; Dvesa atau Ketaktertarikan, Ke-‘taksuka’-an, Kebencian; dan Abhinivesa atau Keinginan untuk Mempertahankan suatu Keadaan, termasuk kehidupan itu sendiri—semua ini adalah penyebab Klesa atau penderitaan.” Yoga Sutra Patanjali II.3

Duka-Derita disebabkan oleh beberapa hal yang disebut dalam sutra ini. Tidak terlalu banyak alasan. Beragam alasan yang terasa tak berujung, tak berpangkal, dan tak terhitung, sesungguhnya merupakan cabang-cabang, ranting-ranting dari beberapa alasan utama ini.

ALASAN PERTAMA AVIDYA, Kebodohan atau Ketidaktahuan. Yang dimaksud adalah ketidaktahuan tentang jati diri kita sebagai Jiwa dan tentang sifat kebendaan yang berubah-ubah terus.

Inilah Dwi-Tunggal sebab utama Avidya atau Ketidaktahuan kita. Dari pasangan inilah Iahir beragam kebodohan lainnya, segala kebodohan lainnya, termasuk yang disebut berikut.

ALASAN KEDUA: ASMITA atau Ke-“aku”-an. Ke-“aku”-an yang dimaksud adalah ke-“aku”-an pseudo atau palsu

……………..

AKU—GELAR, AKU—TABUNGAN, segala macam aku menggelembung menjadi besar karena keadaan-keadaan tertentu—keadaan-keadaan yang “terasa” menguntungkan,baik—, sudah pasti ciut kembali! Keadaan terus berubah. Sekarang naik, sesaat lagi bisa turun. Sekarang pasang, sebentar lagi surut.

Orang Jawa bilang “Ojo dumeh!”—Jangan Sombong. Jangan berbesar kepala karena keberhasilan materi.

ALASAN KETIGA DAN KEEMPAT: RAGA DAN DVESA atau Suka/Tak-Suka, Tertarik/Tak-Tertarik. Jika tidak dapat apa yang kita sukai—susah. Dapat apa yang kita tidak sukai—susah. Tertarik sama Jeng Joti, dapatnya Holi—susah. Celakanya, kemauan kita tidak selalu terenuhi. Boleh suka/tak-suka, boleh tertarik/tak-tertarik dengan seseorang atau sesuatu—dapatnya belum tentu sesuai dengan yang kita sukai. Alhasil, penderitaan—klesa.

Terakhir:

ALASAN KELIMA: ABHINIVESA ATAU KEINGINAN UNTUK MEMPERTAHANKAN sesuatu—suatu keadaan, suatu pengalaman, hubungan, atau apa saja.

Ingin mempertahankan masa muda—selalu muda, berhenti berusia, berhenti berumur. Berusia 21 tahun selamanya. Apa bisa? Apa mungkin? Kecuali, ya, ada pengecualian yaitu mati, mampus, minggat saat merayakan hari ulang tahun 21. Kemudian, ya, foto yang diambil saat perayaan itu bisa memperlihatkan diri kita berusia 21 tahun untuk selamanya. Setidaknya selama foto itu masih ada, masih ada anggota keluarga, konco, siapa saja yang sudi menyimpan foto itu.

Sumber: (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

#AnandKrishna #UbudAshram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: