Archive for iblis

Kisah Iblis Memperbandingkan Diri #Masnawi

Posted in Kisah Sufi with tags , , on May 13, 2017 by triwidodo

MakhIuk pertama yang melakukan perbandingan adalah Iblis, “Aku diciptakan dari api. Sementara Adam diciptakan dari tanah. Sudah jelas, api Iebih unggul daripada tanah. Api mewakili Cahaya. Tanah mewakili Kegelapan. Dari sudut pandang mana pun, aku melebihi dia.”

 

Tuhan menanggapinya, “Tidak demikian. Keunggulan berasal dari Pengendalian Diri dan Kebajikan. Dan, Pengendalian Diri serta Kebajikan tidak bisa dibandingkan dengan apa pun juga.”

 

Indah sekali!

Yang bisa dibandingkan adalah sesuatu yang bisa diukur, bisa ditimbang, bisa dinilai. Baik Api, maupun Tanah bisa diukur. Ada api besar, ada api kecil. Ada tanah banyak, ada tanah sedikit. Tetapi, Pengendalian Diri dan Kebajikan tidak bisa diukur.

Pernyataan seperti, “Pengendalian diri dia ‘kurang’” atau “Pengendalian diri saya ’lebih”’ bisa dianggap benar dari segi tata bahasa. Tetapi dari segi penerapannya dalam hidup tidak bisa dibenarkan. Karena, kekurangan se-“sedikit” apa pun bisa mencelakakan. Kurang sedikit atau kurang banyak, bahayanya sama. Setetes atau segelas air jeruk nipis merusak susu. Dan, kerusakannya sama.

Begitu pula dengan Kebajikan—tak dapat diukur. Kita tidak bisa berbaik hati “sedikit”. Meskipun berbaik hati terhadap kelompoknya,  jika seseorang mencelakakan kelompok-kelompok lain, dia belum “baik”.

Rumi sedang menegur kita:

(Pengendalian Diri dan Kebajikan) bukanlah warisan duniawi yang bisa dinilai, diukur dan dibandingkan. Warisan ini adalah warisan rohani — tak dapat dinilai, diukur dan dibandingkan.

 

Diciptakan dari Api atau dari Tanah, so what? Memang kenapa? Bukankah api dan tanah pun ciptaan Allah? Teguran Rumi semakin keras……..

 

Abu Jahl tidak beriman, tetapi putranya beriman. Nuh seorang Nabi, tetapi putranya tersesat. Adam diciptakan dari tanah, dan wajahnya bercahaya. Engkau diciptakan dari api, dan wajahmu hangus terbakar.” Demikian Allah bersabda.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Masnawi Buku Kesatu, Bersama Jalaludin Rumi Menggapai Langit Biru Tak Berbingkai. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements